Dendrobium

Gemar Berbunga di Sepanjang Masa
Sosok bunganya selalu terlihat di setiap masa. Tak perduli dengan datangnya berbagai tren yang terus bergulir. Anggrek selalu hadir sebagai petanda eksistensi tanaman hias, baik dalam skala regional ataupun dunia. Fenomena itu ibarat candu yang mampu membuat ketagihan setiap mata memandang pesonanya.
Puluhan anggrek jenis dendrobium terlihat cantik bergantungan di bawah naungan shading net. Petal kecil berpadu dengan kombinasi warna harmoni, sudah jadi ciri jenis ini. Sebagian lagi ada yang tampil dengan struktur petal keriting kecil. Paduan warna kontras juga jadi alternatif pilihan bagi para penggemar anggrek, sehingga tak sedikit yang kepincut untuk menjadikannya sebagai salah satu koleksi.
Dari sekian banyak jenis anggrek, dendrobium rupanya jadi idola. Selain tampilan, juga karena jenis ini paling mudah dilakukan perawatan dan rajin berbunga. Kecenderungan untuk berbunga pada dendrobium relatif cepat, yaitu 2-3 bulan sekali. Itu bila dibanding dengan jenis lain yang membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Bahkan untuk jenis dendrobium spesies Papua, memerlukan waktu satu tahun sekali untuk berbunga. Meski terdengar klise, hal inilah yang jadi alasan orang enggan untuk merawat anggrek. Dalam hal ini, jenis dendrobium yang mampu mengeluarkan bunga secara rutin merupakan hasil hibrida atau silangan.
“Jenis dendrobium ini merupakan salah satu anggrek yang tergolong bandel, sehingga tak sulit dalam hal perawatannya,” kata Penangkar Anggrek di Sidoarjo Jatim – Sumadi.
Namun demikian, bukan berarti jenis ini tak membutuhkan perhatian. Sama halnya dengan mahkluk hidup lainnya, ia butuh perlakuan untuk menunjang rantai kehidupannya, agar terus berputar. Meski tergolong mudah dalam perawatan, masih banyak yang mengeluhkan pertumbuhan dendrobiumnya. Mungkin, Anda salah satunya?
Pemenuhan Nutrisi
Bukan hal baru lagi, bila anggrek membutuhkan nutrisi dalam setiap masa pertumbuhannya, seperti asupan vitamin yang bisa dilakukan satu kali dalam satu minggu. Vitamin yang bisa memenuhi kebutuhan tanaman diantaranya pemberian pupuk, baik untuk pertumbuhan, daun, dan bunga, dimana jangka waktu satu minggu merupakan masa ideal bagi tanaman untuk menyerap vitamin.
Itu berbeda halnya dengan pemberian anti hama yang wajib dilakukan untuk mencegah timbulnya bakteri ataupun penyakit yang sedianya akan mengganggu jalannya pertumbuhan tanaman. Waktu yang diperlukan untuk aplikasi insektisida atau penyemprotan anti hama bisa sekali dalam satu bulan.
Sedangkan fungisida, masih kata Sumadi, cukup diberikan pada anggrek sekali dalam satu minggu. Itu untuk mengantisipasi terjadinya pembusukan akar yang nantinya bisa merembet ke bagian tanaman yang lain. Sepertinya mudah dilakukan, tapi jangan dianggap remeh. Sebab, di tahap inilah banyak yang mengeluhkan tanaman anggreknya tak kunjung berbunga, sehingga harus dilakukan continue atau berkelanjutan untuk dapat hasil maksimal.
Faktor Penyinaran
Langkah yang patut dilakukan selanjutnya adalah melihat kondisi lingkungan sekitar, dimana tanaman itu tumbuh. Perlu diketahui, bahwa anggrek dendrobium merupakan jenis tanaman yang gemar dengan sinar matahari. Itu berbeda dengan anggrek jenis lainnya yang cenderung menghindari gerak matahari. Sebab, akan berdampak pada pembungaan.
“Untuk dendrobium, proses pembungaan akan relatif cepat dengan bantuan sinar matahari. Tak jadi soal jika harus ada di area terbuka,” imbuh Sumadi.
Mungkin inilah salah satu alasan, mengapa jenis ini tergolong bandel, dimana jenis lain harus ada di bawah keteduhan sebagai alternatif mempercepat proses reproduksi. Sedangkan dendrobium senang untuk ber-‘panas-panas ria’. [santi]
Jika si Bandel Penyakitan
Bunga yang diidamkan akhirnya muncul. Boleh percaya atau tidak, ada beberapa penggemar anggrek yang rela meluangkan waktu di tengah kesibukannya hanya untuk melihat sosok dendrobium kesayangannya. Mungkin terlalu berlebihan, tapi ini sudah berbicara cita rasa dan kepuasaan. Penilaiannya relatif, bergantung dari sudut pandang masing-masing.
Namun penilaian relatif ini bisa berubah jadi absolut jika tanaman sudah terserang penyakit, sehingga tidak dapat disangkal tanaman yang dihinggapi penyakit akan berpengaruh pada tampilan tanaman secara keseluruhan yang berlajut pada mood si pemilik.
Menurut Sumadi, anggrek yang terserang penyakit biasanya akan menyerang bagian daun terlebih dulu, yaitu ditandai dengan kerontokan daun. Barulah menyerang bagian batang dengan menunjukkan gejala pembusukan secara perlahan. Kalau sampai itu terjadi, ada beberapa kemungkinan untuk anggrek – hidup atau mati.
Tak sedikit yang putus asa melihat anggreknya dalam kondisi seperti itu. Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk membuat anggrek tetap bertahan hidup. Ingin tahu tips menyambung hidup si dendrobium?
– Pemangkasan. Perlakuan ini bisa dilakukan di bagian yang terserang penyakit. Misalnya, di bagian batang. Jika pembusukan batang terjadi di beberapa bagian, cukup pangkas bagian maksimal yang terserang penyakit. Namun jika terjadi di seluruh bagian salah satu batang, sebaiknya dipangkas semuanya hingga pangkal dekat akar. Itu untuk menghindari merembetnya penyakit di bagian lainnya.
– Pisah Batang. Ini bisa dijadikan alternatif. Artinya, batang yang rusak sebagian bisa dipisah dari indukannya. Pemisahan batang dilakukan hingga di bagian akarnya. Namun untuk akar perlu diperhatikan. Sebaiknya pangkas akar yang sudah tua dan sisakan akar mudanya. Sebab, sifat resapan akar muda lebih bagus ketimbang akar tua. Kemudian tanam batang yang telah dipisah ke dalam media kombinasi pakis dan arang. Pemilihan kedua media ini berguna untuk merangsang pertumbuhan akar. Itu ditandai dengan cepat menempelnya bagian akar di media. Untuk menumbuhkan akar sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 bulan. Pada masa ini sebaiknya tanaman didukung dengan pemberian pupuk daun atau pertumbuhan. Barulah setelah dewasa, dilanjutkan dengan pemberian pupuk perangsang pembungaan.
“Masa berbunga untuk anggrek dendrobium ini bisa dilihat dari tinggi batang. Jika tingginya mencapai lebih dari satu jengkal tangan dewasa bisa diprediksi dapat lekas berbunga,” ujar Sumadi. [santi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s