Fungsi Batu Bata Bagi Aglaonema

lapisan batu bata menambah kelembaban

Batu bata tak hanya berfungsi untuk membangun rumah. Batu yang berwarna merah dari tanah liat ini ternyata juga bermanfaat bagi pertumbuhan aglaonema.

Suhu dan kelembaban adalah dua hal penting untuk dijaga pada saat membuat sebuah nurseri. Pasalnya jika tidak, sebaik apapun teknik perawatan Anda, hasil yang dicapai tak akan maksimal, terutama bagi Anda yang memelihara aglaonema atau tanaman endemik dataran tinggi dan ditanam di dataran rendah. Memiliki aglaonema atau menyimpan tanaman dalam sebuah nurseri atau rumah ternyata tak mudah. Sebab, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah kelembaban dan suhu yang harus dijaga. Banyak cara yang sering digunakan untuk menjaga kesejukkan suasana kebun. Beberapa orang anti dengan beberapa bahan atap, seperti asbes dan seng yang bisa melipat-gandakan panas sinar ultraviolet (UV). Beberapa orang juga sering menggunakan alat spray otomatis yang membawa kelembaban lebih.
Tapi dari semua hal yang telah dicoba itu, mungkin pemanfatan batu bata yang sering banyak dicoba. Selain memberi manfaat banyak, penngunaan bahan ini relatif murah dan tak terlalu sulit. Banyak keuntungan yang didapat dengan menempatkan batu bata untuk menjaga agloanema atau suasana kebun.
Paling tidak, hal itulah yang dipercaya Gregorius Garnadi Hambali, pencipta dan pebisnis aglaonema Indonesia di Bogor, saat men-design kebunnya. Meskipun rumahnya sudah dikaruniai hawa sejuk dan segar, tapi pentingnya standar suhu dan kelembaban harus tercipta. Itu untuk membuat tanaman nyaman dan tumbuh berkualitas.
“Biasanya untuk memanfaatkan batu bata, cara terbaik adalah dengan memecahnya jadi beberapa bagian. Itu biasanya sangat cocok bagi nurseri yang ingin meningkatkan kelembaban dan kebersihan,” ujar Greg.
Dalam aplikasinya, batu bata biasanya digunakan dengan cara memecahkannya jadi beberapa bagian kecil. Ada juga orang yang mengaplikasikannya dengan menggunakan bahan ini secara utuh dan ditata sedemikian rupa, sehingga terlihat bersih dan cantik.
“Air yang bisa terserap dan tersimpan dengan baik, membuat suhu di kebun kian terjaga. Itu biasanya datang dari bawah lantai yang diisi dengan batu bata,” imbuh Greg. “Tak hanya enak untuk tanaman, kita sebagai petani pun kian betah berlama-lama di kebun, karena suasana sejuk dan nyaman,” lanjutnya.
Bahan ini umumnya sangat cocok untuk menjaga kebersihan. Sebab seperti busa, bahan ini sangat mudah menyerap air ketika proses penyiraman dilakukan setiap harinya, sehingga lingkungan tak becek dan relatif terjaga kebersihanya. Selain bata, ada beberapa bahan yang biasa digunakan untuk menjaga keindahan sekaligus menstandarkan suhu dan kelembaban, seperti batu sungai dan pualam.

Bebas Jamur dan Lumut
Karena sifatnya menyerap dan tak menimbulkan genangan air, penggunaan metode ini dibilang juga aman untuk menjaga kesehatan tanaman. Pasalnya, minimnya air yang menggenang, membuat siklus pertumbuhan jamur, bakteri, dan penyakit jadi terputus. Jamur dan bakteri biasanya muncul di tempat lembab dan kotor. Itu seringkali terjadi di hampir setiap kebun. Aliran air yang tak terkontrol pasca penyiraman, kondisi lingkungan yang kotor, dan beberapa bagian tanaman yang busuk, kian memperparah keadaan.
Untuk itulah, sebaiknya dikontrol dengan baik, karena lingkungan yang bersih harus juga diimbangi dengan memikirkan aliran dan sanitasi air dengan baik. Salah satunya adalah dengan menyiasatinya dengan menggunakan batu bata sebagai dasar lantai dan pijakan. [adi]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s