Rosela Merah

Sehat dengan Budidaya Sendiri

Tanaman ini memiliki warna menarik. Konon, buahnya berkhasiat sembuhkan penyakit. Sebut saja, penyakit langganan ketika usia senja, seperti diabetes dan hipertensi.

Sehat itu mahal. Sadar atau tidak, aneka polutan dan radikal bebas yang hidup dengan kita setiap hari, gaya hidup asal-asalan, dan kemudahan hidup yang dijamin teknologi, membuat sehat itu jadi hal langka. Namun jangan khawatir – karena sebagai penyeimbang – kini masyarakat mulai menerapkan hidup sehat, seperti minum jamu. Herbal yang dikemas jadi minuman terbukti secara pengalaman mampu mengurangi resiko ancaman penyakit.
Tak hanya di Indonesia, di Jepang masyarakatnya juga mengemas herbal jadi minuman segar, yaitu kebiasaan minum teh. Rasanya pahit dan warna teh hijaunya segar, seakan memberi nunsa sendiri bagi perlindungan diri terhadap penyakit. Tak selamanya teh yang menyehatkan itu berwarna hijau, karena minuman yang biasa disajikan dengan hangat atau dingin ini ada juga yang berwarna merah. Konon, ia memiliki peran herbal.
Teh merah. Begitu orang biasa menyebut teh yang sebenarnya bukan berasal dari daun teh ini. Pertama kali diperkenalkan di Indonesia tanaman ini sempat heboh. Dan percaya atau tidak, tanaman ini sudah lama dikenal dunia, maka jangan heran jika rosela merah memiliki banyak nama di beberapa negara.
Jamaican sorrel adalah sebutan yang diberikan oleh masyarakan India, oseille rouge disebut orang Perancis, quimbombo chino di Spanyol, karkade di Afrika Utara, dan bisap di Senegal. Di Indonesia, rosela merah tak hanya dikenal sebagai bahan herbal, tapi juga bahan pembuat makanan dan minuman. Beberapa orang sudah mengolah tanaman ini sebagai manisan dan beberapa lagi mengolahnya jadi sirup siap minum.
Ia berdaun dan bisa memiliki tinggi hingga 2 meter (batang). Buahnya mirip dengan bentuk kuncup bunga dan berwarna merah, sehingga ia dijuluki rosela merah. Uniknya, buah yang digunakan sebagai ekstrak dan olahan datang dari kulitnya. Sedangkan isinya, selain ditanam kembali, tak bisa jadi bahan makanan atau minuman. Budidayanya mudah dan perawatannya tak begitu sulit, membuat tanaman ini cepat berkembang, tak terkecuali di Indonesia.

“Pada dasarnya, menanam rosela merah mudah, seperti kita menanam pohon.

Hanya perlu diperhatikan, hasil yang maksimal dan mencegah kerontokan sampai kematian, sebaiknya tanah yang digunakan tak terlalu asam,” kata Petani Rosela Merah di Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel), Badrun. “Banyak dan mudahnya penanaman, membuatnya tak sulit mencari kebun dan hasil olahan tanaman ini,” lanjutnya.
Budidaya Rosela Merah Sendiri
Tak hanya khasiatnya yang bermanfaat bagi tubuh, bentuknya yang unik dalam balutan warna merah segar, membuat siapa saja tak bosan melihat tanaman berbuah ini, sehingga tak jarang rosella merah sengaja ditaruh di beberapa bagian depan rumah yang fungsinya sebagai tanaman hias.
Menurut Badrun, pada dasarnya memulai menanam tanaman ini tidaklah membutuhkan persiapan khusus. Hanya persiapan biasa yang dilakukan sesuai dengan dimana tujuan kita akan menanam tanaman ini.
I. Menanam di Pot
Warna buah merah merona di tengah tumbuh daun yang hijau dan terlihat segar jika terawat dengan baik, membuat tanaman ini kian cantik untuk dijadikan tanaman hias. Tak hanya di luar ruangan, dalam ruangan pun tanaman ini siap memperindah suasana lingkungan sekitar.
Menurut Badrun, beberapa tahapan yang harus dipersiapkan, yaitu pemilihan pot, penyiraman, penggunaan media tanam, dan pemupukan, terutama jika Anda ingin tanaman rajin berbuah. Lebar pot biasanya menyesuaikan dan sesuai dengan selera. Hanya seperti tanaman hias lain, bagian kedalaman guna tumbuh-kembang akar perlu diperhatikan. Pot yang digunakan umumnya menyesuaikan panjang akar.
Penyiraman dilakukan seperlunya. Dalam hal ini penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban dan menghindari dehidrasi media tanam, sehingga pendistribusian nutrisi seluruh bagian tanaman dilakukan dengan baik dan lancar. Laiknya sebuah tanaman hias, pemupukan sesering mungkin harus dilakukan. Selain menjamin nutrisi makanan tanaman, kebutuhan unsur tertentu membuat beberapa bagian akan terlihat tumbuh dengan maksimal.
Buah misalnya, bagian ini biasanya bisa dirangsang dengan penggunaan pupuk dengan kandungan Kaliun dan Pospor tinggi, disamping kandungan Nitrogen yang tetap ada, meski jumlahnya kecil. Jika Anda kesusahan menanam sejak kecil tanaman ini – sebagai alternative – Anda bisa mencarinya di beberapa nurseri setempat. Mudahnya penanaman, membuat tanaman ini mudah dijumpai dengan harga bervariasi. Umumnya, dalam satu pohon rosela merah dijual dengan harga sekitar Rp 30 ribu.
II. Menanam di Kebun
Selain bisa membeli bibit yang sudah remaja (sudah jadi pohon), Anda pun bisa mempersiapkan bibitan sendiri. Bagaimana cara mempersiapkannya, berikut uraian Badrun yang sudah malang-melintang menanam tanaman ini di tanah asam Kalsel.
“Setelah buah masak, di dalamnya sering ada biji. Jika sudah tua, bagian ini akan berwarna kecoklatan (jika masih muda berwarna hijau). Perbedaan warna ini yang pada akhirnya menentukan siap-tidaknya biji untuk ditanam. Sebab jika masih muda, bibit akan susah berkembang,” ungkap Badrun.
Setelah lahan dipersiapkan, dibuatlah lubang-lubang untuk tempat menanam. Untuk menjamin pembagian nutrisi yang baik dan seimbang, usahakan untuk memberi jarak sekitar 1 meter di bagian kanan, kiri, depan, dan belakang tanaman. Jarak ini adalah jarak ideal untuk menanam rosela merah.
Umumnya, dalam satu lubang cukup ditanami tanaman 2-3. Hal ini bisa berakibat pada masalah percabangan yang sedikit. Untuk menurunkan kadar keasaman tanah, biasanya digunakan kapur secukupnya dengan media tanah dan pupuk kandang sesuai dengan kebutuhan. Setelah berusia 2-3 bulan, tanaman mulai berbunga dan panen berlangsung saat berumur 5-6 bulan.
Panen rosela merah dilakukan secara bertahap, mulai dari bunga yang sudah tua selama dua minggu. Lebih jauh, Badrun menambahkan, rosela merah bisa ditanam di musim kemarau, asalkan pengairannya lancer. Misalnya, di sawah. Berdasar pengalamannya, rosela merah yang ditanam di pekarangan di musim kemarau, bunganya tak bagus dan batangnya kecil, meski dialiri air. Tanaman ini juga tak mau tumbuh, jika suhu lingkungan melebihi dari 230C. [adi]

