<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Informasi Tanaman Hias</title>
	<atom:link href="http://tabloidgallery.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabloidgallery.wordpress.com</link>
	<description>Hijau itu Indah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Aug 2011 20:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tabloidgallery.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ragam Informasi Tanaman Hias</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tabloidgallery.wordpress.com/osd.xml" title="Ragam Informasi Tanaman Hias" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tabloidgallery.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika Jatim jadi Pusat Anggrek Nasional</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2009/02/20/ketika-jatim-jadi-pusat-anggrek-nasional/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2009/02/20/ketika-jatim-jadi-pusat-anggrek-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 08:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anggrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/2009/02/20/ketika-jatim-jadi-pusat-anggrek-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Genjot Produksi dan Sosialisasi Pertanian Modern Tanaman apa yang tetap bertahan saat krisis ekonomi melanda Tanah Air? Jawabnya, anggrek. Kemudian tanaman apa yang tetap terjual tanpa mengikuti tren dan persiangan pasar tanaman hias?Jawabannya adalah anggrek. Dan tanaman apa yang memberikan gengsi pada pemiliknya, karena dikenal susah dipelihara?Jawabannya adalah anggrek. Anggrek memang tanaman sepanjang masa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=262&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Genjot Produksi dan Sosialisasi Pertanian Modern</strong></p>
<p>Tanaman apa yang tetap bertahan saat krisis ekonomi melanda Tanah Air? Jawabnya, anggrek. Kemudian tanaman apa yang tetap terjual tanpa mengikuti tren dan persiangan pasar tanaman hias?Jawabannya adalah anggrek. Dan tanaman apa yang memberikan gengsi pada pemiliknya, karena dikenal susah dipelihara?Jawabannya adalah anggrek.</p>
<p>Anggrek memang tanaman sepanjang masa yang terkenal dengan keindahan bentuk dan warna bunga. Di Tanah Air, hampir setiap daerah mempunyai jenis tanaman ini, baik yang ada di hutan maupun tinggal di rumah-rumah para kolektor. Beruntung sekali untuk wilayah di Jawa Timur (Jatim), karena wilayah ini mempunyai potensi anggrek terbesar di Indonesia.</p>
<p>Meski bisa tumbuh di wilayah panas, tetap saja lokasi yang dingin dengan jarak lebih dari 500 m dari permukaan air laut, jadi habitat terbaik tanaman ini. Di sini, Jatim menempatkan pelaku industri anggrek di kawasan Pacet-Mojokerto, Prigen-Pasuruan sampai Batu-Malang. Ketiga lokasi ini yang memberikan andil paling besar untuk menjadikan Jatim sebagai propinsi anggrek.</p>
<p>Menurut Pembudidaya dan Tokoh Anggrek Nasional asal Prigen Jatim, Wirakusuma S, potensi anggrek di wilayah ini lebih pada kombinasi silangan serta perbanyakan. Sebab, selain komunitas yang sudah terbentuk, pasar juga sudah merespon baik produk yang dihasilkan dari ketiga lokasi di Jatim ini. </p>
<blockquote><p>“Memang Kalimantan dikenal dengan anggrek asli hutan, namun secara kualitas dan kuantitas, Jatim punya keunggulan,” ujar Wirakusuma. </p></blockquote>
<p><span id="more-262"></span></p>
<p>Memang bila dilihat keberhasilan ini tetap didukung oleh pasar yang tetap stabil, tanpa terpengaruh terhadap fluktuasi kondisi ekonomi dan ternama tanaman hias. Sebab, bagaimana pun tanaman hias tetap bisa bertahan, bila tetap ada penghobi dan pembeli serta pembudidaya, sehingga rantai bisnis masih tetap berjalan.</p>
<p>Keberhasilan ini memang tetap ditunjang dari komitmen tiap-tiap pelaku industri tanaman anggrek. Sebab, di Tanah Air selain daerah kaki gunung Arjuno, Jakarta dan Bandung jadi lokasi yang cukup potensial dalam pengembangan anggrek. Di wilayah ini, banyak berdiri para petani anggrek dan pembudidaya yang mampu melakukan perbanyakan secara masal.</p>
<p>Pertahankan Produk Indonesia<br />
