Mix and Match Alternatif Media

Agar Warna Tanaman Lebih Berkarakter

Masih ingat dengan teknik arang yang bisa dijadikan alternatif untuk memunculkan karakter warna pada tanaman? Ya, kandungan unsur karbon pada arang inilah yang bermanfaat untuk membentuk warna. Bagaimana jadinya, jika dilakukan kolaborasi media untuk mendapatkan karakter warna yang semakin kuat?

Sekedar mengingat kembali, pada percobaan terdahulu dengan menggunakan anthurium sebagai obyeknya – dimana alternatif media arang terbukti bisa memunculkan karakter warna pada akar, batang, dan urat daun.
Munculnya karakter warna pada tanaman merupakan suatu kelebihan tersendiri bagi anthurium. Sebab, semakin kuat karakter warna yang muncul akan berpengaruh pada nilai ekonominya juga. Pesona warna pada athurium jadi hal mutlak yang harus ada, sehingga tak sedikit orang yang melakukan berbagai alternatif untuk mendapatkan karakter warna yang maksimal.
Apakah sebagian dari Anda sudah menerapkan teknik arang untuk memunculkan karakter warna pada tanaman? Jika sudah dan Anda ingin mendapat hasil yang lebih, kali ini ada trik khusus untuk membentuk karakter warna agar semakin kuat, yaitu dengan melakukan kolaborasi media.
Dalam teknik ini, penggunaan arang masih tetap dilakukan, yaitu dengan menempatkannya di dalam media tanam (dekat akar) dan bagian permukaan. Itu berguna untuk memudahkan tanaman dalam menyerap unsur karbon arang.
Yang jadi perbedaan dengan teknik arang terdahulu adalah dengan dibarenginya media air sebagai penunjang kelembaban tanaman – dengan memasukkan tanaman dalam pot ke dalam wadah yang berisi air dengan penyangga sebongkah batu bata. Dalam kurun waktu kurang lebih 1-2 bulan, maka akan terlihat karakter warna yang lebih kuat dari sebelumnya.
“Penerapan batu bata dalam air untuk pembentukan karakter warna ini berkaitan dengan fungsinya sebagai sistem kontrol kelembaban bagi tanaman,” kata Penghobi Anthurium di Madiun Jawa Timur (Jatim), Sonny SP.
Dalam hal ini sistem kelembaban yang baik akan mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Seperti halnya dalam memunculkan karakter warna anthurium. Teknik ini juga bisa menghindarkan tanaman dari kebusukan akar. Sebelum melakukan eksperimen, ada baiknya jika terlebih dulu mengenal karakter media yang akan diaplikasikan untuk tanaman. Dengan begitu, secara tak langsung bisa memahami kelebihan dan kekurangannya.
Karakter Arang
Seperti kita tahu, masih kata Sonny, arang bisa diperoleh dari hasil sisa pembakaran, baik itu dari kayu, tempurung kelapa atau sekam padi. Namun pada teknik ini lebih dianjurkan untuk menggunakan arang kayu atau tempurung kelapa. Sebab, unsur karbonnya lebih tinggi dibanding sekam.
Kelebihan media ini, antara lain mudah mengikat air, tidak cepat lapuk, tak cepat menggumpal, tak mudah ditumbuhi fungi (jamur) dan bakteri, bisa menyerap senyawa toksik (racun), dan melepaskannya kembali saat penyiraman serta merupakan sumber kalium bagi tanaman. Dengan adanya arang, tanaman dapat tumbuh sempurna, karena media terjamin kebersihannya dan bebas dari jasad renik yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Batu Bata
Berbeda dengan sifat arang yang kaya akan unsur hara. Dalam hal ini batu bata tidak memiliki kelebihan ini, malah miskin hara. Namun seperti halnya bahan an-organik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar.
Itu karena batu bata memiliki kemampuan sistem drainase dan aerasi yang baik untuk tanaman, sehingga kelembaban tanaman bisa dikontrol batu bata. Tak sedikit dari tanaman yang menggunakan batu bata sebagai alternatif media tanamnya.
Setelah mengenal karakter media, barulah ada pada pilihan Anda untuk menerapkannya. Tertarik untuk melakukan eksperimen pada anthurium Anda, agar warnanya terlihat lebih berkarakter? Berikut tips dan trik kolaborasi medianya.
Bahan yang disiapkan:
Baskom/wadah untuk menampung air
Batu Bata
Arang
Air bersih sebanyak 1 liter
Caranya:
1. Aplikasikan arang ke bagian dalam media tanam dan pada permukaannya.
2. Masukkan 1 liter air ke dalam baskom/wadah yang telah disediakan
3. Kemudian letakkan sebongkah batu bata (arah tidur) tepat di tengah baskom yang telah diisi air bersih. Usahakan sebagian saja posisi batu bata yang tergenang air. Apabila posisi air melebihi tinggi batu bata, sebaiknya kurangi frekuensi air.
4. Barulah masukkan tanaman dalam pot di atas batu bata. Dalam hal ini, sebaiknya gunakan pot yang memiliki lubang di bagian bawahnya. Itu agar pengangkutan unsur air dalam batu bata terangkat dengan maksimal. [santi]
Pentingnya Spray
“Hal yang harus diperhatikan pasca teknik ini, yaitu dengan melakukan proses penyiraman yang rutin,” ujar Sonny.
Mengapa dalam hal ini, proses penyiraman jadi sangat penting untuk diterapkan? Mengingat, pada medianya sendiri sudah terpenuhi unsur air dan haranya. Sistem penyiraman yang dimaksud di sini tidak asal dilakukan, yaitu dengan menggunakan metode sprai atau pengkabutan dan hanya diaplikasikan pada bagian tanamannya.
Penyiraman sprai dilakukan untuk menyesuaikan kadar air yang dibutuhkan tanaman, sehingga bagian bawah tanaman (akar dan media tanam) terpenuhi kebutuhannya, demikian juga pada tanaman bagian atas. Mengingat, proses pengangkutan air dari akar ke daun membutuhkan waktu yang cukup lama.
Pasalnya, air yang berlebihan akan menyebabkan bagian akar membusuk. Itu karena, media tanam menyimpan air dalam waktu lama dan menyebabkan berkembang-biaknya mikro-organisme, seperti cendawan dan bakteri. Sebaliknya jika kekurangan air, tanaman bisa mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).
Kondisi dehidrasi ini ditandai dengan daun kayu dan mengerut. Proses pengkabutan (sprai) dapat diterapkan bila cuaca panas. Selain itu, juga bergantung pada ukuran tanaman serta kondisi lingkungan. Jika tanaman semakin besar, frekuensi pengkabutan pun perlu ditambah. [santi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s