Lidah Naga Super

Tampilan Minisize karena Faktor Lingkungan

Dulu, pernah muncul anthurium lidah naga dengan keunikan di ujung daun yang membentuk tekstur membelah mirip lidah reptil. Dengan struktur tubuh normal lebih dari 1 meter, membuat tampilannya semakin aduhai. Lalu, bagaimana jika tampilan anthurium lidah naga ini dibuat minisize? Apakah segarang pendahulunya?

Ukuran tampilan jenis anthurium ini memang relatif lebih kecil dibanding normalnya. Panjang per lembar daunnya kurang lebih 30-40 cm. Uniknya, ini merupakan ukuran maksimal tanaman. Secara keseluruhan tekstur tampilan, anthurium ini sama dengan satu jenisnya. Keunikan bentuk kerdilnya ini, sepertinya mampu menyihir minat setiap orang yang melihatnya. Bahkan, berpengaruh pada harganya yang mencapai Rp 1,2 juta per tanaman.
Kelainan jadi Tren
Siapa mengira, cacat atau kelainan pada tanaman seakan jadi tren setter di dunia tanaman hias saat ini. Padahal tujuan orang merawat tanamannya, agar bisa tampil sehat dan memiliki tampilan yang bagus. Tak ubahnya dengan saat ini, setiap orang berbondong-bondong memburu jenis tanaman yang mengalami kelainan fisik, baik yang disebabkan karena faktor genetik ataupun pengaruh lingkungan. Bahkan antusiasme penggemar tanaman hias ini seakan mengacuhkan harga yang dipatok.
“Ini soal rasa. Sama halnya dengan memahami seni rupa yang tak bisa diukur dengan materi. Kalau klik, kenapa tidak?” tandas Penggemar Anthurium di Semarang, Dodik.
Memang, kalau soal rasa tidak ada alasan untuk mengatakan salah atau benar. Sebab, sifatnya yang cenderung relatif. Perlu digaris bawahi di sini, bahwa untuk kelainan yang dialami pada tanaman sifatnya adalah natural atau alami. Artinya, kelainan atau cacat pada tanaman merupakan hasil dari proses alam – bukan buatan, sehingga karakter yang muncul pun akan terlihat alami, membuat harganya melambung tinggi.
Selain itu, tekstur yang dibuat oleh alam ini peluangnya sangatlah kecil. Tak semua tanaman akan mengalami fase ini. Terlebih, jika kelainan tampilan tanaman disebabkan oleh faktor genetik yang besar kemungkinan tak dapat diubah lagi. Namun kelainan untuk anthurium lidah naga kerdil satu ini, tak hanya disebabkan faktor genetik – dimana bisa membentuk tekstur belah di ujung daun. Tapi juga disebabkan oleh faktor lingkungan – sebagai penyebab kondisinya yang tumbuh kerdil.
Bentuk Kerdil
Proporsi tubuh yang kerdil ini akibat pengaruh lingkungan, terutama oleh faktor penyinaran. Sinar matahari yang berlebih, berpotensi untuk membuat tangkai daun anthurium lidah naga ini tetap tampil pendek, meski tak sesuai dengan usianya. Sebab, proses pertumbuhannya yang terhambat, dimana sel-sel yang ada pada tanaman tak bisa mengalir sempurna sesuai keadaan normal.
Idealnya, untuk jenis anthurium membutuhkan faktor lingkungan yang cukup teduh, dimana terdapat naungan untuk memperlancar siklus pertumbuhan dan pembentukan karakteristik daun. Itu sepertinya tidak diterapkan pada anthurium lidah naga minisize ini. Ia dibiarkan tumbuh dalam keadaan terbuka, dengan memanfaatkan sinar matahari langsung. Pantas saja, jika kondisi batang daunnya kecil, meski tanaman sudah berumur 1 tahun.
Kesimpulannya, untuk kelainan yang disebabkan oleh faktor lingkungan bisa dijadikan eksperimen untuk membentuk karakter tanaman. Namun itu bukan berarti perlakuan seperti ini tak membawa resiko. Sebab, kalau diterapkan secara asal dan tak sesuai dengan aturan, akan berdampak pada kerusakan daun.
“Sebaiknya sekali waktu tanaman ada dalam keadaan teduh. Penyiraman setiap hari pun tak masalah. Jika daun terlihat kurang segar, cukup dilakukan sprai pada bagian permukaan,” saran pemilik anthurium lidah naga ini di Madura Jawa Timur (Jatim), Joko Arifin. [santi]
Lakukan Diet Nutrisi
Sepertinya, bukan manusia saja yang melakukan diet nutrisi. Anthurium lidah naga pun juga melalui fase ini. Itu untuk mempertahankan bentuk mungilnya. Perlakuan diet nutrisi disini berguna untuk menghambat pertumbuhannya, yaitu dengan mengurangi jumlah asupan nutrisi dari komposisi normalnya. Otomatis, kebutuhan tanaman akan jadi minim dan berdampak pada pertumbuhan yang tak sempurna, seperti tanaman tumbuh dengan kondisi kerdil.
“Sedangkan untuk proses munculnya percabangan di ujung daunnya memakan waktu yang lama, yaitu kurang lebih 1-1,5 tahun. Itu bergantung pada kondisi perlakuan tanaman,” ujar Joko.
Jika ingin melakukan eksperimen untuk membuat anthurium tampil minisize, menurut Joko, beberapa hal tadi bisa diterapkan. Syaratnya, usia tanaman yang bisa dilakukan eksperimen kurang dari 1 tahun, dimana di usia ini merupakan fase pertumbuhan yang ideal, sehingga pembentukan karakter pada tanaman sangat mungkin untuk dilakukan.
Menerapkan proses penyinaran terhadap matahari langsung dan perlakuan diet nutrisi dapat dijadikan alternatifnya. Soal media tanam yang diterapkan pun sama untuk jenis anthurium kebanyakan. Misalnya, penggunaan pakis, sekam baker, dan pupuk kandang. Namun, Joko menggunakan alternatif tambahan untuk menjaga tampilan tanamannya, yaitu dengan memberikan sedikit larutan MSG (Monosodium Glutamat) pada media tanamnya.
Konon, masih kata Joko, larutan ini bisa mendukung pertumbuhan tanaman agar tampilannya lebih maksimal. Ditinjau secara ilmu pangan, memang di dalam MSG sendiri terdapat kandungan sari pati tebu yang memiliki unsur nitrogen tinggi. Itu dihubungkan dengan tanaman yang juga membutuhkan unsur nitrogen untuk memenuhi kebutuhannya. Meski belum ada penelitian yang menunjukkan manfaat MSG bagi tumbuhan.
Setelah eksperimen berhasil, ada cara mudah jika Anda ingin tanaman ada dalam kondisi normal seperti sedia kala. Cukup mengembalikan perlakuan tanaman sesuai kondisi normal, yaitu dengan memberikan naungan atau menempatkan anthurium di tempat yang teduh, dimana sinar matahari tak masuk secara langsung serta menerapkan kembali komposisi nutrisi tanaman sesuai ukuran normalnya. Niscaya, dalam kurun waktu kurang lebih 2-3 bulan, kondisi tanaman akan kembali dalam ukuran normal.
“Hanya yang perlu diperhatikan dalam proses pengembalian kondisi ini adalah soal kontinuitas dan rutinitas,” tandas Joko. [santi]

2 thoughts on “Lidah Naga Super”

  1. mas kl aglonema donacarmen yg daunya kembar itu di sebut lidah naga juga ya?
    brp kisaran hrganya pak?
    kakak saya punya yg seperti itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s