Oleh2 dari kontes Adenium Jombang

Adenium Jombang

Tanaman hias saat ini memang sedang digandrungi banyak orang. Buktinya, di setiap even tanaman hias selalu dipenuhi para hobbies. Salah satunya di even Jombang Edenium Expo 2007 yang digelar mulai 22 Juli hingga 2 Agustus mendatang di Alun-alun Jombang.

Diikuti oleh 256 peserta, even ini memperebutkan rekor nasional adenium. Selain itu, di tingkat bursa tanaman hias diikuti oleh 72 stan yang bisa membukukan nilai Rp 600 juta dalam empat hari saja.

 

Adenium Expo sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Paguyuban Pecinta Adenium (PPADI) Jombang. Biasanya, agenda ini dilaksanakan dua kali dalam setahun. Sebelumnya, PPADI Jombang menggelar pameran yang sama untuk tingkat regional sekaligus deklarasi kepengurusan pada Desember tahun 2006 lalu.

 

Dari suksesnya even regional yang sudah digelar itu, maka PPADI kembali mencoba menggelar kontes yang sama, tapi skala ditingkatkan jadi nasional. Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya untuk memberikan penghargaan bagi para pecinta adenium, baik di Jombang maupun di tingkat nasional.

Pemenang jombang

Sekretaris Panitia Jombang Adenium Ekspo, Tinop Harsono, mengatakan awalnya pihak panitia dari PPADI Jombang sempat kesulitan mencari dana awal. Sehingga tercetus ide untuk mengeluarkan saham untuk menghimpun dana, dimana setiap lembarnya dipatok Rp 100 ribu. Hasilnya, ternyata cukup baik dan even tetap berlangsung

Mengambil lokasi di Alun-alun Jombang, panitia sempat kebingungan dalam menentukan jumlah stan pameran. Salah satu indikatornya adalah kepuasan dari peserta dilihat dari omzet penjualan saat pemeran, dimana makin banyak stan pasti akan mengurangi omzet, karena pesaing makin banyak. Namun untuk membatasi stan akan berpengaruh dengan biaya operasional sewa.

€Kami putuskan untuk membuka 72 stan dan ternyata permintaan jauh lebih besar, imbuh Harsono. “€œBahkan satu minggu sebelum pameran, seluruh stan yang disiapkan sudah habis terjual. Akibatnya, banyak masukan dari pembursa untuk menambah stan.

“Tapi dari pertimbangan ekonomi, panitia hanya membatasi pada jumlah yang tersedia, “lanjutnya.

Keputusan membatasi peserta ternyata tepat, karena dari pembursa selama even bisa meraup penjualan antara Rp 2-3 juta setiap harinya. Dengan lama even 10 hari, bisa dilihat berapa keuntungan yang bisa diraup dari pembursa. Imbas ke panitia tentu gelaran berikutnya sangat dinanti.

Memang di wilayah Jombang frekuensi pameran tanaman hias tak begitu sering. Bahkan selama tahun 2007 ini, baru PPADI yang menggelar even ini sekaligus kompetisinya. Sehingga bisa diprediksi bahwa pasar akan mersepon baik, terutama untuk penjualan tanaman, baik eceran maupun partai.

Parade

Besarnya minat beli masyarakat Jombang diakui oleh Djuwono, Petani Kaktus Kediri, yang ikut dalam pemeran ini. Ia mengaku, sejak hari pertama pemeran, omzet penjualan bisa mencapai Rp 2 juta. Padahal setiap item kaktus yang dijual mempunyai nominal kecil, yaitu untuk kaktus hias kecil hanya dijual Rp 5 ribu setiap potnya.

Djuwono mengakui kalau untuk kaktus sendiri memang masih mempunyai pembeli loyal, selain memang antusias warga Jombang juga tinggi. Apalagi menjelang senja hingga malam hari, ia mengaku tak sempat istirahat, karena ramai pembeli.

“€œBiar cape badan, tapi kalau dagangan laris, nggak masalah,”€ tandas Djuwono

Selain di kelas kaktus, beberapa pembursa yang ikut juga mengalami kondisi yang sama, salah satunya Khodir dari Flora Indah Jombang yang mengaku laris-manis dalam pameran ini. Membawa koleksi adenium dan beberapa anakan jenmanii, dalam satu harinya ia bisa menjual hingga Rp 1 juta lebih.

