Pakis Zamioculcas

pakis zamia curcas

Tumbuh Rumpun dan Mengkilat

Tanaman pakis mempunyai kekuatan pada struktur batang dan daun yang keras. Disitu baik dari batang tangkai daun hingga daun menyimpan satu potensi kelebihan tersendiri. Salah satu jenis pakis yang masuk dalam jajaran atas tanaman hias adalah pakis zamio culcas zamiifolia.

Dilihat dari asal tanaman dipastikan bahwa jenis pakis lahir di arel yang panas. Kondisi itu juga berjalan dengan ciri fisik tanaman yang mempunyai daun kecil dan batang yang panjang. Fisiologis yang dimiliki sangat mendukung untuk konsumsi air yang minim dengan suhu udara yang panas.

Di Indonesia dikenal beberapa jenis pakis seperti zamio kipas dan zamio curcas. Kedua tanaman pakis ini banyak menyedot perhatian penghobi tanaman hias. Pasalnya kedua pakis ini punya struktur tanaman yang indah dan sangast mudah dalam perawatan dan perbanyakan. Ditingkat pedagang potensi keuntungan yang didapat cukup besar sebab bibit zamia bisa dibeli masyarat dengan harga puluan ribu.

Zamio culcas merupakan salah satu pakis yang yang cukup banyak dimiliki dan dicari penghobi. Sebab mempunyai karakter bentuk yang lebih halus dibandingkan saudarannya. Selain itu tanaman ini juga mudah untuk beradapatasi dan punya daun yang mengkilat dan yang penting tidak begitu tahan dengan sinar matahari langsung.

H Abd Kholiq, dari Aneka Florist Pamekasan yang menjual dan membibitkan pakis zamio culcas mengakui bahwa jenis ini punya peminat yang cukup besar. Apalagi di wilayah Pamekasan yang mempunyai suhu udara panas sangat cocok dengan pertumbuhan tanaman ini.

Tanaman yang didominasi warna hijau ini dilihat pertama kali akan menojolkan bagian pangkal batang yang biasanya disebut bonggol. Disitu bagian bawah yang juga sebagai batang terlihat gemuk dan makin keatas makin kecil. Warna hijau sudah terlihat dibagian batang dan makin kuat saat berada di permukaan daun.

Kunikan dibagian batang, bila dibandingkan dengan tanaman lain terutama pohon kelapa akan terlihat seperti pelepah yang ditanam. Memang pakis zamio culcas tumbuh dari batang yang juga berfungsi sebagi tangkai daun. Sebab daun yang tumbuh akan langsung keluar dari batang.

Untuk tumbuh rumpun tanaman ini memang tidak bisa rouset sebab setiap batang sudah mempunyai kemandirian untuk hidup sendiri. Disitu curcas akan lebih menarik bila ditanam satu batang dalam satu pot dibandingkan tumbuh rumpun. Sebab saat rumpun arah gerakan tanaman bisa tidak beraturan antara satu batang dengan batang lainnya.

Naik keatas di bagian daun curcas mempunyai struktur daun kecil dan oval dengan ujung runcing. Daun cenderung tebal namun tidak kaku seperti saudaranya. Arah permukaan daun akan menghadap batang sehingga bila di lihat dari bagian ujung batang ke bawah akan terlihat indah sebab semua daun mengarah pada batang.
Seperti halnya anthurium, culcas juga mempunyai serat daun yang menarik. “Meskipun tebal serat daun terlihat jelas baik diatas maupun dibawah daun” imbuh Kholiq. Serat ini juga menjadi satu daya tarik curcas sebab saudaranya tidak mempunyai serat yang menonjol. Harga tanaman ini juga cukup mahal sebab untuk jenis rumpun dewasa Kholiq menjualnya Rp 1,2 juta sedangkan untuk bibitan bervariasi mulai dari Rp 20 ribu.

Putar Tanaman untuk Hindari Bengkok

Dari struktur tanaman yang hanya memiliki batang dan daun maka pemilik curcas harus bisa melakukan manipulasi cahaya. Tujuannya untuk menghindari arah tanaman yang tidak dinginkan. Tanaman secara alami akan mengarahkan daun ke cahaya yang paling banyak.Disitu culcas yang posisinya hanya mengarah pada satu sumber cahaya akan otomatis mengarahkan batang dan daun ke arah cahaya itu. Akibatnya pertumbuhan tidak rouset dan tentunya akan mengurangi estetika. “Bila ditempatkan di teras usahakan diputar setidaknya dua sampai tiga kali dalam satu minggu,” imbuh Kholiq.Tujuannya untuk memberikan cahaya yang rata pada seluruh tanaman dan juga menghindari bengkoknya tanaman kearah tertentu akibat kekurangan cahaya.

Mempunyai Bonggol

Banyak pecinta tanaman hias yang sengaja mencari zamia untuk mendapatkan bonggol terutama untuk jenis culcas. Memang ada beberapa kolektor yang mempunyai culcas yang memiliki bonggol namun Kholiq mengingatkan agar pembeli berhati-hati. “Untuk bonggol culcas bisa didapatkan lewat biji,” terangnya.Sebab dengan biji maka pertumbuhan akan lebih sempurna dengan urutan tumbuh dimulai dari bawah yaitu akar. Berbeda dengan model stek yang biasa dilakukan dimana batang sudah terbentuk tinggal menunggu akar keluar.Dari pertumbuhan biji maka akar akan terbentuk dahulu selanjutnya umbi baru batang dan dilanjutkan dengan daun. Dari situ umbi yang keluar akan membentuk bonggol yang akan lebih terlihat bila tanaman diangkat/media tanam di turunkan.Kesulitannya adalah culcas punya siklus biji yang sangat lama seperti keluarga pakis lainnya. Dari kesulitan lama waktu bertongkol maka pedagang tentu lebih baik memperbanyak culcas dengan cara stek.

Perbanyakan Lewat Daun dan Batang

Perbanyakan curcas sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja sebab bagian tanaman yang diambil bisa lewat daun. Selain itu juga bisa diambil dari potongan batang. Saat culcas dewasa dan anda ingin melakukan perbanyakan cukup potong bagian daun yang sudah tua. Selanjutnya daun tersebut langsung dimasukkan dalam media tanam.Untuk perbanyakan lewat batang bisa langsung dipotong pada bagian batang. Kemudian potongan itu langsung ditanam di media tanam. Campuran media yang digunakan cukup beragam. Coba campurkan pasir malang yang halus dengan humus dan kotoran kambing steril dengan perbandingan 2:1:1. Jaga kelembaban stek dan hindarkan terkena sinar matahari langsung selama proses pertumbuhan.Perawatan rutuin tanaman ini tidak manja sebab hanya memebutuhkan siraman air setidaknya dua kali dalam satu hari di lokasi panas dan satu kali sehari di udara yang dinigin. [wo2k]

 

 

 

 

 

About these ads

2 thoughts on “Pakis Zamioculcas”

  1. Kenapa zamia saya daunnya menguning ya? Terlalu banyak air atau kepanasan?
    Tolong dijawab ya…saya takut zamia nya mati..:ehehehe..
    Terimakasih banyak!!! Salam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s