<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Informasi Tanaman Hias &#187; Komunitas</title>
	<atom:link href="http://tabloidgallery.wordpress.com/category/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidgallery.wordpress.com</link>
	<description>Hijau itu Indah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2009 13:00:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tabloidgallery.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2280471859d4957b85910897f5f08f3e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ragam Informasi Tanaman Hias &#187; Komunitas</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tabloidgallery.wordpress.com/osd.xml" title="Ragam Informasi Tanaman Hias" />
		<item>
		<title>Komunitas Anthurium Indonesia</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/10/komunitas-anthurium-indonesia/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/10/komunitas-anthurium-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 06:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Saatnya Anthurium Lokal Jelajahi Dunia
“Ahli taxonomi luar negeri saja ngeri melihat anthurium Indonesia yang harganya menggila. Bagaimana tidak, harga anthurium Indonesia tertinggi dari harga anthurium di dunia,” kata Ketua Komunitas Anthurium Indonesia (KAI) Pusat – Bona Ventura Sulistiana.
Masih ingat peristiwa tahun lalu, bagaimana harga gelombang cinta merosot tajam? Banyak pertanyaan muncul, apakah ini strategi permainan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=177&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Saatnya Anthurium Lokal Jelajahi Dunia<br />
</strong>“Ahli taxonomi luar negeri saja ngeri melihat anthurium Indonesia yang harganya menggila. Bagaimana tidak, harga anthurium Indonesia tertinggi dari harga anthurium di dunia,” kata Ketua Komunitas Anthurium Indonesia (KAI) Pusat – Bona Ventura Sulistiana.<br />
Masih ingat peristiwa tahun lalu, bagaimana harga gelombang cinta merosot tajam? Banyak pertanyaan muncul, apakah ini strategi permainan pasar atau memang eksistensi anthurium sudah tergoyahkan? Satu hal yang pasti, pergerakan anthurium perlahan mengalami degradasi atau kemerosotan.<br />
Joko Arifin misalnya – Pebisnis Anthurium di Madura ini mengaku, kalau penjualan anthuriumnya tak selancar tahun lalu. Bahkan ia memendam kecewa, karena anthurium yang ia beli tahun lalu dengan harga tinggi, sekarang terpaksa dijual murah.<br />
“Daripada modal tak balik. Jadi, saya jual murah saja dan untung yang didapat pun tak seberapa,” tandas Joko.<br />
Pada dasarnya, fenomena ini wajar terjadi di dunia tanaman hias. Mungkin inilah yang dinamakan siklus. Artinya, bukan hal baru terjadi dinamisme perputaran tanaman yang tengah diminati masyarakat. Itulah yang terjadi pada kasus anthurium yang dikenal fenomenal dan tak hanya melibatkan segelintir orang. Sebab, di sini juga melibatkan keterkaitan peran petani, pedagang, pebisnis, penghobi, dan kolektor.<br />
Kesimpulannya bahwa permasalahan ini berpusat pada tidak stabilnya harga anthurium secara global. Bahkan terkesan dibuat tak masuk akal dengan bandrol harga selangit. Ini yang membuat sebagian orang mengambil kesimpulan kalau bisnis anthurium bersifat semu. Masalah ini yang kemudian dijadikan tema pembahasan KAI belum lama ini di Surabaya bersamaan dengan pengukuhan pengurus KAI Jatim.<br />
<strong>Koreksi Harga</strong><br />
