Salam Redaksi

Edisi Perdana

Tanaman hias menjadi sebuah fenomena. Para pecinta tanaman hias kini tidak hanya didominasi oleh kalangan proletar, namun kalangan kelas atas juga ikut mencintai flora. Yup, warnanya yang indah, dan faktor fungsional sebuah tanaman yakni mengurangi polusi udara sudah menjadi daya tarik tersendiri.

Tanaman hias kini bukan lagi sebagai penghias dan penyejuk rumah Anda. Warna bunganya yang indah, serta daun yang lebar membuat sedap dipandang, terlebih faktor fungsional sebagai pembuat oksigen membuat rumah penghuninya menjadi sejuk.

 

Bagi pemilik nurseri, tanaman hias kini sudah menjadi ladang bisnis yang mampu mendatangkan rupiah. Keuntungan mendatangkan (impor) tanaman hias dari luar negeri tenyata cukup menggiurkan, Akan tetapi kehadiran produk impor ini menimbulkan kesan (image) atau citra negatif dan menurunkan apresiasi masyarakat akan produk hortikultura nasional.

Kehadiran Tabloid Gallery, sebagai media yang mengulas tentang tanaman hias memang cukup terlambat, tapi sesuai kata pepatah, “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”. Di edisi perdana ini, Tabloid Gallery hadir dengan format berani. Yakni menampilkan liputan khusus/wawancara ekslusif dengan nursery dari Thailand, yang berisi teknik pembibitan adenium. Selama ini, Thailand memang dikenal sebagai importir tanaman hias terbesar. Alasannya, karena penampilan, kemasan, dan kualitas produk disana jauh lebih baik. Sementara, untuk produk hortikultura, Thailand mampu memasok dan menjualnya di pasar-pasar bergengsi (supermarket, hipermarket, dan pasar swalayan).

Bukankah Indonesia merupakan negara agraris, dengan iklim tropis, dimana adenium, anthurium, aglaonema, dan euphorbia bisa tumbuh dengan baik.

Kondisi tersebut tentu memprihatinkan, apalagi negara kita mempunyai iklim yang sangat bersahabat untuk tanaman iklim tropis. Dilihat dari data Direktorat Jendral Holtikultura Depertemen Pertanian, perkembangan produksi Komoditas Hortikultura dari tahun 2005-2006 untuk tanaman hias tangkai, meningkat 9,65%. Melihat angka yang dimiliki, maka sangat mungkin industri tanaman hias di Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tentunya dengan dukungan berbagai pihak. Langkah yang dilakukan oleh negara jiran diatas seharusnya menjadi pemicu bagi industri tanaman hias lokal untuk lebih mandiri dengan tidak menggantung pada impor. Begitu juga dengan konsumen, diharapkan mampu dan mau mencintai produk dalam negeri. Terakhir, yang penting adalah dukungan dari pemerintah Indonesia untuk memajukan industri tanaman hias.

Tampil sebagai katalisator dalam industri tanaman hias, kami juga mencoba memberikan alternatif mengembangkan usaha dari penguatan kualitas lewat merawat bunga, tips herbal, peluang usaha, serta menggali potensi daerah yang sengaja kami sajikan menjadi sebuah informasi tentang tanaman hias. Sekaligus kami tidak lupa untuk memberikan beberapa lokasi alternatif untuk menikmati tanaman hias bersama keluarga.

Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, kami menunggu kritik dan saran anda sebagai bahan meningkatkan kualitas tabloid gallery.

2 thoughts on “Salam Redaksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s