Mutasi 3 Spesies Sansevieria

Satu Rimpang, Beragam Karakter

Sanseviera terkenal karena pesonanya yang menawan. Tekstur daunnya kaku dan meliuk bak gerakan ular. Kombinasi warnanya nyeleneh. Pesonanya tak berhenti sampai disitu. Coba lihat juga bagian pucuk daun pada beberapa jenis sanseviera dengan beragam keunikannya.

Beberapa jenis sanseviera terlahir dengan membawa karakter dan keunikan yang berbeda. Seperti sanseviera koleksi warga Malang – Hari Sukoco yang tengah mengalami mutasi warna. Melihat sosok uniknya, banyak yang mengira beragam jenis sansiviera ini ditanam dalam satu pot. Mengingat, karakter yang ditampilkan bervariasi. Ternyata usut punya usut, jenis sansiviera ini masih satu rimpang. Artinya, masih dalam satu indukan.

 

Foto : hahniisteakertwister

Konon, kata Hari, sanseviera mutasi warna ini merupakan hasil silangan 3 spesies berbeda. Ia menyebut jenis pagoda, green mould, dan satu sansiviera yang merupakan jenis mutasi. Hasil silangan inilah yang melahirkan sosoknya seperti saat ini. Bila dilihat teliti, ciri ketiga jenis ini cukup menunjukkan karakternya. Hanya, varian karakter ini tak berpadu. Masing-masing seakan berlomba memamerkan karakternya.

Itu terlihat di satu sisi tanaman yang mencolok dengan karakter pagodanya. Misalnya, warna hijau dipadu kuning yang mewakili karakter pagoda. Sedangkan di sisi lain, dominasi pesona warna kuning sebagai ciri paduan green mould dan pagoda, makin mempercantik tampilannya. Uniknya, muncul kuncup dengan membawa karakter beda dari kedua kakaknya. Dominasi warna silver, membuatnya terlihat elegan.

Keunikan ini juga berpadu manis dengan pola beragam di masing-masing daun dalam satu rimpang. Tak heran, banyak yang menawar sanseviera ini dengan harga tinggi, yaitu berkisar Rp 100 ke atas untuk sansevieria mutasi ukuran kecil (diameter 10 cm).  Namun sayangnya, Hari hanya menjadikannya sebagai koleksi. Continue reading Mutasi 3 Spesies Sansevieria

Seni Tempel Batang Bonsai

sambungan baru membentuk kontur lebih baikPerbaiki Batang, Cabang Hingga Akar

Soelistio Sidhi berulangkali mengernyitkan dahi saat menggarap bonsai beringin miliknya. Sebab bentuk batang masih belum bisa sesuai dengan keinginan yaitu besar dan berkarakter. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini mendapatkan ide untuk melakukan tempel batang untuk mendapatkan batang yang lebih berkarakter.

Keluhan tentang kondisi batang yang kurang berkarakter sering menjadi dilema bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah terlihat janggal bila melihat bonsai namun batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab bagaimana pun bonsai selalu mencerminkan pohon tua kokoh dan mampu membuat teduh siapapun menikmatinya.

Teknik tempel ini memang bisa menjadi satu alternatif pengembangan karya seni bonsai untuk memberikan sentuhan baru saat mendapatkan bakalan yang kurang sempurna. Atau bisa juga untuk mengembalikan struktur tanaman yang rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya seni teknik ini tidak haram dilakukan dan berlaku untuk gaya apapun. Continue reading Seni Tempel Batang Bonsai