Paimo (Paguyuban Ilat Morotuo)

Komunitas Sansevieria Tertua di Indonesia
Nama Paimo, mungkin masih asing di telinga kita. Sekalipun Anda penggemar berat sansevieria Tanah Air. Mungkin istilah Jogjakarta Sansevieria Community (JSC) malah lebih ngetren di telinga, meski itu baru digunakan untuk komunitas tersebut.  

“Paimo didirikan sekitar 4 tahun yang lalu, berawal dari teman-teman pecinta sansevieria di Jogjakarta. Intensitas pertemuan yang sering, akhirnya memunculkan gagasan untuk membuat paguyuban yang mewadahi mereka pecinta sansevieria,” kata Ketua Paimo – Drs Seta Gunawan.

Meski baru 4 tahun, paguyuban yang kepanjangannya Paguyuban Ilat Morotuwo (perkumpulan lidah mertua – nama lain dari sansevieria, red) ini terbilang tertua di Indonesia. Sebab, di beberapa daerah, meski sudah banyak bermunculan pecinta sansevieria, tapi belum ada wadah untuk menaunginya.

Banyak kisah menarik yang dialami oleh anggota penggagas Paimo pertama. Sebagai tanaman yang biasa ditanam di pagar, orang sering memandang sebelah mata sansevieria. Tak jarang, pecinta tanaman ini sering jadi olok-olokan, karena melakukan kegiatan yang sepintas tak bermanfaat.

“Dari cerita beberapa rekan dan pengalaman saya, hal itu sering kita alami. Awalnya risih, tapi lama-lama jadi terbiasa. Setidaknya hingga masyarakat sadar akan kecantikan tanaman ini dan akhirnya banyak dicari orang serta sering dikonteskan,” ujar Seta.

Lucunya, tak jarang mereka yang awalnya mengolok-olok, kini jadi pelanggan Seta dan anggota Paimo. Bahkan tak jarang, mereka akhirnya bergabung dengan paguyuban ini, bahkan meninggalkan kecintaan pada tanaman tertentu sebelum mencintai sansevieria. Meski awalnya kegiatan Paimo hanya sebatas kumpul-kumpul antar rekan pecinta sansevieria tertentu, dalam perjalannya perkumpulan ini mulai membuka diri, terutama bagi mereka yang ingin tahu segala sesuatu tentang tanaman ‘pedang-pedangan’ ini.

“Pada dasarnya paguyuban kita tak pernah aktif mencari anggota. Kita hanya menyediakan pusat informasi bagi masyarakat yang ingin tahu sansevieria. Bagaimana cara budidayanya, bagaimana memperoleh, dan membedakan tanaman ini dengan yang lain,” ungkap Seta.

Selain memberi kesempatan open house bagi pecinta sansevieria di Jogjakarta, paguyuban ini tak ragu untuk terjun menjemput bola. Kegiatan seminar pelatihan dan kontes pun sempat dilator-belakangi oleh paguyuban unik ini. Pola Paimo dalam seminar adalah berbagi ilmu dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini umumnya juga bertujuan untuk mensosialisasikan sansevieria ke masyarakat awam, sehingga pencintanya pun diharapkan bertambah.  

Siap Go Nasional dan jadi Pelopor

Ada cerita unik di balik nama Paimo yang disepakati oleh beberapa pendirinya. Sebagai masyarakat Jawa, nama itu mudah dikenal, tapi begitu teman dari luar daerah ingin bergabung dan membuka cabang di tempatnya (terlebih di luar pulau yang tak kenal bahasa Jawa), istilah Paimo sering jadi kendala.

Sebagai paguyuban yang terlebih dulu hadir, Paimo berdiri jadi pelopor gerakan pecinta sansevieria di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan di pulau Jawa, keberadaan Paimo dapat apresiasi besar dari masyarakat, dengan selalu mengikut-sertakan mereka dalam kegiatan yang berhubungan dengan sansevieria. Namun rupanya nama Paimo jadi kendala mereka untuk go nasional.

“Pada dasarnya, nama bukan masalah, karena kita masih menggunakan nama Paimo sebagai identitas paguyuban. Hanya nama ini akan digeser di belakang nama Jogjakarta Sansevieria Community,” ujar Seta. “Nama sansevieria community bisa dipakai sebagai perwakilan cabang di daerah lain. Misalnya, bila di Surabaya jadi Surabaya Sansevieria Community, di Jakarta jadi Jakarta Sansevieria Community, dan sebagainya,” lanjutnya.

Dengan itu, diharapkan pecinta sansevieria dari daerah lain bisa bergabung dengan Paimo, terutama bagi mereka yang ingin memajukan tanaman ini di Indonesia. [hyo]

10 thoughts on “Paimo (Paguyuban Ilat Morotuo)”

  1. Saya tertarik dengan komunitas sanseviera ini. Walaupun kami tinggal di tangerang, tetapi pecinta sanseviera sudah mulai meningkat. Bagaimana cara kami mendaftar ke milis komunitas paimo ini..??
    trism sebelumnya

    Salam, Dedi-Tangerang

  2. saya sangat tertarik dengan tanaman sanseviera ini, yang makin didalami makin asyik dan terpesona oleh keindahan daunnya, klo boleh tau cara buat masuk komunitas gmana yah?? klo di surabaya ada engga? makaseh…..

  3. salam kenal, nama saya derman efendi domisili di malang.saya sanse lover baru. tolong kasih tahu komunitas sanse surabaya dong! thanks before

  4. salam kenal, saya tertarik juga nich ikut nimbrung dlm komunitas sanse, khususnya di wil surabaya, klo PAIMO cab surabaya ada alamatnya nggak? atau emailnya?
    matur nuwun

  5. Sugeng enjang, sonten…
    Sehat…sehat kemawon p. Seta?

    Jadi maen ke Solo tgl 20 Juli?
    Ditunggu info jenis sansi sansi terbarunya
    Mungkin bisa identifikasi punya saya yang banyak No Namenya…nuwun

    salam Sansi

    Fery

  6. slm kenal, sy domisli di probolinggo. saya tertarik komunitas ini, boleh saya tahu alamat, no. hp., contact person yg bisa sy hubungi, mengingat di probolinggo belum ada komunitasnya pdhl sdh banyak hobbyes sanse. mngkin dg kontak ini sy dapat info yg lengkap skligus bisa menambah jaringan pemasaran. hp saya: 08880353xxxx home: 0335 423992
    thx. viva sanse….
    komunitas sanse surabaya coba kontak ahmad 031-71665521

  7. Salam..
    Sekedar berbagi info untuk rekan-rekan pecinta tanaman..
    mungkin rekan-rekan ada yang sudah tahu, bahwa detergent juga bisa menyuburkan tanaman..?
    Detergent yang biasa saya pakai untuk mencuci, mereknya DT-88 Detergent Concentrate (produk MLM), ternyata limbahnya bisa menyuburkan tanaman (sudah saya buktikan sendiri..) dan juga sudah di uji coba ke banyak tanaman.
    Mungkin rekan-rekan beminat mencoba..?
    rekan-rekan bisa lihat buktinya di http://www.sni-dt88.com.
    Rekan semua bisa menghubungi saya via email : ijon_daus@yahoo.com

  8. sugeng enjang
    kalau pengen masuk ke paguyuban paimo gimana caranya, dan apa saja syarat2xnya? kebetulan saya juga penggemar sansivera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s