Teknik Hindari Penyimpangan

Bagi yang Menginginkan Sansevieria Normal

“Kalau punya sansevieria, tak usah diperlakukan terlalu spesial. Semakin dimanja, malah menghambat tampilannya. Biarkan saja ia tumbuh dan membentuk pesona dengan sendirinya,” kata Penggemar Sansevieria di Surabaya, Bimo Setiawan.

Di deretan rak sebuah nurseri, terlihat beragam sansevieria dengan bentuk dan pola yang tak lazim. Ada yang bentuk daun saling meliuk berlawanan, seperti dimiliki sansevieria cylindrica dan giant dengan ragam karakter dalam satu rimpang jadi ciri.
Dua diantara jenis sansevieria ini, rupanya mengalami penyimpangan atau mutasi dalam pertumbuhannya. Tampilan sansevieria ‘cacat’ ini kerap jadi daya tarik kuat, tapi sayang sifatnya tak dapat diturunkan. Artinya, peluang sansevieria mengalami ‘cacat’ tampilan sangat kecil.
Seperti diketahui, keadaan fisiologis tanaman termasuk penyimpangan ini disebabkan oleh banyak faktor, baik diperoleh akibat faktor alam maupun lingkungan. Satu hal yang pasti, terjadinya proses penyimpangan ini tak dapat dibuat secara manual. Sebab, menurut Bimo, siklus ini akan terjadi dengan sendirinya.
“Maka tak heran, jika harga sansevieria cacat bisa mencapai nilai tinggi. Selain dilihat secara estetika, peluangnya juga kecil,” imbuh Bimo.
Alternatif Hindari ‘Cacat’
Namun siapa menyangka, ada beberapa penggemar sansevieria yang justru berminat pada bentuk normal, meski tanamannya berpeluang untuk tumbuh dengan kondisi cacat atau berbeda dengan kondisi normal. Mengingat, sosok cacatnya sempat berhasil jadi tren sansevieria di beberapa daerah Tanah Air. Penyimpangan yang akan terjadi pada sansevieria bisa diketahui ketika tanaman dalam usia remaja atau sekitar 8 bulan.
“Biasanya, penyimpangan ini ditandai dengan tampilan daun yang muncul. Itu berbeda dengan indukannya. Entah itu dari segi bentuk ataupun warna,” ujar Bimo.
Lalu bagaimana, jika tanaman tetap ada dalam kondisi normal? Pada dasarnya, untuk mengubah keadaan fisiologis tanaman tak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih, jika proses penyimpangan ini disebabkan oleh faktor alam atau genetik.
Itu berbeda halnya jika dikarenakan faktor lingkungan. Untuk penyimpangan akibat faktor ini masih bisa ditolerir. Meski begitu, tak boleh sembarangan dalam proses mengembalikan tanaman dari yang keadaannya menyimpang ke kondisi normal. Dibutuhkan teknik dan trik khusus dalam penerapannya.
Pertahankan Tampilan Daun
Seperti sansevieria trifasciata milik Bimo yang tumbuh dengan kondisi daun menutup. Mengingat, untuk jenis ini pesona daun yang dipamerkan cenderung melebar dengan ujung meruncing sebagai tanda sansevieria tumbuh dalam keadaan normal. Tetapi, pesona ini tak didapati pada sansevieria milik Bimo. Atau, beberapa dari Anda mungkin juga mengalami hal serupa. Dalam hal ini, faktor lingkungan biasanya jadi penyebab pertumbuhan tanaman terganggu.
Bagi Anda yang gemar dengan tampilan sansevieria cacat, pertumbuhan seperti ini tak jadi soal. Itu beda lagi bagi Anda yang tetap menginginkan sansevieria tampil normal, tentu berharap tanamannya kembali seperti semula bukan?
Sebenarnya, penyimpangan akibat faktor lingkungan ini bisa ditanggulangi, seperti tampilan daun yang tak kunjung melebar. Bimo memiliki trik khusus untuk mencegah sensevierianya tumbuh dengan kelainan, yaitu dengan memanfaatkan styrofoam sebagai penyangga.
Caranya, dengan menyusupkan styrofoam seukuran dengan kondisi daun yang menutup. Tahap ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Jika tidak, daun yang masih muda akan rentan sekali robek. Sama halnya dengan penggunaan styrofoam yang dipilih sebagai penyangga, lantaran teksturnya yang tak terlalu keras, sehingga sesuai dengan kontur daun. Di sini, styrofoam berfungsi untuk mengatur gerak daun agar tumbuh melebar.
Dalam kurun waktu sekitar 2-3 minggu, bisa dipastikan terjadi perubahan pada bentuk daunnya, dimana secara perlahan struktur daun yang menutup akan dengan sendirinya melebar dan styrofoam boleh diambil. Namun jika tekstur daunnya kurang melebar, penggunaan styrofoam bisa diterapkan lagi. Dengan menambah ukurannya sesuai diameter kelengkungan daun. Biarkan proses ini berlangsung hingga styrofoam lepas dengan sendirinya. [santi]
Faktor Lingkungan Mudah Diatasi
Penyimpangan yang disebabkan oleh faktor lingkungan memiliki kecenderungan mudah untuk diatasi atau kembali seperti keadaan normal. Selain tekstur daun yang bermasalah, perubahan warna karena lingkungan sering juga jadi kendala. Untuk masalah seperti ini, teknik pencahayaan perlu diperhatikan.
Pengaturan cahaya di sini disesuaikan dengan karakter masing-masing tanaman. Mengingat, beragam jenis sansevieria memiliki karakter yang berbeda satu sama lainnya. Namun kebutuhan tanaman akan sinar matahari bersifat mutlak. Artinya, sinar matahari mutlak diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman.
Aspek cahaya yang dibutuhkan adalah intensitas dan lama penyinaran. Namun ada beberapa jenis sansevieria yang tak tahan dengan penyinaran berlebih. Untuk jenis ini, sebaiknya dijadikan tanaman in-door. Sebagai tanaman in-door, sansevieria diletakkan dalam ruangan.
Untuk mencukupi kebutuhan akan cahaya, sinar matahari bisa diganti dengan cahaya lampu. Akan tetapi, tetap sesekali tanaman harus dikeluarkan untuk mencegah terjadinya etiolasi akibat kekurangan cahaya matahari. Sansevieria kekurangan cahaya ditandai dengan kondisi daun yang agak pucat, putih, dan lama kelamaan jaringan tanaman akan melemah.
Sama halnya dengan temperatur suhu – idealnya sansevieria tumbuh pada suhu sedang. Tidak terlalu rendah ataupun tinggi. Sebab, suhu terlalu rendah akan menghambat pertumbuhannya. Sedangkan daerah pegunungan yang bersuhu dingin juga tak cocok untuk sansevieria, khususnya untuk jenis yang berdaun pipih atau membentuk helaian. [santi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s