Sebagai tanaman yang bisa tumbuh baik dan banyak terdapat produk spesies asli, maka perbanyakan produk lokal jadi salah satu konsentrasi dari pelaku industri anggrek nasional. Sebab, saat ini memang masih banyak anggrek impor yang memenuhi pasar Indonesia, terutama dari Taiwan dan Thailand. Padahal bila dilihat dari kualitas, tidak ada bedanya, bahkan bisa lebih baik produk lokal. </p>
<p>“Kita masih kalah di proses perbanyakan,” tandas pria yang menggunakan bendera Edward&amp;Frans orchid ini. “Penyebabnya memang cukup kompleks, tapi bila dilihat dari teknologi, sebenarnya sudah dikuasai. Hanya mahalnya peralatan dan sumber daya yang ada, membuat proses perbanyakan masal hanya dilakukan oleh perseorangan. Akibatnya, tentu terjadi ketimpangan antara permintaan dan produksi yang mengakibatkan terjadinya impor produk,” lanjutnya. </p>
<p>Di situ dengan menggandeng Deptan, komunitas anggrek, seperti Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) maupun Asosiasi Pedagang Anggrek Indonesia (APAI), membuat program untuk melakukan perbanyakan spesies unggulan Indonesia. Langkah ini dinilai sangat penting untuk menunjukan citra anggrek nasional di mata internasional. Selain itu, juga untuk membentuk satu ciri khas produk dari nusantara.</p>
<p>Jalur Ekpor Mulai Fleksibel<br />
Dari data Departemen Pertanian (Deptan) sendiri, ekspor anggrek nasional tahun 2006 hanya US$ 1,5 juta. Angka ini sangat kecil dibandingkan nilai perdagangan anggrek internasional yang mencapai  US$ 250 juta. Kendalanya, selain dari produksi juga jalur birokrasi yang cukup memberatkan.</p>
<p>Untuk ijin ekspor anggrek disamakan dengan ekspor komoditas lainnya dari perusahaan besar dengan segala kelengkapannya. Sedangkan untuk petani anggrek, sebagian besar dalam kelas Usaha Kecil Menengah (UKM), sehingga banyak yang memutuskan untuk menghindari menjual ke pasar luar negeri, mengingat syaratnya yang sulit.</p>
<p>“Mulai akhir tahun 2007 kemarin, khusus untuk anggrek syarat itu dipermudah dan petani UKM sudah bisa memasarkan produknya keluar negeri,” ujar Wirakusuma. “Langkah ini tentu disambut gembira oleh pelaku industri anggrek, karena pasar luar negeri memang sangat besar, terutama di Singapura, Belanda, Taiwan, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Kanada,” tambahnya. </p>
<p>Terlebih saat musim gugur di negara sub-tropis, maka bunga didatangkan langsung dari luar dan itu jadi pasar yang sangat efektif. Dengan ekspor yang mulai tumbuh, maka setidaknya akan ada peningkatan kualitas dari petani anggrek. Dan efek multi-player akan dinikmati oleh industri pendukungnya. Kelemahan yang ada saat ini adalah kurangnya modifikasi anggrek yang dilakukan oleh petani anggrek untuk menghasilkan satu jenis baru yang bisa jadi simbol atau ciri khas. </p>
<p>“Di luar negeri, petani anggrek kerjaannya melakukan silangan untuk cari hasil baru,” imbuh Wirakusuma. </p>
<p>Selanjutnya, dari hasil ini ditawarkan pada industri budidaya besar untuk diperbanyak dan dipasarkan. Dari sistem tersebut, akhirnya membuat produksi anggrek jadi lebih banyak dengan memunculkan jenis baru. </p>
<p>“Metode seperti ini yang harusnya ditiru, baik oleh petani maupun pemerintah,” tegas Wirakusuma. </p>
<p>Langkah ini juga sebagai proteksi anggrek nasional, karena koleksi penting, seperti paphiopedilum javanicum, phalaenopsis javanica, dan phalaenopsis gigantia saat ini lebih banyak dimiliki kolektor dari luar Indonesia, seperti kolektor dari Taiwan, Thailand, dan Eropa. [wo2k]</p>
<p>Boks<br />
Even untuk Pendidikan<br />
Berbicara mengenai even, ditemui saat even bertajuk Anggrek Show di Surabaya awal bulan April ini, pencipta anggrek dendrobium Indonesia Raya ini mengaku lebih menitik-beratkan pada pendidikan. Sebab, bagaimana pun proses sosialisasi harus tetap berjalan untuk menjaring para penghobi baru dan lebih penting lagi adalah regenerasi.</p>
