Anthurium ‘Cacat’

Masih Bernilai Tinggi
Sudah jadi kebiasaan pecinta tanaman hias Tanah Air untuk mengagumi koleksi anthurium yang justru tak memperlihatkan keindahan, karena cacat. Banyak yang berpendapat, keunikan yang tak bisa dimiliki oleh setiap orang, membuat anthurium yang memiliki fisik cacat justru dianggap bisa meningkatkan gengsi si pemilik.
Aneh memang, di saat orang memandang bahwa kualitas akan turun ketika sosok yang diinginkan terlihat berkurang, hal ini tak terjadi pada anthurium. Semakin unik barang, maka tak mustahil gengsi dan harga pun bisa melambung.
Menurut Pecinta Tanaman Hias di Jakarta – Toni, ia mengaku rela mengeluarkan uang berapapun untuk jenis aneh dan nyleneh. Beberapa koleksi tanaman aneh pun sengaja dikumpulkannya dari Jakarta Utara. Salah satunya adalah anthurium berdaun putih atau yang biasa disebut anthurium pocong.
Hookeri Berdaun Ganda
Jenis ini salah satu anthurium ‘cacat’ milik Kolektor Anthurium di Ciawi Bogor, Arif Pramoedya. Beberapa daun jenis ini terlihat biasa dengan struktur oval memanjang dan tangkai kecil tak terlalu panjang. Hanya dua daun diantaranya memiliki keunikan, yaitu berdaun ganda atau dempet.
Sejak didapat pada saat usia anakan, jenis hookeri ini memiliki sejumlah keganjilan, yaitu dua daunnya tumbuh saling menempel. Arif awalnya mengangap hal ini tak berlangsung lama dan kelap daun ini akan mati. Setelah beberapa bulan berjalan, ternyata daun ini masih hidup dan berkembang dengan baik. Malahan jika dilihat sekilas, sambungan daun satu dengan lain pun terlihat mencolok.
“Hookeri batang merah ini usianya sekitar 9 bulan,” tandas Arif.
Tunas pada Tangkai di Anthurium Bunga
Masih di Ciawi – di daerah Arif juga memiliki koleksi anthurium unik lain, yaitu koleksi jenis anthurium daun. Ia berbunga dan berdaun warna-warni. Jenis ini memiliki keunikan pada proses pertumbuhan salah satu tongkolnya. Jika dilihat sepintas, bunga atau pembungkus tongkol jenis ini mencolok. Gradasi warna merah dan kuning sedikit hijau dan putih, membuat jenis ini banyak dicari orang.
Tongkol muda juga muncul di jenis ini. Laiknya daun di saat usia muda, tongkol pun berwarna-warni. Bagian ini pun juga kebagian warna-warni gradasi. Tapi keanehan jenis ini tak terletak di bagian ini. Sebab setelah dilihat detail, barulah kita tahu mengapa salah satu koleksi Arif ini disebut aneh.
Jika  umumnya tunas daun dan tongkol sering terpisah satu sama lain, pada jenis ini tak berlaku. Sebab, salah satu stang atau batangnya tak hanya diisi daun, melainkan tongkol sebagai media perkembang-biakan juga ikut menempel di bagian ini.
“Sejak beberapa tahun membelinya (sejak tanaman berusia anakan), saya tak pernah mengira bila tumbuh dewasa baru muncul keanehan,” imbuh Arif.
Jenmanii Daun ¾
Berbeda dengan jenis hookeri itu, jenis jenmanii yang satu ini memiliki daun laiknya anthurium biasa. Ia agak oval, memanjang dengan stang yang tumbuh normal. Hanya jika dilihat detail, daun jenis ini memiliki keunikan, yaitu dalam bentuknya. Umumnya, jenmanii akan menyita perhatian orang, karena bentuk daunnya kekar, uratnya terlihat dengan baik dan bentuknya unik. Namun di Jakarta, salah satu koleksi jenmanii jadi perhatian, karena pertumbuhan ‘cacat’-nya.
Musa – sang pemilik, mengaku tak tahu kenapa koleksinya ini bisa tumbuh seperti ini. Jenmanii koleksinya ini berjenis memanjang, dengan lebar daun minim. Jika di pasaran koleksinya ini biasa disebut dengan nama jenmanii tanduk atau jenmanii rumpun (karena jumlah daunnya merumpun dan banyak). Daun berwarna kekuningan, kian mempercantik jenmanii ini. Hingga saat ini, koleksi jenmanii daun ¾-nya sudah ada yang menawar hingga Rp 5 juta per tanaman, berusia 1 tahun. [hyo]

2 thoughts on “Anthurium ‘Cacat’”

  1. bener aja, di dunia selain manusia, yang cacat malah lebih di elu2 kan daripada yang normal. yang gak normal malah banyak dicari, hukum ekonomi, barang langka, peminat banyak, harga? selangit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s