Lusy Rahmawati

Lucy Rachmawati

Foto : Ary

Tak Takut Konsumsi Alpukat
Rendahkan Kolesterol dan Perindah Kulit

Menjaga kesehatan menjadi hal yang mutlak dilakukan siapa saja. Lagian, siapa yang tak mau hidup sehat? Tak terkecuali mantan vokalis AB Three, Lusy Rahmawati. Sebagai penyanyi sekaligus ibu rumah tangga, menjaga kesehatan jadi hal penting bagi Lusy. Terlebih ia memiliki aktifitas tinggi antara eksis di dunia hiburan dan kehidupan rumah tangganya bersama sutradara film, Jose Purnomo.

Untuk menjaga kesehatan itu, Lusy tak perlu repot melakukannya, karena dengan rajin mengkonsumsi alpukat, banyak manfaat yang didapatkannya. Meski banyak mengandung lemak, kata Lusy, alpukat justru menurunkan kadar kolesterol serta mencegah kanker, penyakit jantung, dan gangguan hati. Buah ini juga membuat kulit dan rambut lebih indah serta meningkatkan libido.

Alpukat (Persea Americana Mill) termasuk ke dalam famili tumbuhan lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado pear. Tanaman alpukat berasal dari Amerika Tengah (Meksiko, Peru, Venezuela) dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Tanaman ini berupa pohon yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20 meter. Pohon alpukat sangat cocok tumbuh pada ketinggian antara 200-1000 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan tumbuhan ini antara 1500-3000 mm per tahun.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usaha tani. Walaupun bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia, daerah sentral produksi alpukat masih terbatas di Pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Tinggi Lemak

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g per 100g. Kandungan lemak alpukat melebihi durian, yaitu mencapai dua kali lipatnya. “Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi khawatir untuk mengonsumsinya, terutama kaum wanita, karena alasan takut menjadi gemuk,” ujar Lusy.

Dari pengalamannya itu, Lusy mengatakan konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan berat badan. Pendapat bahwa alpukat adalah buah yang banyak mengandung lemak dan karena itu tidak sehat, memang sudah lama sekali beredar di masyarakat. Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tapi umumnya terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids = MUFA).

Kandungan asam lemak jenuh pada alpukat adalah 2,13g/100g. Sedangkan lemak tidak jenuh tunggalnya (MUFA) mencapai 9,8g/100g. Konsumsi asam lemak dalam bentuk MUFA, seperti yang ada dalam alpukat, justru dapat memperbaiki kadar kolesterol dan memproteksi kenisakan arteri (pembuluh darah).

Lemak alpukat juga mengandung asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) dengan kadar 1,82g/100g daging buah. Manfaat PUFA pada alpukat sama dengan yang ada pada ikan laut. Konsumsi MUFA dan PUFA dalam jumlah yang cukup akan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi tubuh.

Asam lemak MUFA yang banyak terkandung dalam alpukat adalah asam oleat, seperti asam lemak yang terdapat dalam almond dan minyak zaitun. Asam oleat merupakan asam lemak omega-9 yang dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), tapi sebaliknya meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Sementara bagi kaum Adam, dari hasil sebuah penelitian, pria yang mengkonsumsi alpukat selama tiga bulan berturut-turut akan mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 12%. Itu dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat aterosklerosis.

Penelitian yang dilakukan para kardiolog di Queensland, Australia, menemukan bahwa konsumsi alpukat (1 buah per hari) dapat menggantikan diet rendah lemak untuk menurunkan kolesterol. Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan wanita yang diberi diet tinggi karbohidrat, tapi rendah lemak dengan wanita lain yang diberi diet tinggi alpukat selama 3 minggu. Alpukat dimakan atau dioleskan pada roti atau biskuit.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan kolesterol turun rata-rata sebesar 4,9% pada kelompok pertama dan 8,2% pada kelompok kedua. Diet rendah lemak ternyata tidak menurunkan kadar kolesterol LDL dan malah menurunkan kadar kolesterol HDL sampai 14%. Hal ini terutama terjadi pada diet sangat rendah lemak. Sebaliknya, makan alpukat dapat menurunkan kolesterol LDL.