<p>Di situ, even yang digabungkan dengan acara tahunan PAI Surabaya ini, jadi ketiga kalinya setelah Bandung dan Jakarta. Sebab, selain bursa, kontes serta workshop, juga digelar untuk memberikan ilmu dan inspirasi bagi pelaku industri anggrek. Bahkan, panitia juga mengundang penghobi anggrek dari luar negeri, seperti Thailand, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Philipina.</p>
<p>Selain itu, peserta lokal selain dari Jatim juga dari Sulawesi Tengah, Jogjakarta serta Sumatera. Sayangnya, kemeriahan dari even terbesar awal tahun ini sedikit ternoda dengan ulah oknum tiketing yang secara sengaja mengambil untung dari pengunjung yang datang. </p>
<p>Modusnya, tiket yang sudah dibeli di kasir tidak disobek oleh penjaga pintu, tapi disimpan untuk dikembalikan lagi ke kasir untuk dijual kembali. Namun insiden ini tentu tidak mempengaruhi kemeriahan dan semarak anggrek, karena memang tidak ada even yang sempurna [wo2k]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=262&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2009/02/20/ketika-jatim-jadi-pusat-anggrek-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Penjurian Bonsai (2 Habis)</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/11/12/konsep-penjurian-bonsai-2-habis/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/11/12/konsep-penjurian-bonsai-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 09:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bonsai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Pahami Aturan untuk Juara Menang-kalah dalam kontes memang tak bisa dipastikan, tapi semakin dekat dengan konsep penjurian, maka nilai tinggi akan lebih mudah dicapai. Tanpa menghilangkan nilai idealisme seni, bonsai tetap memberikan nilai tinggi. Bahkan dengan melihat aturan tersebut, mampu meningkatkan ketajaman seni dari pebonsai pemula. Wawang Sawala, Juri Bonsai Indonesia, mengaku kalau masih ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=257&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Pahami Aturan untuk Juara</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><a href="http://farm4.static.flickr.com/3196/3023944875_b04a60eb36.jpg?v=0"><img class="alignleft" src="http://farm4.static.flickr.com/3196/3023944875_b04a60eb36.jpg?v=0" alt="" width="500" height="402" /></a>Menang-kalah dalam kontes memang tak bisa dipastikan, tapi semakin dekat dengan konsep penjurian, maka nilai tinggi akan lebih mudah dicapai. Tanpa menghilangkan nilai idealisme seni, bonsai tetap memberikan nilai tinggi. Bahkan dengan melihat aturan tersebut, mampu meningkatkan ketajaman seni dari pebonsai pemula.</em></p>
<p class="MsoNormal">Wawang Sawala, Juri Bonsai Indonesia, mengaku kalau masih ada pebonsai yang ikut dalam kontes, tapi tak mengerti apa saja yang dinilai. Sebab, masih banyak yang menilai bonsai sebagai satu karya seni yang hanya dilihat sebagai seni tanpa ada aturan baku.</p>
<p class="MsoNormal">Padahal bila dilihat ke belakang – di edisi <em>Tabloid Gallery</em> sebelumnya – kontes bonsai penuh dengan tahapan penilaian yang kompleks. Akhirnya yang ada saat kontes adalah peserta protes kenapa miliknya tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Saat dibalik Tanya, apa mereka mengerti apa saja yang dinilai, baru mereka diam. Dan ironisnya, hampir di setiap kontes akan muncul pebonsai yang mengungkapkan kekecewaan yang sama, tanpa tahu sebabnya,” ungkap Wawang.<span id="more-257"></span></p>
<p class="MsoNormal">Padahal hal seperti ini bisa dihindari dengan mengetahui dan mau belajar apa saja yang harus disiapkan, mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk ditampilkan. Sebab, bagaimana pun juri tetap mengacu pada <em>draft</em> yang sudah disetujui oleh perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan tentunya, para juri yang diambil memang mempunyai kompetensi yang sesuai. Bila aturan sudah dipahami, maka akan mudah untuk memprediksi hasil yang keluar dan bila tak sesuai bisa dilakukan diskusi dengan juri.</p>
