Anggrek Botol

Pentingnya Masa Transisi Media
Awalnya aneh, melihat sosok tanaman dalam botol. Bagaimana bisa, tanaman bisa tumbuh dalam sebuah ruang tanpa udara? Seperti yang terjadi pada anggrek botol ini.
Banyak yang mengira, anggrek botol ini merupakan hasil kultur jaringan. Tapi banyak yang mengatakan, ini merupakan alternatif tanam biji.
Memang, struktur tanaman yang terbentuk mirip dengan hasil kultur jaringan dan sebenarnya anggrek pun merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa diperbanyak dengan cara ini. Hanya untuk anggrek botol, proses kinerjanya berawal dari tanam bibit. Meski bukan hal baru dalam dunia tanaman, tak sedikit yang ingin mengetahui tentang proses perlakuan anggrek botol ini.
Keingintahuan penggemar anggrek, berawal dari berbagai pengalaman yang kurang menyenangkan ketika merawat anggrek dari biji ini. Parahnya, tak sedikit pula yang putus asa, karena selalu gagal merawatnya, sehingga sebagian besar penggemar tanaman ini lebih memilih alternatif membeli bunga anggrek dalam keadaan sudah berbunga atau dewasa. Sebab, resiko gagalnya lebih kecil, ketimbang anggrek yang sudah jadi (berbunga).
“Sebenarnya nggak susah kok memperbanyak anggrek dari biji. Malah banyak yang akan kita pelajari dalam proses pertumbuhannya,” kata pebisnis anggrek botol di Surabaya – Ida.
Ida mengungkapkan, jika sudah merawatnya dari biji, tentu akan lebih mudah memahami karakter tanaman, sehingga kita pun tahu kapasitas kebutuhan yang diperlukan tanaman selama proses pertumbuhannya.
Disuka karena Aman
Sayangnya, ketakutan tak bisa memperoleh hasil maksimal pada anggrek botol inilah yang sering menghantui beberapa penggemar tanaman. Meski sebenarnya, anggrek botol ini bisa jadi peluang untuk prospek usaha cukup menjanjikan. Untuk satu anggrek botol ukuran besar (30 cm) dengan muatan + 60 bibit, Ida menghargainya Rp 60 ribu. Sedangkan untuk ukuran kecil (15 cm) yang memuat + 30 bibit, dihargai Rp 30 ribu.
Selain itu, efisien jadi alasan bagi mereka yang lebih menyukai merawat anggrek botol. Itu karena, banyak konsumen Ida yang membeli anggrek botol karena jarak rumah yang ditempuh cukup jauh. Tak hanya luar pulau, tapi hingga luar negeri. Artinya, alternatif anggrek botol akan meminimalisir peluang tanaman mengalami kerusakan ketika proses packing.
Selain itu, perbanyakan anggrek botol ini dilakukan sebagai pemuliaan spesies. Artinya, karakter spesies dari jenis anggrek akan sama dengan induknya. Berbeda jika Anda ingin memiliki varian anggrek yang berbeda atau baru. Untuk hal ini, Anda bisa melakukan proses penyilangan antar varian atau jenis. Namun bagi Anda yang tertarik untuk membudidayakan jenis anggrek yang sudah ada, perbanyakan anggrek botol bisa dijadikan alternatif.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah singkirkan sejenak rasa takut untuk gagal saat memperlakukan tanaman botol ini. Mengingat, anggrek tergolong tanaman jenis bernilai ekonomi tinggi. Mengapa hal ini dilakukan? Sebab, jika kita melakukan sesuatu dengan setengah hati, hasilnya pun akan setengah. Optimis dalam hal ini harus diterapkan.
Setelah beres dengan urusan perasaan, barulah berganti pada masalah teknis prosedural perlakuan anggrek botol. Anda harus melalui tahapan yang harus dilalui, dimana tahapan ini dilakukan berurutan. Jika tidak, akan berdampak pada proses pertumbuhan anggrek.
Pertama: Proses Keluar dari Botol
Apa susahnya mengeluarkan tanaman dari dalam botol? Meski terkesan sederhana, ternyata ada trik khusus, yaitu dengan memasukkan air pada bagian botol. Boleh diisi penuh ataupun separuh botol. Ini dilakukan untuk memudahkan proses keluarnya tanaman yang sudah lama tumbuh dalam media gel atau agar-agar. Mengingat, anggrek botol ini bisa ada dalam ruang kedap udara kurang lebih 1 tahun.
Proses mengeluarkan tanaman selanjutnya, bisa menggunakan alat pengait dari kawat dengan membentuk ujungnya seperti huruf U. Bisa juga menggunakan pin set atau penjepit. Keluarkan tanaman dari dalam botol secara perlahan. Usahakan jangan sampai membuat luka pada struktur tanaman. Setelah berhasil dikeluarkan, cuci seluruh bagian tanaman dengan air bersih. Tujuannya, untuk membersihkan unsur yang terkandung dalam media botol berupa gel atau agar-agar. Juga, agar tanaman bisa beradaptasi dengan media baru. Barulah, tanaman ditiriskan hingga tak ada air yang menempel.
Kedua: Pergantian Media
Penerapan media baru di sini akan berpengaruh pada kondisi tanaman. Artinya, masih kata Ida, perubahan kondisi ini karena terjadinya perbedaan media tanam lama dan menggantinya dengan media baru.
“Semula ada di ruang tanpa sedikit pun udara yang masuk, kini harus ada di alam terbuka, sehingga proses adaptasi ini membutuhkan perhatian khusus,” ujar Ida.
Konon, di tahap ini kebanyakan orang gagal saat menerapkan perlakuan pada anggreknya. Di sini, peran media jadi prioritas utama diaplikasikan pada tanaman. Media yang cocok untuk masa transisi ini bisa menggunakan moss putih atau pakis halus. Sebab, selain mengandung unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, daya simpan airnya juga tinggi. Penerapan media pun tak boleh dilakukan asal. Misalnya, penggunaan moss putih, sebaiknya rendam dalam cairan fungisida terlebih dulu selama kurang lebih 30 menit.
Ketiga: Jangan Diberi Pupuk
Selama masa transisi pada anggrek botol ini, yaitu selama 1 tahun, hindari pemberian pupuk. Sebab, asupan nutrisi yang terkandung pada moss putih dan pakis halus sudah mencukupi kebutuhan tanaman selama satu tahun. Pemupukan bisa dilakukan setelah melewati masa satu tahun. Itu pun dilakukan hanya dua kali dalam satu minggu.
“Jika tetap dilakukan pemupukan, akan berdampak pada pertumbuhan tanaman. Bisa jadi, akan menghambat pertumbuhan tanaman atau malah bisa mati,” imbuh Ida.
Karena masih dalam masa transisi, sebaiknya tanaman ada pada tempat teduh. Setelah itu, hal yang harus dilakukan adalah bersabar. Karena proses pertumbuhan hingga mengeluarkan bunga akan memakan waktu yang lama. Selain bergantung pada perlakuan tanaman, juga berkaitan dengan jenisnya. Namun proses yang lama ini bukan jadi kendala, jika hasilnya sesuai dengan keinginan. [santi]

