Kemerdekaan Florikultura Nasional

Pembaca dan penggemar tanaman hias di Tanah Air, di edisi ke dua ini kami kembali menyapa Anda dalam suasana hari kemerdekaan RI yang ke-62. Kali ini, kami mencoba menyajikan beragam rubrik yang lebih segar dan bervariasi. Beragam kritik dan saran yang terus masuk ke meja redaksi, tentunya jadi pemicu semangat kami untuk terus berkarya dan memperbaiki mutu serta kwalitas rubrikasi di Tabloid Gallery. Jika boleh membandingkan, maka semangat yang kami miliki kira-kira sama dengan semangat para penjuang saat melawan penjajah.

Terlalu berlebihan? Tidak, sebab ratusan kritik, saran yang Anda kirimkan ternyata memberikan semangat tersendiri bagi seluruh awak redaksi. Tidak tanggung-tanggung, cacian dan makian yang Anda kirimkan melalui email, SMS, dan komentar via blog tabloidgallery.wordpress.com justru memompa tekad dan niat kami untuk terus berbenah.

Masih dalam semangat kemerdekaan, sajian di second edition ini menyajikan berbagai liputan tentang kontes dan bursa tanaman hias di Jember dan Jogjakarta, yang kesemuanya bertema tentang hari kemerdekaan RI.

Nuansa patriotisme terlihat di kedua ajang ini, bukan saja spanduk yang berisi heroisme kemerdekaan RI, namun semangat untuk memajukan floricultural Indonesia, justru layak diacungi jempol. Di Jogjakarta, even bertajuk Merah-Putih Adeniumku 2007 dijadikan sebagai ajang pembuktian para penghobi adenium dan euphorbia Jogjakarta, Jateng, dan sekitarnya. Sementara di Jember, even yang digelar merupakan ajang pamer penghobi bonsai bahwa mereka tetap eksis di tengah gempuran penghobi anthurium dan adenium.

Bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat Indonesia, bahwa produk florikultura nasional kita, bisa bersaing dengan tanaman impor. Dibutuhkan jiwa nasionalisme yang kuat untuk mengembangkan potensi yang demikian besar ini. Ajang diatas, setidaknya menjadi sebuah bukti keseriusan pelaku bisnis tanaman hias, agar bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. Beberapa even tanaman hias tersebut diharapkan bisa lebih merangsang pertumbuhan usaha tanaman hias di Indonesia. Dari catatan tahun 2006 saja, pangsa pasar sektor ini, Indonesia masih berkisar 10 juta dolar AS per-tahun, di bawah Malaysia yang pemasarannya mencapai 350 juta dolar AS per-tahun. Bagaimana agar bisa bersaing? Butuh kerja keras berbagai pihak, termasuk anda dan kami.

Untuk mewujudkan hal tersebut, edisi kali ini, tabloid Gallery menyajikan tips budidaya berbagai tanaman hias, mulai anggrek, puring yang disinyalir sedang naik daun di Jogjakarta, hingga bonsai yang katanya sedang turun pamor. Dengan tips ini, diharapkan pembaca sekalian bisa melakukan budidaya tanaman hias lokal. Tak lupa, kami juga memberikan berbagai pembahasan anthurium, adenium, aglaonema, sansevieria, dan euphorbia, lengkap dengan tips dan trik merawatnya.

MERDEKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s