<p class="MsoNormal">“Kalau peserta sudah mengetahui materinya, itu lain soal, karena jadi satu diskusi positif, bukan debat kusir. Dari situ, maka akan muncul pembelajaran baik bagi penghobi maupun juri,” ujar Wawang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk penilaian, juri akan menggunakan lima skala, yaitu mulai dari kurang dengan nilai 51-60, kemudian cukup mulai dari 61-70, baik nilai 71-80, dan terakhir sangat baik 81-90. Pada penentuan bendera, maka akan ada akumulasi nilai, dimana berhak menyandang bendera merah dengan nilai di atas 321.</p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan satu tingkat di bawahnya, antara 301-320 dan di level paling bawah untuk mendapatkan bendera dengan kisaran nilai 281-300. Biasanya, bendera merah akan menempati bagian yang terbaik. Sedangkan untuk posisi di bawahnya, ada yang mengguankan warna kuning dan hijau.</p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Lekukan Indah di Gerak Dasar</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pada penilaian di gerak dasar, maka fokusnya adalah di akar dan batang, sehingga pebonsai harus memperhatikan kemana arah gerakan akar dan batang. Bagi para senior, tentu sudah mengerti mana yang baik dan tidak, tapi untuk pemula cukup kesulitan untuk membentuk bagian akar dan batang.</p>
<p class="MsoNormal">Akar harus memperlihatkan kekuatan untuk menopang batang dengan minimal tiga titik. Akan lebih baik, bila akar terlihat melingkar dari seluruh bagian batang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Tiga titik jadi angka minimal untuk menopang dan itu harus dimiliki. Sebab akar mempunyai tiga fungsi, yaitu menahan pohon, menentukan keberadaan, dan tentunya fungsi utama menyerap makanan,” terang Wawang.</p>
<p class="MsoNormal">Bentuk batang juga akan mempengaruhi gerakan akar, karena di batang yang miring maka akar harus lebih kuat pada arah condongan untuk menahan batang. Jika batang ke kanan, maka akar harus lebih banyak di bagian kanan, bukan di kiri. Jadi bila mendapatkan akar yang kurang seimbang, bisa dilakukan penempelan untuk memperkuat/memperbesar bagian akar. <strong></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Gerakan batang juga akan mempengaruhi, selain dari ukuran yang makin kecil ke puncak liukan lebih baik bila tidak berkesan datar. Contohnya, untuk gaya <em>in</em>-formal liukan harus mampu memberikan dimensi dengan gerakan ke depan kiri dan kanan. Jadi, saat melakukan tekuk batang harap dipertimbangkan konsep ini.</p>
<p class="MsoNormal">Karakter tua juga masuk dalam gerak dasar, sehingga jenis yang mampu mengeluarkan karakter tua, seperti santigi maupun cemara udang maupun beringin, mampu memberikan nilai yang baik. Dengan kontur pecah di batang, terutama pada senitigi, mau-tidak-mau jenis ini punya kelebihan.</p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Proporsional untuk Kematangan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Kematangan lebih menunjukkan adanya satu keseimbangan ukuran antara akar, batang, cabang, dan ranting. Di sini, kombinasi ke semua bagian akan membentuk satu visualisasi yang indah. Jadi bila batang yang muncul mempunyai diameter sekitar 5 cm, maka cabang yang keluar setidaknya mempunyai ukuran 2-3 cm.</p>
<p class="MsoNormal">“Untuk bagian ini, orang awam biasanya sudah bisa merasakan apakah ukurannya seimbang atau tidak,” imbuh Wawang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kelengkapan tanaman juga memberikan nilai untuk melihat ketuaan tanaman, dimana semakin lengkap bagian tanaman, nilainya makin tinggi. Namun bukan berarti banyak cabang akan memperbanyak nilai, karena yang diutamakan adalah bagian fisiologis, yaitu akar, batang, cabang, ranting, dan daun.</p>
<p class="MsoNormal">Dengan posisi yang lengkap, maka dimensi atau kesan besar dan jauh dari pohon harus terlihat. Caranya, bisa dengan memberikan gerakan cabang atau ranting di bagian belakang tanaman. Posisi batang juga menentukan penilaian. Contohnya, gaya tegak ke atas baik diletakkan di tengah pot. Jadi, pot dan tanaman jadi satu-kesatuan bentuk yang tak bisa dipisahkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Keserasian dari Kombinasi Aksesoris </strong></p>