2 thoughts on “Anggrek Botol”

  1. Terima kasih, semoga Ibu bsa terus mengembangkan Anggrek. Yang konon katanya negara luar telah sangat banyak mengabil species Negara kita. semoga ibu termasuk orang yang menjaga kekayaan alam Indonesia. Bagaimana saya bisa belajar kpd Ibu? Mungkin saya termasuk orang yang gagal dan pasrah yang ibu maksud. ketika saya pernah mencoba satu kali dan gagal, saya kesulitan untuk dapati lagi Anggrek Botol!
    saya ingin adanya sarana untuk bisa tukar pikiran dan berbagi pengalaman.
    Terima lasih banyak
    kalo ada info tentang Anggrek kirim ke email aku ya. cbn_bons@yahoo.co.id

  2. penjelasan dari ibu Ida memang sangat menarik, terutama keberhasilannya dapat mensupply anggrek botolan sampai ke luar negeri, tapi yang lebih menarik lagi dan mungkin yang merupakan tantangan lagi adalah keberhasilannya dalam menyemaikan anggrek dari biji ke dalam botol, nah penjelasan dari bu Ida mengenai cara atau proses penyemaian biji anggrek tersebut ke dalam botol akan lebih menarik dan menantang kiranya untuk bisa diikuti atau dicoba. kami tunggu penjelasannya dari Ibu Ida, terimakasih sehingga akan lebih menambah wawasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s