KAI yang merupakan wadah penaung segala sesuatu yang berkaitan dengan anthurium menanggapi cermat permasalahan ini. Bahkan, kata Bona, KAI sudah menggelar pertemuan dengan petani anthurtium di Karangpandan, Jawa Tengah (Jateng). Dari hasil pertemuan itu, seperti dijabarkan dalam pengukuhan pengurus KAI Jatim, diperoleh kesepakatan untuk menentukan standarisasi harga anthurium.<br />
Hanya kesepakatan itu masih ditujukan untuk standar harga gelombang cinta. Koreksi harga anthurium ini, selain untuk meminimalis tingkat kecemburuan sosial,  juga untuk mengambil alih pasar dunia. Artinya, Indonesia harus siap dengan gaung  pasar ekspor.<br />
“Jadi, Indonesia tak hanya jago kandang. Tapi juga dapat membuktikan kualitas anthurium lokal untuk siap pamer,” imbuh Bona.<br />
Untuk merealisasikan hal ini, tentu bukan perkara mudah. Sebab, terlebih dulu yang harus dilakukan adalah dengan menyesuaikan situasi global. Di sinilah, suatu organisasi mengambil peran penting untuk jadi barometer perkembangan anthurium. Bahkan jika anthurium Indonesia bisa menembus pasar dunia akan jadi pemasukan sendiri bagi devisa negara.<br />
Bicara tentang pasar, tentu tak hanya melihat faktor kuantitas. Kualitas juga jadi prioritas untuk mempengaruhi pasar. Terlebih untuk dunia tanaman yang lebih mengandalkan kualitas tampilan, seperti anthurium yang elok karena karakter daunnya.<br />
Berdasar pengamatan beberapa ahli taxonomi dunia, setiap negara memiliki jenis tanaman anthurium dengan karakter berbeda. Seperti halnya Indonesia, merupakan salah satu negara yang mampu memproduksi anthurium spesies kualitas, dimana anthurium yang tumbuh di Indonesia memiliki karakter eksotik dibanding anthurium negara lain. Tak dikhawatirkan, masih kata Bona, kualitas anthurium lokal akan lebih siap bersaing di pasar global.<br />
Menangkap pasar yang berkaitan dengan beragam even tanaman hias belakangan ini,  merupakan suatu bentuk yang bisa memotivasi masyarakat. Seperti halnya berbagai even yang digelar di berbagai kota. Di Jawa Timur (Jatim) sendiri, untuk mendukung perkembangan anthurium, KAI mempunyai program jangka pendek, yaitu dengan membentuk pengkaderan juri untuk ajang kontes anthurium.<br />
“Dengan itu, diharapkan kualitas anthurium bisa lebih terseleksi,” kata Ketua KAI Jatim – Djalu. [santi]<br />
<strong>Masanya End User </strong><br />
Siklus dalam dunia tanaman bak perputaran mata rantai. Petani, pebisnis, penghobi, dan kolektor saling melakukan sinergi untuk menjaga eksistensi tanaman. Tak heran, jika satu mata rantai terputus akan mempengaruhi lainnya, sehingga perputaran siklusnya akan terputus dan tentu akan merugikan berbagai pihak yang berhubungan.<br />
Seperti pada tahun 2006-2007, banyak orang terlibat dalam siklus pergerakan anthurium. Itu semata karena faktor ekonomi. Fenomena itu tak hanya terjadi pada level pebisnis. Tapi semua yang terkait dalam perputaran anthurium, baik dari petani hingga kolektor. Siklus ini berulang secara berkelanjutan hingga berujung pada satu titik kejenuhan pada masyarakat.<br />
Parahnya, pada masa ini dibarengi dengan masuknya penghobi baru yang memandang anthurium sebagai aternatif profit oriented. Bukannya untung yang mereka dapat, melihat kondisi masyarakat yang mengalami suatu titik jenuh dan hal ini masih terasa hingga kini.<br />
Hanya di tahun 2008 ini, mulai banyak end user atau orang yang ‘mencintai’ tanaman untuk dinikmati. Artinya, dalam hal ini peran end user tak hanya sekedar urusan keuntungan yang jadi orientasinya. Tapi lebih pada proses ‘mencintai’ tanaman dengan segala performance dan manfaatnya, sehingga pencitraan anthurium di sini akan terbangun.<br />