Peserta Kontes Pecahkan Rekor Nasional

Dengan diikuti 256 peserta kontes adenium, menjadikan even ini sebagai pemecah rekor dengan peserta terbanyak, baik di kota Jombang maupun di tingkat nasional. Sebelumnya rekor dipegang pada even di Cibubur Jawa Barat, dengan jumlah peserta mencapai 170-an. Rekor tersebut membuat panitia harus kerja ekstra keras, terutama untuk penjurian.

Dari target dua hari selesai dengan jumlah peserta yang masuk, membuat juri harus bekerja maraton selama empat hari. Selain keahlian dari juri, khusus untuk even Jombang dituntut mempunyai stamina yang prima, karena harus bekerja siang-malam merampungkan kompetisi.

Juri yang diambil oleh panitia dari PPADI Pusat, sehingga ada enam juri dari enam kota. Diantaranya dari Denpasar, Jember, Probolinggo, Ponorogo, Solo, dan Surabaya.

“€œTarget menyelesaikan penilaian selama dua hari ternyata molor hingga Kamis (27/7) malam. Akhirnya, bendera untuk pemenang baru bisa kami tancapkan,”€ kata Tinop.

Peserta kontes sendiri dibagi dua, yaitu untuk kelas nasional dan lokal. Tinop mengaku, cukup terkesan dengan apresiasi lomba dari peserta lokal yang berasal dari sekitaran Jombang yang mencapai 121 bunga. Sementara untuk tingkat nasional diikuti oleh 135 peserta. Tingginya peminat kompetisi lokal ini diharapkan untuk regenerasi, terutama bagi PPADI. Selain itu juga sebagai inspirasi bagi penghobi pemula.

Selama penjurian memang banyak wajah lama yang mengisi kompetisi, termasuk pemenang dari kategori nasional. Kesulitan juri sendiri dirasakan saat masuk dalam ketegori prospek besar yang banyak dimasuki pemain baru. Bagi pemenang kategori prospek besar akan maju ke kelas paling bergengsi, yaitu Total Performance. Sehingga perlu ketelitian lebih, supaya akurasi penilaiannya bisa sempurna.

Setelah bekerja siang-malam, sejak Senin (23/7) lalu, akhirnya pada Kamis (27/7) malam, pemenang bisa diputuskan. Di kelas paling bergensi-Total Performance Besar Nasional diraih oleh adenium milik Sanggar dari Jombang. Sementara di kelas exhibition atau lokal untuk kategori Prospek Besar diraih oleh bunga milik Wahab dari Gresik (detail pemenang bisa dilihat di table).

Dukungan Pemda Masih Minim

Meski meraih sukses, event Adenium Jombang Expo ini memberikan satu ganjalan tersendiri, yaitu minimnya dukungan, baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Padalah secara nasional, kompetisi ini banyak memberikan nilai tambah bagi kota seribu pesantren ini.

€œSaat ini kami hanya menginginkan adanya dukungan moral, terutama dari instansi terkait dalam industri tanaman hias,” kata Tinop. “Salah satu kekecewaan kami adalah tidak hadirnya perwakilan Dinas Pertanian pada saat pembukaan acara. Padahal Bupati Jombang, Suyanto, menyempatkan hadir dan membuka langsung acara ini,” tambahnya.

Untuk ke depannya, panitia berharap Pemda bisa memberikan satu apresiasi terhadap perkembangan tanaman hias, supaya ikut membangun satu komoditi besar di bidang tanaman hias, minimal Indonesia bisa seperti negara importir tanaman hias terbesar di Asia, yaitu Thailand dan Taiwan. Mengingat, saat ini mulai marak usaha tanaman hias yang dikelola secara lokal atau tradisional.

€œ”Kami berharap Pemda juga mewadahi dan mendukung penghobi pemula. Mengingat, kompetisi kali ini 65% peserta berasal dari Jombang, “ujar Tinop. [wowok]

6 thoughts on “Oleh2 dari kontes Adenium Jombang”

  1. saya kira kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mengagumi keindahan suatu tanaman dan bagus untuk mengenalkan potensi daerah. semoga kedepannya sering diadakan event seperti ini lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s