Perindah Kulit

Alpukat juga dapat meningkatkan penyerapan senyawa-senyawa karotenoid di usus, seperti betakaroten dan alfakaroten yang merupakan antioksidan. Jadi, anggapan bahwa alpukat itu harus dihindari bagi orang yang kolesterolnya tinggi atau gemuk tidaklah benar.

Alpukat sangat bermanfaat bagi tubuh. Jadi, yang harus diperhatikan adalah cara penyajiannya, misalnya hindari penambahan susu kental manis, gula atau sirup, jika Anda mengkonsumsi alpukat.

Buah ini justru sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit, karena mengandung vitamin A, C, dan E, niasin, asam pantotenat, zat besi, kalium, serta protein yang tidak biasanya terdapat dalam buah. Semua zat gizi tersebut berguna bagi keindahan dan kesehatan kulit.

Berbeda dari buah-buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tapi berlimpah serat selulosa. Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk mengendalikan diabetes.

Zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara vitamin C, vitamin E, zat besi, dan mangan menjadikan alpukat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin-vitamin lainnya, alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen.

Tingkatkan Libido

Alpukat kaya akan mineral kalium (485 mg/ 100g buah), tapi rendah kandungan natrium (7 mg/100g buah). Perbandingan tersebut mendorong suasana basa di dalam tubuh kita. Meningkatnya kebasaan tubuh akan menekan munculnya penyakit akibat kondisi tubuh yang terlalu asam, seperti alergi, pusing, panik, serta gangguan pernapasan serta pencernaan. Kandungan kalium yang tinggi dapat membantu mengatur regulasi tekanan darah, sehingga membantu pencegahan penyakit darah tinggi, jantung, maupun stroke.

Selain itu, alpukat juga kaya akan asam folat (81 mkg/ 100 g buah). Konsumsi satu cangkir alpukat cukup untuk memenuhi 23% kebutuhan tubuh akan asam folat. Sebuah penelitian yang melibatkan 80 ribu wanita selama 14 tahun menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi asam folat secara teratur mempunyai resiko 55% lebih rendah untuk terkena serangan jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi asam folat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kandungan vitamin K pada alpukat juga cukup baik (81 mcg/ 100g buah). Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi satu cangkir alpukat dapat memenuhi 36,5% kebutuhan tubuh akan vitamin K.

Vitamin K sangat penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin yang tinggi di dalam darah merupakan indikasi baiknya daya penggumpalan darah. Untuk itulah vitamin K juga dikenal sebagai vitamin koagulasi (penggumpal darah untuk penyembuhan luka).

Alpukat juga dapat meningkatkan gairah seksual. Kandungan vitamin B6 (0,26 mg/ 100g buah) pada alpukat dapat meningkatkan produksi hormon pria. Sedangkan kaliumnya dapat membantu mengatur kerja kelenjar tiroid pada wanita. Hal tersebut akan berkontribusi positif terhadap peningkatan libido seseorang.

Baik Untuk Hati

Alpukat juga baik untuk menjaga kesehatan hati. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hirokazu Kawagishi dan Kimio Sugiyama dari Shizouka University, alpukat sangat bermanfaat bagi kesehatan hati. Dalam penelitian tersebut, ditemukan lima senyawa aktif yang efektif untuk mengurangi kerusakan hati. Eksperimen dengan tikus percobaan menunjukkan bahwa sari alpukat sangat efektif untuk mengobati virus hepatitis yang menyerang hati.

Buah ini efektif pula untuk melawan sel kanker. Menurut publikasi Journal of Nutritional Biochemistry, ekstrak alpukat mengandung karotenoid dan tokoferol yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat.

Alpukat juga mengandung glutation yang sangat berguna untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan sel. Glutation juga dapat membersihkan radikal bebas berbahaya pada makanan berlemak, sehingga dapat mencegah penyakit kanker lebih dini. [ary]

One thought on “Lusy Rahmawati”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s