<p class="MsoNormal">Pada poin keserasian, ini jelas harus menunjukkan proporsi dan keserasian dari semua bagian tanaman, termasuk masalah kesehatan. Di sini jelas sehat harus didapat dengan ciri daun yang mengkilat. Lalu, bagaimana dengan bonsai yang menggunakan gaya rontok daun?</p>
<p class="MsoNormal">“Rontok masih bisa tergolong sehat, seperti halnya pohon jati saat musim meranggas akan kehilangan semua daunnya. Bahkan untuk gaya ini, nilainya sering mendapatkan apresiasi bagus, karena jarang yang berani melakukannya. Selanjutnya adalah peletakan dalam pot,” kata Wawang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Posisi akan menentukan prestasi, memang bukan hanya slogan buat mencontek. Sebab, di bagian ini akan memberikan nilai cukup besar. Kombinasi serasi antara pohon dengan pot, jadi hal penting, terutama dari bentuk, kedalaman, dan warna. Bentuk pot bulat akan baik digunakan pada gaya ke atas tegak dengan cabang dan melingkar. Sementara warna, memang lebih mencerminkan kesan tua dengan coklat tua maupun coklat muda.</p>
<p class="MsoNormal">Kemudian untuk menjadikan tanaman berkesan tua, tentu harus mempunyai bagian yang mati, tapi tetap menempel. Di bagian ini tentu akan memberikan kesan tua yang kental, apalagi bila dilakukan penghalusan untuk memunculkan warna alami kayu. Hindari penggunaan cat, karena juri akan memberikan catatan khusus. Selain itu, melakukan penempelan batang mati untuk memberikan kesan tua masih belum diijinkan.<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Hukum Alam di Penjiwaan <span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Keseimbangan optik di sini jelas mengutamakan kemudahan dalam melihat bonsai. Artinya, bentuk keseluruhan tanaman tidak ada kejanggalan. Jadi, sangat penting untuk memperhatikan tajuk berdasarkan sinar matahari. Di sini tajuk yang terkena sinar langsung harus lebih besar dibandingkan yang tertutup.</p>
<p class="MsoNormal">Selanjutnya adalah gerakan batang yang akan mencirikan dimana dia tumbuh, sehingga tak sekedar mengolah gaya, tapi harus berdasarkan hukum alam. Contohnya, untuk tegak lurus harus mencirikan tumbuh di wilayah yang luas, sehingga cabang dan ranting punya gerakan lebih bebas.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bonsai sebagai karya seni, mau-tidak-mau harus memberikan pesan yang menyesuaikan dengan kondisi fisiologisnya. Contohnya, bonsai yang hidup di daerah gersang harus mencirikan kesulitan mendapatkan air. Begitu juga untuk daerah yang subur, maka tanaman harus terlihat gemuk dan sehat. <strong>[wo2k]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=257&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/11/12/konsep-penjurian-bonsai-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3196/3023944875_b04a60eb36.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fosfor dan Kalium</title>
		<link>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/08/06/fosfor-dan-kalium/</link>
		<comments>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/08/06/fosfor-dan-kalium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 09:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tabloidgallery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aglaonema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabloidgallery.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pupuk Terbaik Aglaonema Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas. Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=249&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pupuk Terbaik Aglaonema</strong><br />
Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.</p>
<p>Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir semua pupuk akan mengambil unsur ini sebagai poin penting. Hanya yang membedakan adalah jumlah komposisi dan kandungan zat terlarut yang dimasukkan.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3092/2737520931_9c674c5ec4_m.jpg"><img alt="" src="http://farm4.static.flickr.com/3092/2737520931_9c674c5ec4_m.jpg" class="alignright" width="240" height="212" /></a>Kondisi perbedaan komposisi NPK memang harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan tahapan usia tanaman. Sebab saat bibit, remaja, dewasa, dan indukan punya kebutuhan unsur makro yang tak sama. Jadi untuk perkembangan maksimal, kebutuhan pupuk juga harus menyesuaikan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan.</p>
