Anthurium si Burgundi Tanduk

Pesona Warna Hijau, Hitam, Ungu

Foto-foto : Bayu Setio

Warna jadi salah satu eksotika dari daun anthurium, termasuk di dalamnya jenis burgundi yang menawarkan warna hijau, hitam, dan ungu. Paduan tiga warna dalam satu tanaman itu, membuat jenis ini jadi salah satu anthurium wajib bagi penghobi. Bentuknya yang beragam, membuat burgundi termasuk dalam anthurium tingkat atas yang juga mempunyai harga mahal.

struktur.jpg

Anthurium terkenal dengan serat, bentuk, dan warna daun yang eksotik. Unsur warna sendiri memegang peranan besar, terutama untuk varian yang menghasilkan rona merah maupun hitam. Harga kedua jenis warna tersebut bisa berlipat dibandingkan warna hijau. Keistimewaan dari burgundi memang dari kekuatan warna daun yang diyakini bukan dari mutasi atau silangan dari berbagai warna. Tapi burgundi mempunyai satu species sendiri yang mampu menghasilkan keturunan sama persis dengan indukannya, sehingga untuk melakukan perbanyakan bagi nurseri bukan hal yang mustahil.

Secara tak langsung, nama burgundi memang terdongkrak dari hingar-bingarnya anthurium, terutama dari jenis jenmanii yang harganya paling mahal. Beberapa tren anthurium pun sempat silih berganti, seperti tren dari karakter daun, bentuk daun hingga terakhir dari kombinasi warna, seperti jenmanii black dan red.

Dari tren warna yang sedang dicari pembeli, secara tak langsung membuat pamor burgundi kembali naik. Apalagi dari kombinasi tiga warna yang jarang dimiliki oleh jenis anthurium lainnya. Begitu juga dengan warna tanaman pun mengikuti, dimana gabungan warna hijau, hitam, dan ungu akan menghasilkan satu warna burgundi yang terpancar di beberapa bagian daun.

Hermansyah dari Kebun Kita Nurseri km 10 Kaliurang, Jogjakarta, mengatakan warna burgundi akan terlihat mulai dari batang, tulang, urat daun, hingga tepi daun. Burgundi saat ini mempunyai kelas tersendiri yang sejajar dengan anthurium lainnya, seperti jenmanii maupun gelombang cinta. Contohnya, koleksi burgundi tanduk miliknya yang sudah menunjukkan karakter sempurna, dimana warna burgundi sudah merata terlihat pada hampir semua bagian tanaman.

 warna-burgundi-sudah-terlihat-dari-bonggol.jpg

Mulai dari batang tunas yang pupus keluar sudah memperlihatkan karakter warna burgundi. Warna yang dimiliki akan bertahan dan tidak pudar, meski daun sudah dewasa. Bahkan saat daun sudah besar di tepinya/lis akan berwarna ungu yang melingkari semua daun, sehingga bila dilihat, daun burgundi tanduk ini seperti diberi frame/pigura dengan warna ungu di semua tepi daunnya. Sangat menarik, terutama bila terkena matahari, dimana kontras warna antara hijau-ungu dan hitam akan terlihat. Kesan eksotis pun secara tidak langsung menghinggapi tanaman ini.

Dari beberapa varian burgundi, jenis tanduk mempunyai karater yang cukup kuat, dimana bentuk daun sangat tegas yang lurus dan meruncing di ujungnya. Sementara tepi daun mempunyai riak gelombang kecil yang mempertegas kekuatan dari tanaman. Dilihat dari atas, daun sudah terlihat rouset dan menonjolkan tulang dan urat daun yang mempunyai warna kehitaman. Mulai dari bentang, daun warna burgundi sudah terlihat, namun tidak begitu tegas, terutama untuk daun yang sudah tua. Tapi pada tunas yang baru tumbuh/pupus, warna burgundi akan terlihat kuat antara bonggol hingga separuh dari batang daun. Bentuk daun mulai dari bawah sudah melebar dan memanjang hingga setengah panjang daun.

Selanjutnya, daun sedikit melebar dan langsung meruncing di ujungnya yang menyerupai tanduk. Karakter daun sendiri di beberapa bagian sudah terlihat adanya warna burgundi, terutama pada ujung daun yang sudah tersirat warna ungu ke-hitaman. Warna di daun akan lebih cerah bila sinar matahari langsung mengenai daun. Tapi tentu tidak bisa dibiarkan lebih lama di bawah terik matahari. Sebab, bisa membuat tanaman ini kriting karena dehidrasi.

Warna ke-unguan dari tulang daun sendiri sudah terlihat sejak daun sudah pupus sempurna. Semburat warna sendiri akan mengisi bagian atas dari tulang daun yang merata di semua permukaan daun. Secara keseluruhan, burgundi tanduk layak jadi salah satu koleksi yang mempunyai harga cukup menarik. Untuk ukuran 6 daun, Hermansyah menawarkan harga hingga Rp 5 juta. Sedangkan bibitan cambah, di kisaran harga ratusan ribu rupiah.

Sebagai salah satu jenis dari anthurium, burgundi memberikan satu pilihan bagi penghobi untuk mencoba memiliki tanaman yang kaya akan warna ini. Apalagi diprediksi, ke depan burgundi akan memiliki pamor setingkat dengan jenmanii. Itu dilihat dari kekuatan warnanya yang menggabungkan tiga warna sekaligus.

Di beberapa bursa tanaman hias, posisi burgundi sendiri berada di atas beberapa jenis anthurium, seperti gelombang cinta maupun hookeri. Bahkan bila burgundi yang dijual sudah sempurna, dimana semburat warna sudah merata mulai dari batang, tulang daun, dan daun, harga sudah bisa disejajarkan dengan jenmanii. [wo2k]

Jaga Intensitas Matahari, Kelembapan, & Media Tanam

Menghasilkan warna yang sempurna pada tanaman burgundi ternyata gampang-gampang susah. Pasalnya, harus memperhatikan tiga usur utama, yaitu sinar matahari, kelembapan, dan media tanam yang berhubungan dnegan nutrisi yang digunakan. Terlalu banyak sinar matahari, warna burgundi akan lebih hitam di daun. Sementara tulang daun cenderung hijau.

Dari kasus tersebut, maka burgundi harus berada dalam naungan dengan paranet minimal 60% dan lebih tinggi bila berada di wilayah yang lebih panas. Sedangkan kekuranagn sinar matahari akan membuat tanaman berdaun panjang, karena mencari sinar dan warna akan pucat. Sebab, klorofil tidak tumbuh sempurna.

Kelembapannya berpengaruh dengan kebutuhan air yang berkaitan erat dengan pertumbuhan burgundi. Kelembapan terlalu kering, meski sinar matahari sudah tepat, tetap membuat tanaman tidak bisa tumbuh secara sempurna, bahkan bisa cenderung kerdil, karena kekurangan air. Namun terlalau lembab, akan membuat tanaman rawan penyakit dan paling parah akan membuat daun dan akar cepat busuk. Bukan pertumbuhan cepat yang didapat, tapi burgundi akan masuk dalam tahap kritis, bahkan terancam mati.

Media tanamnya sendiri sangat berpengaruh terhadap kekuatan akar dalam menyerap nutrisi, sehingga porous jadi syarat utama, karena akar anthurium sensitif dengan kelembapan, sehinga dengan media tanam yang porous, akan mempercepat pertumbuhan anthurium. Sebab, akar bisa bergerak bebas. [wo2k]  

Link Terkait

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s