Raih Jutaan Rupiah dengan Impor Bunga Thailand


murtadji-ok2.jpg

Sosoknya sederhana. Kemana-mana selalu menguntai senyum. Tapi siapa sangka, pria sederhana ini adalah pengusaha tanaman hias yang berhasil mengimpor euphorbia dari Thailand.

Warna-warni euphorbia Thailand yang indah dan bunganya yang semarak bergerombol telah menarik hati Murtadji, pemilik Setyawati-Murtadji (SM) Garden di Kandat Kediri. Kecintaan pria kelahiran Kediri, 10 November 1949, ini pada euphorbia dimulai dari tahun 2005. Sejak saat itulah ia mulai mengoleksi euphorbia sedikit demi sedikit.

Ia tak menyangka setelah koleksi euphorbia Thailand-nya banyak, ternyata tahun 2006 lalu euphorbia Thailand juga jadi tren di Kediri. Saat itu euphorbia yang ada di Kediri dan beberapa kota besar di Indonesia, seperti kota Surabaya dan Malang, harganya masih tinggi hingga puluhan juta.
Melihat nilai euphorbia yang tinggi itu, akhirnya Murtadji membaca peluang usaha di bidang tanaman hias yang saat itu masih asing, khususnya di daerah Kediri. Sementara permintaan pasar akan euphorbia di daerah Kediri makin banyak, maka Murtadji mengembangkan hobinya itu jadi sebuah bisnis tanaman hias kecil-kecilan.

Meski banyak jenis tanaman hias, seperti anthurium, aglaonema, dan adenium, pria murah senyum ini tak bisa ke lain hati. Hatinya tetap ‘jatuh cinta’ pada tanaman hias jenis euphorbia.

Dengan dibantu puteri sulungnya, Dian Wulandari, lantas bisnis tanaman hiasnya diawali dari pencarian nurseri melalui internet. Setelah browsing beberapa situs nurseri di internet, akhirnya Murtadji dan puteri sulungnya itu menemukan negeri Thailand sebagai penyedia bibit euphorbia terbaik.

Mereka berhasil menemukan NTK-Crown of Thorns, sebuah nurseri di Bangkok yang menyediakan bibit euphorbia. Transaksi pembelian dilakukan secara online.

Namun impor euphorbia ini terbentur masalah birokrasi, karena Murtadji belum mengantongi ijin Menteri. Setelah mengurus ijin Menteri, mereka masih buta tentang masalah karantina tumbuhan dan impor barang.

num-choke.jpg

Setelah semua ijin dan prosedur impor bisa dipenuhi, akhirnya pada bulan Juli tahun 2006 lalu, Murtadji bisa mengimpor 5000 batang euphorbia dari Thailand. Kini semua urusan perijinan dan pembelian barang secara impor diserahkan sepenuhnya oleh Murtadji pada puteri sulungnya tersebut.

  • Impor Euphorbia Thailand

Selama setahun lebih berkelana di dunia euphorbia, kini Murtadji aktif mengimpor euphorbia dari Thailand setiap dua minggu sekali. Bagi pria murah senyum ini, euphorbia merupakan jenis tanaman hias yang membawa keberuntungan tersendiri baginya. Padahal sebelumnya, ia sempat menekuni tanaman jeruk siam, perbenihan pohon gaharu, dan peternakan ikan pangasius. Namun entah kenapa, setahun belakangan, hatinya bertekuk lutut pada euphorbia. ”Saya jatuh cinta pada dompolan bunga euphorbia. Bagi saya, warna-warni bunganya sungguh menakjubkan,” kata Murtadji. ”Mahkota bunganya bagus, tak gampang rontok, dan muncul melingkar memenuhi tajuknya. Itu sebabnya euphorbia dinamakan crown of thorn. Apalagi tanaman asal Madagaskar ini tak pernah berhenti berbunga,” lanjutnya.

