Catherine Wilson

Catherine Wilson

Foto : Ary

Sehat dengan Detoks dan Kunyit Asem

Siapa mengira, kalau tubuh indah dan segar Keket – panggilan akrab Catherine Wilson – didapat dari minum jamu beras kencur dan kunyit asem buatan sang ibu tercinta. “Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu, aku selalu menjaga kebugaran dengan ramuan-ramuan tradisional,” kata Keket.

Keket juga mengaku, kalau ia takut terserang liver, karena kelelahan. Maklum, aktifitasnya sebagai artis dan model papan atas, membuat jadwal istirahatnya lumayan terbengkelai, sehingga ia harus menyempatkan istirahat di tengah-tengah kegiatan syuting dan show.

Selain istirahat, model cantik yang tergabung dalam sekolah akting di Look Performing Art School ini juga teliti dalam mengatur pola makannya. Keket sangat mengandalkan makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan, selain ramuan tradisional yang sering diminumnya. Keket pun kini makin mengerti akan pentingnya detoks dan bahaya toxin. Untuk itulah, ia rajin mengkonsumsi toxilite, salah satu suplemen detoks yang praktis, nyaman, tanpa rasa sakit, dan terbuat dari bahan alami.

“Bukan hanya melakukan detoks secara alami, toxilite juga membantu menjaga kesehatan liverku,” imbuh Keket.

Saat ini beragam metode detoks ditawarkan di pasaran, seperti merendam kaki, minum antioksidan, minum jus, minum susu organik hingga membersihkan usus besar. Intinya, metode itu ditujukan untuk membuat tubuh bugar.

Metode detoks yang hanya memaksa tubuh mengeluarkan racun sangat berbahaya. Untuk itu memberi makanan yang benar dan mendukung kerja organ-organ tersebut sangat penting selama melakukan program detoks.

Bagi pemula, sebaiknya memulai program detoks dengan cara lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran segar terlebih dulu. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung kadar air tinggi dan serat yang membantu melancarkan pembuangan dari usus, kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang diperlukan oleh tubuh.

Tahap selanjutnya, melakukan puasa dan menggunakan suplemen khusus detoks jika diperlukan. Suplemen sebaiknya yang mengandung bahan makanan organik. Makanan pembentuk asam selama 3 – 7 hari sebelum melakukan program detoks dikurangi.

Selama menjalani puasa sangat dianjurkan menghilangkan dulu makanan pembentuk asam tersebut. Proses pengeluaran racun awalnya terasa lamban. Bahkan, jika racun sudah terbentuk lama, proses pengeluarannya butuh waktu. Proses detoksifikasi yang baik tidak instan, tapi hasilnya tahan lama.

Menjalani detoks memang tidak mudah. Reaksi yang muncul selama proses detoks tidak sama setiap orang. Gejala yang biasanya muncul, antara lain warna urin lebih keruh dan baunya tajam. Terutama, bagi yang tubuhnya banyak mengkonsumsi obat-obat non herbal.

Reaksi lain, sering buang angin dengan bau menusuk, pusing, mual, nyeri sendi, batuk, pilek, kotoran disertai lendir yang cukup pekat dan hasrat makanan tinggi. Kondisi tersebut sering mengejutkan. Di sinilah, pelaku detoks diuji kesabarannya.

Kunyit, Sahabat Dekat Penghalus Kulit

Bagi Keket, kunyit asem tak hanya membuatnya segar dan bugar, tapi sahabat dekat penghalus kulitnya. Kunyit, kunir atau koneng merupakan tanaman sekeluarga dengan jahe dengan nama latin Curcuma Longa Koen atau Curcuma Domestica Val. Dari daun sampai ke rimpangnya banyak digunakan untuk bumbu dapur sampai bahan obat.

Sebagai bahan pewarna, rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas, wol, sutera, tikar, dan barang-barang kerajinan lainnya. Juga sebagai pewarna dan penyedap berbagai makanan. Di Eropa, kunyit juga dipakai untuk mewarnai mentega, keju, dan lain-lain. Tepung kunyit juga dipakai di industri kosmetika.

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, dan efek pencegah kanker, ditambah kemampuannya menurunkan resiko serangan jantung.

Senyawa kurkuminoid telah diteliti kemampuannya untuk melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisasi radikal bebas dan mencegah pembentukan radikal yang baru. Dan dari beberapa referensi pendukung memperlihatkan, dengan adanya antioksidan kunyit, maka kunyit sangat baik untuk kesehatan kulit. Tradisi di kalangan keraton-keraton Jawa, para wanita dan putrinya selalu rutin minum kunyit asem untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit mereka.

Aktivitas antiinflamasi dari kurkumin juga telah diuji dengan membandingkan kurkumin dengan senyawa steroid dan nonsteroid (fenilbutason) untuk pengobatan rheumatoid arthritis.

Kurkumin berpengaruh pada sintesis senyawa yang menjadi penyebab inflamasi dengan cara menghambat biosintesis leukotrien dan berefek pada produksi prostaglandin. Kedua zat ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa terjadi perbaikan yang nyata antara kurkumin dan fenilbutason.

Di samping itu, kunyit sebagaimana temulawak juga bermanfaat untuk melindungi hati dan banyak digunakan sebagai makanan pendamping bagi penderita liver. Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai untuk infeksi kulit, seperti eksim dan kudis. Juga banyak digunakan untuk memperbaiki pencernaan seperti, pengeluaran empedu sehingga mencegah perut kembung. Dalam bentuk salep banyak dipakai untuk mengobati borok, abses, bengkak, dan encok.

Berdasar Farmakope Cina, rimpang kunyit dipakai sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit, sakit pada saat haid, luka-luka, dan borok. Kunyit dianggap mujarab untuk menyembuhkan haid yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan gumpalan darah, dan dijadikan resep untuk mengobati sakit perut. [ary]

 

Tips Membuat Kunyit Asem

Tak sulit membuat ramuan kunyit untuk berbagai keperluan pengobatan. Anda pun bisa membuatnya sendiri. Berikut cara membuat kunyit asem :

  • Untuk membuat jamu kunyit asem diperlukan bahan 80 gram asam Jawa, 150 gram kunyit, 130 gram gula Jawa, 80 gram gula pasir, garam secukupnya, dan satu liter air. Biji asem dibuang, kemudian aduk asem tersebut dengan sedikit air. Kunyit diparut, peras airnya, dan diendapkan. Campur air asem dan air kunyit dalam kuali tanah, rebus hingga agak kental, kemudian disaring.
  • Sedangkan untuk penghilang nyeri atau anti-radang, rimpang kunyit sebanyak 20 gram dibuang kulitnya, lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air panas sambil diaduk. Peras dan saring airnya, boleh juga ditambah satu sendok makan madu. Kemudian diminum sekaligus. Selamat mencoba!(ary)

 

5 thoughts on “Catherine Wilson”

  1. saya pemula bonsai&kurang paham internet,saya punya 2 pohon bakalan bonsai stigi,alamat duri jetiswetan pedan klaten jateng,ditempat perantauanku banyak sanstigi.mau cari tman hobi,hp:081343353210

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s