Meluruskan Mitos Adenium

Agar Tak Salah Membeli dari Pedagang ‘Nakal’
Banyak kreasi adenium, mulai akar, batang sampai bunga. Dari kekayaan produk yang dimiliki, menempatkan adenium sebagai tanaman 1000 kreasi. Namun makin berkembangnya kreasi dari penghobi, banyak mitos beredar, terutama dari beberapa kelainan yang ditimbulkan, seperti variegata, bonggol kuning, kristata sampai kualitas warna bunga.
Ragam kelainan genetik yang dimiliki adenium, membuatnya jadi barang langka, membuat harga jual meroket hingga puluhan kali lipat. Dampaknya di pasaran, beberapa petani dan pedagang berupaya melakukan manipulasi, baik dari media tanam maupun perlakuan lainnya untuk mendapatkan kelainan genetik yang diinginkan.
Tujuannya jelas, yaitu ingin mendapatkan untung besar dengan menjual produk kelainan genetik. Kerugian terbesar tentu di tangan konsumen, dimana selain dari kelainan genetik maupun mutasi, hasil produk yang didapat tak akan stabil, sehingga banyak komplain tentang produk kelainan adenium yang berubah setelah dirawat di rumah.
Ketidaktahuan pembeli yang didominasi penghobi baru, membuat satu ladang sendiri bagi penjual nakal untuk mencari keuntungan. Celah yang bisa digunakan selain mengelabui kelainan genetik, pedagang banyak melakukan penipuan untuk pembeli yang menginginkan bunga adenium. Caranya mudah, karena untuk penjualan adenium bunga ditawarkan dalam bentuk potongan atau grafting yang tentunya belum berbunga.
Variegata
Produk variegata merupakan salah satu kelainan genetik dibawa oleh tanaman yang akhirnya membuat warna daun berbeda dari warna biasanya. Di kelas adenium, variegata ditandai dengan warna daun yang mempunyai paduan warna putih dan hijau. Bahkan di beberapa jenis variegate, ada yang mempunyai paduan warna pink, putih, dan hijau.
Penjual bisa membandrol jenis variegata hingga puluhan juta rupiah. Namun harus hati-hati, karena tak semua barang yang ditawarkan bisa permanen jadi variegata. Ada beberapa perlakuan dan cara sendiri saat memilih dan memelihara produk variegata.
Sekretaris Perhimpunan Pecinta Adenium Indonesia (PPADI) Jatim, Atex Wiyono, mengatakan produk variegata adenium bisa dikatakan normal bila pada daun tumbuh berikutnya berwarna serupa. Pembeli memang harus hati-hati, diusahakan saat membeli sudah terlihat tumbuh daun baru untuk melihat bercak putih di daun. Adenium variegata sangat tak disarankan untuk dijemur di bawah sinar matahari.
“Variegata tak ada yang bisa tahan dengan matahari, karena warna daun bisa berubah hijau kembali,” imbuh Atex. “Pembeli harus minta informasi pada penjual tentang bagaimana perawatannya. Polemik variegata memang masih menimbulkan pro dan kontra, tapi di tingkat bursa barang belang putih ini tetap jadi buruan, meski keabsahannya belum dipastikan,” lanjutnya.
Stabilitas variegata sendiri belum bisa dipastikan secara permanen, melihat hasil semain biji kemungkinan menghasilkan keturunan yang sama – sangat kecil, sehingga ada beberapa orang yang mengatakan variegata itu palsu. Namun ada beberapa yang melihat daun belang bisa dibuat permanan, asalkan mengerti cara perawatannya.
Di tingkat konsumen, produk variegata tetap mempunyai pasar sendiri, meski di beberapa bursa bisa tembus hingga angka jutaan rupiah/pohon. Saran bagi penghobi yang ingin membeli adalah kepercayaan yang harus dibangun antara dua belah pihak. Diharapkan ada satu perjanjian tentang produk yang kita beli, sehingga baik pembeli dan penjual bisa sama-sama untung.
Bonggol Emas
Kelainan adenium yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah bonggol emas yang di-klaim bisa dibuat. Sementara beberapa petani adenium melihat itu merupakan teknik rekayasa yang akhirnya membuat tanaman mati. Pro-kontra adenium bonggol emas/kuning memang lebih kuat berhembus, karena harga jual produk ini bila sudah dewasa bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nilai uang yang didapat wajar, bila tanaman ini untuk dibudidayakan, karena janji keuntungannya besar.