Ia mengaku, cukup menikmati momen saat bunga euphorbia mekar secara bergantian sepanjang tahun. Keluarnya setiap bunga memang tidak bersamaan, tapi bunga yang rontok akan digantikan bunga lain yang masih kuncup. Tak salah lagi bila hadirnya pak sien hwa – si bunga delapan dewa ini diyakini membuat rumahnya lebih semarak dengan warna-warni bunganya. Bunga berbentuk angka 8 menjadi simbol kesejahteraan, kesuksesan, kemakmuran, dan keberuntungan.

profil-1.jpg

”Dari beberapa mitos, memajang poysian-sebutannya di Thailand di depan rumah dipercaya mampu menolak bala dan menangkal roh jahat,” ujar pria tiga orang anak ini. Biasanya Murtadji mengimpor kurang lebih 5000 batang euphorbia dalam dua minggu sekali. Ini ia lakukan untuk memenuhi permintaan pasar akan tanaman hias jenis euphorbia. Menurutnya, saat ini euphorbia asal Thailand cukup diminati, karena euphorbia Thailand memiliki beragam warna yang cerah.

Warna-warna yang paling disukai oleh pembeli adalah warna-warna mencolok, seperti kuning dan merah. Jenis euphorbia yang paling disukai orang adalah sri supharat yang memiliki bunga warna merah darah dan diameter mahkota bunganya berkisar dari 6-8 cm, manee jinthana berwana merah dengan garis hijau yang memiliki diameter mahkota bunga 8-10 cm.

Kemudian num choke yang memiliki warna kuning dengan sudut hijau dan oranye dengan diameter mahkota bunga 6-8 cm. Namun bukan berarti yang berwarna lembut, seperti pink dan putih tidak disukai. Siam ruby adalah euphorbia warna pink yang paling populer. Apalagi siam ruby mau membentuk 16-20 bunga dalam satu cluster dan memiliki batang lurus. Udom sub adalah euphorbia warna putih yang paling disukai, karena memiliki mahkota bunga yang lebar, yaitu 8-10 cm.

Murtadji mengaku, permintaan pasar terhadap euphorbia akan meningkat ketika musim kemarau, karena saat itu euphorbia akan semarak berbunga. Kebetulan pembeli menyukai euphorbia yang sudah berbunga. profil-2.jpg

Dari kecintaannya akan euphorbia itu, kini Murtadji berhasil meraup untung hingga puluhan juta rupiah dan mengembangkannya sebagai bisnis profesional hingga saat ini. Bahkan saat ini, Murtadji berhasil mengurangi tingkat pengangguran, khususnya di daerah Kediri, karena setiap panen euphorbia, ia merekrut belasan hingga puluhan tenaga kerja yang direkrut dari golongan petani.

  • Miliki Adenium Kebanggaan

Meski mencintai tanaman hias jenis euphorbia, Murtadji ternyata memiliki adenium kebanggaan yang berumur 25 tahun. Adenium tersebut ia namai sebagai pohon kipas, karena bentuknya yang menyerupai kipas. Adenium kipasnya itu merupakan adenium lokal yang memiliki tinggi mencapai 4 meter dan lebar 7 meter. Awalnya ia hanya ber-eksperimen. Maklum tanaman hias baginya sudah menjadi bagian dari hidupnya, maka sekitar 25 tahun yang lalu, ia membeli adenium lokal.

Kebetulan adenium lokal yang ia beli itu banyak sulur (cabangnya), maka terpikirlah ide untuk membuat sulurnya itu jadi bentuk kipas. Ia menggunakan sebilah bambu dan kawat sebagai penyangga. Sebilah bambu dan kawat itu ia gunakan untuk rambatan sulurnya, sehingga secara otomatis tumbuhlah adenium bentuk kipas itu.

Bahkan belakangan, Murtadji mencoba metode eksperimennya itu ke dalam adenium Taiwan, tapi ternyata ekspreimennya itu gagal tak seperti pada adenium lokal yang bisa dibentuk berbagai macam benda sesuai keinginan pemiliknya. Adenium bentuk kipas kebanggan Murtadji tersebut kini jadi maskot dari SM Garden. [cher]

2 thoughts on “Raih Jutaan Rupiah dengan Impor Bunga Thailand”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s