Percantikan Adenium dengan Sambung Congkel

Grafting Tanpa Banyak Memangkas Ranting
Menggrafting atau menyambung ranting atas adenium dengan jenis lain hingga memiliki bunga yang diinginkan, ternyata tak selalu memangkas habis bagian batang bawah. Pasalnya dengan grafting ini, sambungan tetap bisa ditempel dengan menyelipkan di bagian tertentu. Bisakah?
Masih dalam hal grafting adenium. Kali ini, redaksi Tabloid Gallery memperkenalkan teknik sambung congkel yang memiliki beberapa keunikan sekaligus keistimewaan dan teknik berbeda. Konon, teknik ini bisa di-mix dengan grafting yang lain, baik itu dengan sambung V sampai sambung tempel.
Pakar dan Pebisnis Adenium di Depok Jawa Barat (Jabar), Ir Slamet Budiharto, mengatakan teknik sambung ini memiliki berbagai keistimewaan. Salah satunya adalah, grafting bisa dilakukan berulang-ulang, meski ranting adenium hanya satu.
“Misalnya, bagian bawah diberi sambung congkel dan bagian atas diberi sambung V atau tempel,” tandas Slamet.
Hanya, lanjut Slamet, perlu diwaspadai proses grafting sebaiknya dilakukan secara bergantian, bukan bersamaan. Pasalnya jika dilakukan bergantian, nutrisi pada grafting paling atas akan terkurangi. Selain itu, sayang jika sambungan atas sudah menempel, tapi sambungan congkel tidak jadi.
Menurut Slamet, cara ini juga disebut-sebut tidak bisa merusak struktur bagian atas yang sudah tumbuh dengan baik. Sebab, penempatan yang ada di tengah-tengah bukannya di pangkal ranting, meski nantinya pertumbuhan daun atau bunga (jika sudah muncul, red) akan sedikit terganggu.
Hal yang Dilakukan dan yang Dilarang
Menyambung pucuk, masih kata Slamet, umumnya sering dilakukan pada adenium yang malas berbunga. Sebenarnya, teknik grafting ini sangat mudah dilakukan, tapi jika tidak berhati-hati, sambungan akan gagal dan batang bisa membusuk. Beberapa hal yang harus diperhatikan, menurut Slamet, antara lain:
•    Gunakan pisau yang steril untuk memotong batang yang akan disambung, supaya nantinya batang tidak membusuk.
•    Tanaman yang akan disambung minimal sudah berbatang keras atau berumur di atas 8 bulan dan sehat.
•    Jika musim hujan, penyambungan dikurangi, karena kelembaban yang tinggi menyebabkan tingkat keberhasilan yang sangat rendah. Kecuali jika tersedia ruangan missroom atau kedap udara.
•    Pilih batang atas dari varietas lain yang sehat dan rajin berbunga (untuk sambungan atas, red). Hal yang perlu diperhatikan dalam grafting adalah kedua varietas tersebut harus memiliki kecepatan pertumbuhan yang sama, agar tidak terjadi pembengkakan pada sambungan.
•    Harus ada kecocokan batang atas dengan batang bawah. Sesuaikan diameter batang atas dan bawah, agar sambungan yang dihasilkan rapi dan baik. Selain itu, cara pemotongan sambungan congkel dan gaya lain, sebaiknya tidak dilakukan berkali-kali, sehingga menghasilkan potongan yang tidak halus. [hyo]

Cara Melakukan
Untuk melakukan cara ini, menurut Slamet, dibutuhkan ketelitian dan kematangan dalam hal pemotongan. Sebab jika tidak, sambungan tidak akan pas ketika dipasang. Selain itu, pemilihan peralatan yang steril, menurut pengalaman Slamet, bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, sambungan busuk atau terserang bakteri. Berikut cara malakukanya:
1.    Siapkan adenium dengan sambungan yang akan di-grafting. Umumnya, tanaman yang digunakan berusia lebih dari satu tahun dan memiliki batang yang sudah keras, juga memiliki tampilan yang menarik, mulai dari bonggol sampai percabangan.
2.    Siapkan beberapa peralatan, seperti pisau, plastic, dan gunting. Dalam hal potong-memotong dan penggunaan alat yang berhubungan langsung dengan tanaman, usahakan menjaga sterilisasinya terlebih dulu. Sebab, luka yang dibuat akan jadi busuk, jika alat yang digunakan tidak steril.
3.    Sediakan bagian rumahan (batang bawah, red). Potong dengan bentuk menyamping, dengan sudut kemiringan sekitar 450 tanpa memotong seluruh batang.
4.    Lakukan pemotongan yang sama pada bagian batang atas. Namun hal ini, dilakukan dengan cara sebaliknya dengan sudut yang berbeda.
5.    Untuk mempermudah proses pada tahap selanjutnya, usahakan memotong bagian tepat pada mata daun. Kemudian, potong daun jadi separuh. Hal ini berguna pada saat proses penempelan.
6.    Barulah setelah itu, sambungan bisa ditempel. Usahakan jangan menggeser bagian yang sudah tertempel. Sebab, besar kemungkinan bagian ini akan gagal tersambung. Pada saat menempel, pegang daun yang sudah dipotong. Jangan sekali-kali memotong bagian dalam adenium, karena bakteri bisa muncul tanpa disengaja.
7.    Setelah tersambung, maka ikat dengan plastik yang sudah diperpanjang, sehingga seperti plastik. Ikat kuat, tapi jangan terlalu kencang di bagian atas dan bawah. Daun yang tak terpotong adalah patokan bagian atas dan bawah.
8.    Jika bagian ini ada di atas, penyungkupan adalah cara tepat. Namun jika ada di bagian bawah, sebaiknya adenium terjaga dengan benar. Pasalnya, air yang masuk sedikit saja bisa berpengaruh buruk pada sambungan. Bukan kesempurnaan yang didapat, malah batang yang disambung akan jadi busuk sebelum berkembang.
Tertarik, cara ini memang sedikit memerlukan ketelitian. Namun jika dilakukan dengan benar dan sering mencoba, maka sesulit apapun cara, pasti dapat Anda lakukan. Sekali lagi – meski sulit, penerapan yang sesuai dengan tanaman, akan menambah kecantikan koleksi adenium Anda. [hyo]

3 thoughts on “Percantikan Adenium dengan Sambung Congkel”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s