Di Balik Eksistensi Aglaonema

Keindahan Serat vs Warna Daun
Dari beberapa aglaonema yang memiliki keunggulan sifat, jenis legacy dan university mungkin diantara yang paling menonjol. Bentuknya esklusif, membuat harga kedua jenis ini kian fantastis di pasaran. Pertanyaanya, kenapa kedua jenis ini kian esklusif dan banyak dicari orang?
Apa yang mendorong kita melirik aglaonema. Lebih-lebih mengapa kita harus ‘jatuh hati’ pada tanaman Sri Rejeki ini? Beberapa dasawarsa yang lalu, tepatnya di era-70 sampai 80- an, mungkin pertanyaan itu sering terselip di hati banyak orang. Sebab, warna hijau sebagai latar belakang dengan motif putih yang random dan acak (seperti beras tumpah, sebagaimana julukan pada nama lokalnya), membuat tanaman ini tak ubahnya tanaman lain. Hingga tak salah, jika tanaman ini dibuat untuk menghias pagar atau bunganya orangtua saja.
Tapi pendapat itu kian berubah ketika dunia aglaonema dikejutkan oleh penemuan revolusioner Pria kelahiran Sukabumi Jawa Barat (Jabar) – Gregori Garnadi Hambali. Tepatnya pada tahun 1987, setelah banyak perjalanan untuk mendapatkan indukan berkualitas dan serangkaian percobaan, Greg akhirnya menemukan komposisi yang menghasilkan aglaonema dengan kekuatan warna dan serat yang ia beri nama Pride of Sumatera (POS).
Hebatnya, jenis ini menyulut dunia aglaonema untuk lebih bergerak dengan keunggulan warna dan serat, sebagaimana karakter POS. Hingga saat ini, keindahan aglaonema pun tak dipandang sebelah mata. Sebab, sejak kemunculan POS, maka bermunculan aneka aglaonema dengan keindahan pada kombinasi serat dan warna atau keindahan salah satunya.
Keindahan serat, corak, dan warna daun jadi isu yang sering dibicarakan dalam koleksi aglaonema. Keindahan yang muncul, tak jarang mengundang minat semua kalangan, baik dari juri kontes sampai pebisnis tanaman ini yang akhirnya meningkatkan harga jual aglaonema itu sendiri. Ada banyak jenis aglaonema yang memiliki sifat dan karakter tersebut. Sebut saja kresna, super pride (generasi baru POS), madam suroyo, lady valentine, dan anjamani untuk jenis impor yang memiliki warna dan serat khas.
Namun dari beberapa jenis aglaonema impor itu, mungkin jenis legacy dan university yang paling bersinar. Konsisten pada salah satu keunggulan adalah kunci keberhasilan kedua jenis ini untuk diminati pecinta aglaonema, baik lokal maupun asing. Pada dasarnya, dua jenis aglaonema ini berasal dari negeri Gajah Putih – Thailand. Konon, penggunaan indukan rotundum (yang juga indukan dari jenis fenomenal POS), ada di balik karakternya yang kuat.
Sifatnya Bertolak Belakang 
“Dalam seminggu, jenis legacy paling mudah keluar (dibeli konsumen, red). Terlebih pada saat pameran. Jika dirata-rata, dalam sebulan 8 barang bisa laku terjual dengan posisi harga Rp 600 ribu setiap daunnya,” kata Pebisnis Aglaonema di Sleman Jogjakarta – Agus Popo.
Hal serupa juga dialami Listyo Bramantyo – Pebisnis Aglaonema di Jogjakarta. Menurutnya, selain jenis POS (karena harganya murah), jenis legacy adalah tanaman favorit yang sering dicari konsumen. Dengan harga bervariasi, Listyo mengaku harus menambah stoknya (legacy) dalam waktu 3 minggu, karena sering kehabisan.
Jenis tanaman yang benci panas, tapi masih membutuhkan paparan sinar UV dalam volume tertentu ini sudah banyak dikenal masyarakat. Bahkan di Jogjakarta, jenis ini sudah banyak dikoleksi dan dibudidaya sendiri. Sekedar mengingatkan, legacy adalah aglaonema dengan keindahan serat dan corak merah pada tulang daun.
Meski masih terdapat warna hijau, pada jenis ini keberadaannya masih sekedar pelengkap dan hanya bersifat minoritas. Pada jenis ini, gradasi juga terlihat ketika warna merah, kuning, dan hijau saling bercampur. Di pasaran, ada dua jenis legacy yang sering ditawarkan. Selain legacy, biasa ada juga legacy hijau dengan keunggulan sama pada tulang daun.
Jika gradasi dan serat warna jadi keunggulan legacy, tapi tak pada jenis satu ini. Meski sama-sama dilahirkan di Thailand, jenis satu ini rupanya konsisten dengan keunggulan satu warna formal yang tegas. Orang biasa menyebut jenis ini dengan nama university. Hingga saat ini, belum ada catatan kapan dan dari indukan apa jenis ini terlahirkan. Kecantikannya akan senantiasa terlihat, meski kita hanya sekilas memandangnya.
Kolektor Aglaonema di Bogor – Dr Purbo Djokokusumo, mengatakan keindahan jenis ini terletak pada warna. Sebab, ia merata dan menyeluruh, serat yang ada pada daun, dan tulang daun jadi tak begitu terlihat, sehingga jika dibanding dengan legacy, sifat dan karakter jenis ini sangat bertolak belakang. Jenis ini umumnya berwarna magenta, dengan minim gradasi.
“Biasanya, untuk jenis yang potensial lomba dan berkualitas, karakter ini jarang atau bahkan sama sekali tak keluar. Selain magenta, biasanya warna sedikit pucat jadi ciri dari jenis ini,” ujar Purbo.
Hingga saat ini, jenis ini belum berbandrol di pasaran. Masih minimnya barang dan tingginya permintaan, membuat jenis ini masih berharga selangit. Konon, dalam satu daunnya sering dihargai sampai Rp1 juta. Selain jenis university, ada juga jenis shocking, red, dan super red yang memiliki keunggulan pada warna tegas, yaitu merah dengan sedikit gradasi hijau di beberapa bagian kecil daun ketika tanaman masih berusia muda. [adi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s