“Tak ada lagi permainan harga. Sebab, standarisasi harga untuk suatu jenis anthurium dinilai secara rasional. Itu disesuaikan dengan kualitas yang dimiliki tanaman,” ujar Ketua IV Pengembangan&amp;Pemberdayaan SDM KAI – Sulistiyo.<br />
Artinya, standarisasi harga untuk jenis anthurium ini ibarat melihat sebuah karya seni. Semakin elok dipandang, tentu sepadan dengan harganya, sehingga tak hanya sebagai alternatif aset bisnis. [santi]<br />
<strong>Tips Kontrol Harga Anthurium</strong><br />
KAI sebagai komunitas yang menaungi pelaku anthurium, baik dari petani hingga kolektor, memberikan tips khusus untuk mengontrol harga anthurium di pasaran. Bagi Anda yang tertarik untuk bergelut dengan anthurum, tak ada salahnya menyimak tips berikut:<br />
1.    Pastikan harga yang jadi patokan untuk anthurium disesuaikan dengan faktor rasional. Artinya, jika produknya memiliki kualitas sebanding dengan harga yang dikeluarkan, maka hal ini wajar.<br />
2.    Cek produk anthurium yang keluar di pasaran, dimana sebelum terjadi transaksi, pastikan untuk mengetahui informasi kondisi pasar. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman, informasi bisa diperoleh dari KAI cabang di masing-masing daerah atau media massa.<br />
3.    Teknik perawatan dan budidaya. Jika ingin menjadikan anthurium sebagai prospek usaha, tak ada salahnya menggali banyak informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan anthurium.<br />
4.    Mengetahui pasar. Artinya, pengetahuan tentang kondisi pasar perlu diperhatikan. Sebab, itu berguna untuk mengukur sasaran pasar. [santi]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=177&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/10/komunitas-anthurium-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agenda Pameran Tabloid Gallery</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/05/agenda-pameran-tabloid-gallery/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/05/agenda-pameran-tabloid-gallery/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 03:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[2nd Surabaya Flora Gallery
19-27 April di Balai Pemuda Surabaya
(revisi)

============================
3th Surabaya Big Sale Flora Gallery
1-11 Mei di Bg Junction Surabaya
(kontes anthurium dan puring)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=167&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>2nd Surabaya Flora Gallery</strong></p>
<p><em><strong>19-27 April di Balai Pemuda Surabaya</strong></em></p>
<p><strong>(revisi)<br />
</strong></p>
<p>============================</p>
<p><strong>3th Surabaya Big Sale Flora Gallery</strong></p>
<p><em><strong>1-11 Mei di Bg Junction Surabaya</strong></em></p>
<p><strong>(kontes anthurium dan puring)</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=167&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/05/agenda-pameran-tabloid-gallery/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aspeni Keluarkan Direktori Tanaman Hias</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/31/aspeni-keluarkan-direktori-tanaman-hias/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/31/aspeni-keluarkan-direktori-tanaman-hias/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/31/aspeni-keluarkan-direktori-tanaman-hias/</guid>
		<description><![CDATA[Penuhi Permintaan Petani dan Eksportir
Penghobi tanaman hias sering bingung, kemana mereka akan menjual koleksinya. Begitu juga dengan para buyer dari luar negeri yang sering keliru dan bertanya kemana mereka mencari tanaman hias. Dari situ, jelas para pebisnis dan penghobi bingung, karena tak ada daftar khusus mengenai kebutuhan yang mereka cari.
