Membuang Akar Busuk

Jangan Sayang untuk Memotong
Musim hujan, musimnya akar busuk. Itu tentu jadi hal yang mengganggu, karena bisa menyebabkan kematian. Langkah tepat adalah mengangkat tanaman dan membongkar media tanam untuk melihat seberapa parah kondisi di dalamnya. Akar busuk wajib dipotong, meski harus menghabiskan separuh lebih bagian akar.
Busuk akar merupakan penyakit yang ditimbulkan karena akar ada dalam kondisi yang terlalu basah dan serangan bakteri. Ia bisa menghilangkan pasokan makan dan pastinya menghambat pertumbuhan. Dalam tahap kronis, akan menyebabkan kematian. Kematian akibat busuk akar menempati posisi pertama, terutama untuk aglaonema dan anthurium.
Gejala yang muncul cukup mudah, yaitu pertumbuhan daun mengecil, warna daun menguning, pertumbuhan melambat, dan daun cepat layu. Bila mendapati kondisi ini, segera lihat bagian akar untuk memastikan ada tidaknya busuk akar. Bila terlihat bagian ini berwarna cokelat dan berbau busuk, segera lakukan pengobatan.
Alat yang dipersiapkan adalah pisau tajam, gunting, ember, fungisida, vitamin B1 serta aliran air yang bersih. Langkah pertama, lihat bagian akar untuk memastikan bagian yang busuk – apakah bawah atau samping. Semprot perlahan dengan aliran air untuk menghilangkan sisa media tanam di akar.
Selanjutnya, potong bagian yang busuk dengan menggunakan gunting atau pisau dan hanya menyisakan bagian sehat. Kadang sang pemilik sering sayang untuk memotong, bila kebusukan akar sudah parah dan menyerang sebagian besar akar. Namun hilangkan pikiran itu, karena bila tak dipotong – busuk akar akan lebih besar. Sebab, mampu menyebar ke bagian yang sehat.
“Busuk akar harus hilang, meski sebagian besar akar hilang, termasuk tangkai daun, sehingga separah apapun kondisi akar, tetap harus dibuang di bagian yang busuk,” kata Pebisnis Anthurium di Surabaya, Heru Trisaksono.
Setelah yakin semua bagian yang busuk sudah hilang, maka berikan bakterisida. Larutkan bakterisida dalam ember sesuai dosis. Selanjutnya, masukkan akar tersebut dan rendam beberapa saat. Dengan cara ini, semua bagian yang terkena potongan akan terlidungi dari bakteri.
Terakhir adalah mempersiapkan media tanam baru yang harus porous. Sebab, media yang menyimpan air bisa memicu terjadinya bususk akar. Jadi, drainase air di dalam media tanam harus bagus. Alternatif campuran yang bisa diambil adalah dengan akar pakis, sekam baker, dan kotoran kambing/kompos. Komposisinya lebih didominasi oleh pakis hingga 75%, sementara sekam dan kotoran kambing mengisi tak lebih dari 25%.
Masukkan dalam media yang sebelumnya sudah disemprot dengan vitamin B1 untuk mengurangi stres tanaman. Media jangan ditekan, tapi ditepuk perlahan, agar media tak padat. Siram dengan mengalirkan air secara langsung di media tanam hingga air yang keluar dari bawah pot jadi jernih.
Bila perlu, daun yang sudah busuk di atas bisa dipotong, tapi bila hanya menguning atau kering sebagian, sebaiknya biarkan untuk membantu proses fotosintesis. Ke depan, anthurium pasti akan lambat tumbuh, karena memperbaiki akar terlebih dulu, baru kemudian mengeluarkan daun. [wo2k]

2 thoughts on “Membuang Akar Busuk”

  1. Ass,

    saya pencinta tanaman hias, dan saya juga sering baca gallery, gimana ya cara kita sharing ttg tanaman?

    nih sy punya blog isinya ttg tips ttg tanaman
    http://keboenodie.blogspot.com/
    blog ini saya buat untuk memudahkan para pencinta tanaman baik pemula ataupun yang sudah lama untuk tuker-tuker ilmu jadi bisa membantu para pencinta tanaman

    saya tunggu kedatangannya

    Wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s