<p>Aglaonema memang unik, karena pertumbuhan tanaman diupayakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu mengeluarkan karakter warna. Di sini, kebutuhan kedua faktor itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan unsur P dan K yang mempunyai komposisi lebih besar. Namun bukan berarti Nitrogen (N) dilupakan, karena unsur ini tetap dibutuhkan, tapi untuk usia aglaonema dewasa kebutuhan unsur ini tak terlalu besar.<br />
<span id="more-249"></span><br />
Unsur P dalam bentuk H2 PO4-HPO4 2 -sangat penting untuk proses respirasi yang ada di bawah permukaan daun melalui stomata. Selanjutnya untuk regenerasi, yaitu membentuk pembelahan sel. Fosfor juga berperan penting dalam penyusunan asam nukleat dan molekul ATP untuk transfer energi.</p>
<p>Baik bila terjadi proses yang terjadi di permukaan daun, seperti respirasi dan transfer energi, maka otomatis struktur yang dimiliki juga mengikutinya. Pada daun aglaonema akan membuat daun terlihat lebih mengkilat dan warna lebih keluar. Sebab, P juga mendukung proses fotosintesis sebagai pabrik pengolahan makanan di tanaman. </p>
<p>Gejala kekurangan unsur P akan menyebabkan,warna hijau daun lebih gelap dari yang normal. Selain itu, daun di bagian bawah sering berwarna keunguan, terutama diantara tulang-tulang daun. Parahnya, di tahap kritis daun akan terlihat rapuh dan mudah layu, seperti tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan akhirnya menghambat pertumbuhan daun baru aglaonema.</p>
<p>Dari paparan itu, jelas penting untuk memenuhi kandungan P dalam pot aglaonema. Sebab, sebagai tanaman yang dipelihara dalam pot sirkulasi unsur hara lebih rendah dibandingkan penanaman dalam tanah, sehingga wajib diberikan unsur tambahan dengan memberikan pupuk NPK. Selain dari kimia, unsur P secara organik bisa ditambahkan dari humus daun bambu, tapi harap dijaga sterilisasinya untuk menghindari bakteri masuk </p>
<p>Unsur lain yang juga memegang peranan penting adalah Kalium (K) dalam bentuk ion K+ yang larut dalam air tanah. Kalium akan memberikan bantuan untuk pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, juga memperkuat jarngan tanaman sekaligus membentuk anti-bodi untuk melawan penyakit. Unsur ini juga ikut mengaktifkan enzim, terutama yang terkonsentrasi pada jaringan meristem.</p>
<p>Kekurangan unsur ini jelas akan membuat tanaman mudah terserang penyakit dan ini tentu akan merusak keindahan aglaonema. Struktur daun bisa berubah dan berwarna kuning dimulai dari tepi daun menuju ke pusat/tengah dan akhirnya mati. Di bagian akar akan menyebabkan kekerdilan yang berujung berkurangnya kemampuan untuk menyerap makanan, sehingga tanaman akan kekurangan nutrisi.</p>
<p>Menghindari hal itu, tentu harus ada asupan lebih unsur K yang membuat tanaman tahan penyakit dan punya struktur kuat, baik dari batang, tangkai daun maupun daun.<br />
Untuk memilih kadar P dan K yang lebih tinggi, caranya mudah. Selain bertanya pada pejual, bisa juga dilihat pada kemasan. Saat membeli pupuk, pasti akan terlihat tiga kombinasi angka yang sejajar. Contohnya 10-15-18, kombinasi ini menandakan kadar unsur secara berurutan, mulai dari N, P, dan K. Jadi, kadar unsurnya adalah N-10%, P-15% dan K-18%. [bayu]   </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tabloidgallery.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tabloidgallery.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tabloidgallery.wordpress.com&amp;blog=1429710&amp;post=249&amp;subd=tabloidgallery&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/08/06/fosfor-dan-kalium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04966d50be4131aadd01fa574cb4c0c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tabloidgallery</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3092/2737520931_9c674c5ec4_m.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