14 thoughts on “Rosela Merah”

  1. saya, kebetulan baru bingung. sebab lahan yang saya punya belum produktif.

    saya mendengar tentang budidaya rosela. tp saya juga membutuhkan informasi tentang pemanfaatannya sekaligus juga teknologi atau cara yang dapat mengawetkan bahan keringnya.

  2. saya tertarik tentang budidaya rosela..saya ingin tau informasi tentang pemasarannya, apakah di medan ada? jika ada boleh saya tau alamat dan no tlpnya. trimakasih

  3. saya sangat ingin membudidayakan tanaman ini, dan sekaligus bagaimana cara pengolahan bunga ini untuk dijadikan obat-obatan? mohon berikan petujnuk yang jelas, dimana saya bisa mendapatkan tanaman ini?

  4. bagaimana cara budidaya teh rosella dan apa memang benar ada jenis dari teh rosella yg tdk boleh diminum/di manfaatkan karena jika dimanfaatkan justru akan menganggu ginjal tolong informasikan kebenaran tentang hal ini terima kasih

    selama konsumsi secara wajar dan bersih seperti minum satu gelas sehari dan dengan takaran yang tepat evek negatif bisa di hindari. menganai ginjal bila memang sudah mendapatkan penyakit ginjal memang disarankan untuk tidak meminum minuman yang berwarna…jadi bisa di imbangin dnegan minum air putih yang lebih banyak bila mengkonsumsi rosella merah

  5. saya dah punya pohon rosella merah,kini dah hampir 1th mulai penanaman pohonnyapun hampir 3m,tpi sampai kini belum pernah berbunga,jaraknya pun sekitar 1m…boleh tahu itu penyebabnya apa za…terimakasih

  6. Saya malah kesulitan untuk memasarkan teh rosella yg saya budidayakan. Biasanya saya menjual ke apotek2 didaerah saya. Tapi apotek2 tsb tidak berani membeli dlm jumlah banyak(besar) sehingga saya kesulitan dlm memasarkan hasil teh saya. Disamping itu pengetahuan masyarakat akan khasiat teh ini masih minim .Jadi antusias masyarakat pd teh ini juga minim

  7. SAYA DAH TANAM DAQI BIJINYA SEKARANG BARU SETINGGI 1 JENGKAL TAPI KOK GAMPANG RONTOK DAN BATANG JADI BUSUK LALU MATI

    1. ada beberapa penyebab,
      1. bisa saja tanah yang digunakan terlalu keras.
      2. penggunaan pupuk kandang yang belum matang
      3. penggunaan pupuk yang melebihi dosis
      4. serangan fusarium / busuk pangkal batang

      coba dievaluasi lagi. thanks…

  8. bagi pembaca yang ingin mencoba memasarkan ataupun kerjasama di komoditi bunga rosella, kami siap mensupply komoditi rosella merah dan ungu dengan kwalitas super dan terjamin. bisa hub 081805086394

  9. saya juga membudiday akan tanaman rosella,cuma perkarang rumah..itupun untuk pemasaran lokal/pasar rakyat.kalau saya ingin membudidaya kan secara luas,,saya bingung untuk pemasarannya?dimana ya kira-kira bisa untuk dipasarkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s