Euphorbia Kristata

 Indahnya yang Abnormal

 Siapa sangka, euphorbia Cacat atau abnormal justru memiliki pesona. Kekurangannya itu justru membuat popularitasnya naik. Ia senantiasa terlihat unik dan itu bisa mendongkrak harga hingga berkali-kali lipat.

dominasi-daun-dan-batang-kritata.jpgNamanya euphorbia kristata. Ia terlihat berbeda dari euphorbia kebanyakan. Biasanya, euphorbia tampil dengan keserempakan bunga yang dipadu dengan warna harmonis. Tapi kristata cenderung didominasi dengan keserempakan daun. Di situlah letak keunikan tanaman asli pulau Madagaskar ini.

Dikatakan kristata, karena bentuk batangnya tersusun secara berhimpitan, sehingga terlihat rapat. Begitu pula dengan alur titik tumbuh dan duri. Sedangkan daunnya tumbuh di pinggiran batang bagian atas. Sekilas bentuknya mirip kipas. Batang bagian bawahnya hanya tersusun duri yang mengikuti kontur batang.

Kombinasi keserempakan daun itu makin mempercantik performance-nya. Tak heran jika kristata masuk dalam kategori tanaman langka. Kolektor tanaman hias Semarang, Tiok, mengatakan kelangkaan kristata ini berpengaruh pada harga jual. Untuk kristata lokal, harganya bisa mencapai Rp 3 juta. Bentuknya yang makin berhimpitan, membuat harganya makin mahal.

Perlakuan Diet Nutrisi

Pada dasarnya keunikan kristata merupakan salah satu bentuk kelainan. Namun itu tak mengurangi pesonanya. Padahal kondisi kristata pada satu tanaman itu bisa diartikan kurang sehat, sehingga sifatnya yang berbeda dari euphorbia normal itu, maka berbeda pula cara menanganinya. Satu diantaranya dalam teknik pemberian asupan nutrisi. Biasanya, untuk menjaga bentuk batang agar konturnya tetap kristata, beberapa penghobi melakukan diet nutrisi.

Istilah diet nutrisi diambil, karena pemberian nutrisi pada tanaman tak dilakukan sesuai prosedur, yaitu dengan mengurangi porsi nutrisi dari yang seharusnya dianjurkan, sehingga tak langsung kandungan dalam nutrisi pun berkurang.

Perlakuan diet nutrisi pada krisatata ini dilakukan, karena kondisi awalnya yang kurang sehat. Jadi, asupan nutrisi ini disesuaikan dengan kondisi tanaman. Itu berbeda dengan pemberian nutrisi pada euphorbia normal yang dilakukan tanpa mengurangi aspek kesehatan.

Dalam penerapan media tanam, terutama pemberian pupuk kandang, sebaiknya tidak dilakukan berlebih. Sebab, akan berdampak pada pertumbuhan batangnya. Besar kemungkinan, kontur batang tak lagi kristata. Di sini akan terjadi fase peralihan, dimana telah terjadinya perubahan bentuk tanaman dari abnormal ke normal atau sebaliknya. Begitu pula yang terjadi pada euphorbia kristata, akan kembali normal jika asupan nutrisi tanaman terpenuhi. Itu bisa saja terjadi, lantaran kandungan mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman ada di dalam pupuk kandang. Tiok mengatakan, sebaiknya melakukan penerapan media tanam kombinasi, seperti kombinasi sekam bakar dan pupuk kandang, dengan perbandingan 2:½. 

Pemberian pupuk kandang yang minim juga berguna untuk memperlambat laju kristata pada batang. Semakin tua usianya, makin tampak karakter yang ditampilkan. Ia juga butuh kelembaban. Hanya ia merupakan tanaman yang dapat menyimpan air sebagai cadangan. Jadi, frekuensi penyiraman yang tak terlalu sering dilakukan pun tak jadi soal. Minimal dilakukan sekali dalam seminggu.

Sebaliknya, jika terlalu sering disiram akan berpengaruh pada kelembaban media tanam dan tak langsung akan berakibat rusaknya bagian akar. Demikian juga dalam faktor penyinaran. Euphorbia juga tanaman yang gemar dengan sinar matahari. Namun jika dilakukan berlebihan akan mengakibatkan bagian daun terbakar. Ada baiknya jika kristata ini berada di tempat yang teduh, sehingga kebutuhan sinar matahari masih terpenuhi. [santi]

About these ads

2 thoughts on “Euphorbia Kristata”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s