Direktori adalah satu solusi tepat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=162&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>Penuhi Permintaan Petani dan Eksportir</b><br />
Penghobi tanaman hias sering bingung, kemana mereka akan menjual koleksinya. Begitu juga dengan para buyer dari luar negeri yang sering keliru dan bertanya kemana mereka mencari tanaman hias. Dari situ, jelas para pebisnis dan penghobi bingung, karena tak ada daftar khusus mengenai kebutuhan yang mereka cari.<br />
Direktori adalah satu solusi tepat yang memberikan semua kebutuhan tentang tanaman hias, baik untuk menjual maupun membeli yang segera dirilis oleh Asosiasi Pengusaha dan Petani Flora Indonesia (Aspeni) Jatim. Di situ, akan diberikan tentang daftar pedagang tanaman hias yang dipisahkan berdasarkan jenis dan lokasi.<br />
Sekretaris Aspeni Jatim dan Ketua Tim Direktori – Ir Dwie Retna Suryaningsih, mengaku sejak dulu Jatim cukup menonjol sebagai sumber budidaya tanaman hias. Para pelaku industri yang ada di dalamnya, baik pengusaha, pedagang maupun petaninya, dinilai mempunyai kualitas dan kuantitas memadai. Bahkan nilai estetika dan seni juga banyak hadir pada produk yang ditawarkan.<br />
“Kita bahkan sudah mampu melakukan ekspor dan itu membuktikan kualitas tanaman tak kalah dengan produksi negara lain,” imbuh Retna.<br />
Hanya dalam realisasinya di lapangan, ternyata banyak kebingungan yang muncul dari berbagai organisasi flora saat pembeli dari luar negeri datang. Sebab, tak ada daftar khusus yang memuat keberadaan produk tanaman hias bisa dibeli. Akibatnya, banyak pesanan tak bisa dipenuhi, terutama dari jumlah yang diinginkan.<br />
“Kami akhirnya sepakat untuk menerbitkan direktori sebagai panduan. Buku ini bisa jadi yang pertama di Indonesia, selain yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Pertanian pusat, tapi sifatnya masih sangat umum,” ujar Retna. “Keputusan ini dilakukan dari beberapa pertemuan yang cukup a lot, terutama untuk menentukan klasifikasi tanaman dan pelaku di dalamnya,” lanjutnya.<br />
Direktori yang tebalnya direncanakan sekitar 100 halaman ini akan menggunakan kertas ukuran A5. Komposisinya diisi 50% database tanaman hias, termasuk nama, alamat, dan spesialisasi dari grower atau petani. Sementara 25% diisi oleh pedagang, 10% dari pengusaha sarana dan produksi. Sisanya terdiri dari jasa-jasa lain terkait.<br />
“Jumlah itu belum pasti, karena data yang masuk masih harus diverifikasi. Untuk format buku akan mengambil contoh seperti halnya buku telepon, sehingga mempermudah pencarian. Iklan juga akan masuk di dalamnya. Untuk terbitan pertama akan dicetak sekitar 500 buah,” kata Retna.<br />
Distribusi akan diberikan gratis, karena biaya oprasional dan cetak diambilkan dari iklan dan donasi penggemar flora. Untuk lokasinya, direktori ini akan ada di lokasi-lokasi yang dibutuhkan, seperti perpustakaan, dinas-dinas, komunitas tanaman hias, dan para pengusaha. Target jangka pendek yang diinginkan adalah pembentukan jaringan dari pelaku tanaman hias.<br />
Sebab, saat ini sebagian besar pedagang dan petani tanaman hias berasal dari sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) yang kesulitan mengembangkan pasar, sehingga dari buku ini diharapkan bisa jadi satu panduan untuk melakukan pengembangan usaha.<br />
Toga Sirait, Ketua Gabungan Pedagang Tanaman Hias Kayoon Surabaya, menyambut positif dengan keluarnya direktori tentang tanaman hias. Sebab, saat ini pendataan dari Dinas Pertanian masih menitik-beratkan pada pertanian tanaman pangan. Sedangkan di sektor florikultura masih sedikit.<br />
“Kapasitas kami sudah termasuk dalam UKM yang berpotensi dan mampu ekspor. Munculnya direktori ini akan mempermudah pengusaha untuk melakukan strategi bisnis dan mapping,” ungkap Toga.<b> [wo2k]</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&blog=1429710&post=162&subd=tabloidgallery&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/31/aspeni-keluarkan-direktori-tanaman-hias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>