Sementara Penghobi Adenium di Surabaya, Arief Tape, mengatakan bonggol emas merupakan satu kelainan genetik yang dipastikan tak bisa dibuat. Kaitannya sama seperti variegate, dimana stabilitas yang jadi tolak ukur.
“Memang ada yang klaim bisa membuat, tapi apakah bisa bertahan lama,” tandas Arief.
Menjadi permasalahan tetap di tingkat pembeli yang dipastikan sebagian besar mempunyai pengetahuan terbatas tentang bonggol emas. Apalagi bonggol emas merupakan produk yang spesifik dan jarang dimiliki oleh penghobi. Mitos bonggol emas sendiri oleh beberapa petani adenium malah membuat tanaman itu mendekati kematian.
Pramuhajadi – Penggemar Adenium di Jogjakarta – mengaku kalau bonggol adenium emas bisa dibuat. Caranya, dengan menggunakan media batu bata dan pupuk urea. Namun dari warna kuning yang dimiliki akan merambat naik dari akar ke batang dan akhirnya menuju ke pucuk daun.
“Dari pengamatan saya, warna kuning akan naik, akhirnya menyeluruh di permukaan tanaman, dan tanaman mati,” imbuh Pramuhajadi.
Di tingkat bursa, adenium emas tetap mencuri perhatian penggemar, terutama yang menyukai dari karakter bentuk adenium. Sebab, dengan adanya paduan warna kuning bentuk secara keseluruhan adenium semakin indah. Begitu juga bagi penggemar keindahan warna-warni bunga, bisa menjadikan satu kombinasi menarik.
Sebagai pembeli, tentu ada di tempat yang sulit. Sebab, banyak rumor beredar tentang produk bonggol emas. Saran yang bisa diberikan saat membeli bonggol dengan warna kuning diharapkan mengambil yang sudah berusia dewasa, yaitu sekitar satu tahun. Sebab, bila sudah dewasa apalagi mampu mengeluarkan bunga setidaknya rekayasa di media tanam bisa dikurangi.
Di situ, keabsahan bonggol emas bisa sedikit dipercaya, karena proses metabolisme tanaman berjalan normal dari keluarnya bunga serta warna bonggol yang muncul. Namun kembali lagi untuk melakukan negosiasi antar penjual dan pembeli tentang garansi tanaman. Sebab, untuk usia satu tahun dan berwarna emas ditambah sudah berbunga bukan barang yang murah untuk dibawa pulang.
Grafting Bunga
Banyak pembaca yang menanyakan bagaimana melihat adenium bunga berdasarkan ciri fisik tanaman. Contohnya, bagaimana mengetahui kalau adenium ini bisa menghasikan bunga jenis shangrilla?. Jawabanya, warna bunga tak bisa ditentukan dari ciri fisik, baik dari batang maupun bentuk daun. Lalu, bagimana kita tahu tidak ditipu oleh penjual saat membeli adenium bunga yang hampir 100% dijual dalam bentuk potongan (grafting) yang tentunya belum berbunga.
Menurut Pengusaha Adenium di Sidoarjo Jatim, Santoso, kemungkinan melihat bunga dari karakter tanaman sangat sulit. Memang bisa dilihat, tapi itu untuk tingkatan ahli yang sudah berpengalaman. Di tingkat penghobi baru, harus percaya dengan penjual yang menawarkan produk adenium bunga. Caranya, tentu membeli di kios langganan atau langsung datang ke tempat pembibitan adenium.
Pembeli yang datang di area bursa memang kesulitan untuk mendapatkan kios langganan, apalagi bila Anda sebagai penghobi pemula. Caranya, sama dengan trik produk sebelumnya, dimana harus ada perjanjian antar penjual dan pembeli tentang garansi produk dan jangan lupa minta kartu nama. Jadi, bila terjadi masalah bisa langsung dikontak. [wo2k]

One thought on “Meluruskan Mitos Adenium”

  1. salam sillaturrohiim kami sampaikan. semoga selalu dalam lindungan Tuhan semuanya.

    saya punya adenium bonggol kuning yang biasa disebut bonggol emas……

    silahkan buka di website kami.
    trimakasih

    Rohmat arifin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s