Category Archives: Adenium

Sekam Bakar Bagi Adenium

Cegah Penyakit Sampai Perbesar Bonggol
Sekam bakar dikenal sebagai campuran media yang cukup baik untuk mengalirkan air, sehingga media tetap terjaga kelembabannya. Namun selain arang, sekam juga punya kemampuan untuk menjernihkan air dan juga menghalang penyakit. Bahkan kandungan nitrogen yang dimilikinya, diyakini bisa meningkatkan kesuburan dari media tanaman.
Arang sekam atau sekam bakar adalah sekam yang sudah melewati proses pembakaran yang tak sempurna berwarna hitam. Proses sama dengan pembuatan arang, yaitu menghentikan pembakaran sebelum sekam jadi abu dengan cara ditutup atau disiram dengan air. Di situ, struktur bentuk tak jauh beda dengan sekam mentah/putih – berwarna hitam, karena sudah ikut hangus terbakar.
Sekam bakar sendiri di kalangan petani dan penghobi tanaman dikenal sebagai bahan untuk media tanam. Fungsinya, bisa untuk media tanam biasa yang dicampur dengan bahan lain, seperti kompos dan akar pakis maupun pasir malang. Sekam bakar juga dimanfaatkan sebagi media tanam untuk hidroponik, karena punya karakteristik yang istimewa.

Komposisi kimiawi dari arang sekam sendiri terdiri dari SiO2 dengan kadar 52% dan C sebanyak 31%. Sementara kandungan lainnya terdiri dari Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dengan jumlah yang kecil serta beberapa bahan organik lainnya. Dengan kandungan yang lengkap, membuat bahan ini jadi pilihan utama bagi penghobi tanaman hias untuk memberikannya dalam media tanam.

Baik untuk Adenium
Selain itu, secara fisik sekam bakar mempunyai bagian rongga yang besar, sehingga baik untuk media tanam, seperti adenium. Sebab, media tanam yang menahan air membuat bagian akar jadi lembab dan ini jadi awal bencana untuk adenium. Hasilnya pun sangat dekat pada penyakit busuk akar.
Di situ, fungsi sekam bakar memang jadi salah satu media terpenting dalam pertumbuhan adenium. Sebab, campuran media yang disarankan adalah kompos, sekam baker, dan terakhir adalah pasir lava atau pasir malang. Komposisi sekam memang beragam, tapi setidaknya bisa mengisi hingga 25-50%, tergantung dari kondisi suhu udara lingkungan
Karakteristik fisik yang mempunyai berat sangat ringan dan kasar, membuat sirkulasi udara dan air dalam media tanam jadi lebih tinggi. Dengan banyaknya pori yang muncul, maka kemampuan menahan air juga baik dan diimbangi kehebatan untuk menyerap sinar matahari dari warnanya yang hitam.
“Sekam juga punya kemampuan untuk menahan penyakit masuk ke dalam media tanam,” kata Penghobi Adenium di Jombang Jatim, Mahendra.
Kekuatan untuk menyerap dan menahan bakteri maupun gulma yang bisa menggangu tanaman, belum banyak diketahui oleh penghobi. Namun sudah banyak yang menggunakan dari faktor turun-temurun. Salah satunya adalah dengan mencampur dalam media tanam. Continue reading Sekam Bakar Bagi Adenium

Advertisements

RCN vs Petchnawang

Perhatikan Ranting dan Daunnya

Jarang berbunga, tapi mahal harganya. Tak memiliki bonggol unik, tapi banyak yang melirik. Itulah kelebihan dan keunikan yang sudah bukan jadi rahasia lagi pada adenium seribu ranting, arabicum.

Meski termasuk tanaman senang panas dan berisfat sukulen, adenium merupakan salah satu jenis tanaman berdaun dan berbunga. Namun bukan karena itu yang sedang akan kita bicarakan sekarang. Sebab, tanaman yang bisa hidup sampai berminggu-minggu tanpa tanah ini, konon juga memiliki jenis klasik, dengan keistimewaan pada ranting yang menawan.
Sosoknya asing dan terkesan superior, dengan penampilan ranting yang menawan bak pohon bonsai kontemporer yang sudah terkena tangan senimannya. Sering berukuran mini, tapi jenis yang berukuran besar pun tak jarang memiliki keunikan yang tak mau kalah. Itulah ciri utama tanaman adenium dari jenis arabicum.
Di pasaran, ada dua jenis arabicum yang sering jadi obrolan hangat pecinta adenium klasik atau unik ini, yaitu jenis arabicum RCN (Ra Che Ne Pandok) dan arabicum petchnawang. Karakter ranting yang kuat dan sosoknya yang khas, membuat kedua jenis ini sangat populer di setiap kali pameran atau kontes tanaman jenis ini.
Sekilas jika kita baru mengenalnya, hampir tak ada perbedaan antara kedua jenis arabicum ini. Bonggol yang formal, dengan ditumbuhi banyak ranting adalah ciri umum kedua jenis arabiucum ini.
Pebisnis dan Kolektor Adenium di Solo Jawa Tengah (Jateng), Joyo, mengatakan terdapat dua perbedaan yang mendasar antara RCN dan petchnawang. Hal ini biasanya dapat dilihat dari dua segi, yaitu ranting dan daun. Untuk ranting RCN, umumnya pola tumbuhnya khas, yaitu sering mengarah ke atas dan hampir tak ada percabangan.
“Biasanya ranting yang muncul dari bonggol, langsung mengarah ke atas dan biasanya bersifat tunggal sampai bagian yang ditumbuhi daun,” ujar Joyo.
Continue reading RCN vs Petchnawang

Arabicum dan Obesum

Antara Karakter dan Kekuatan Bunga
Saat memasuki kontes adenium, pengunjung akan disuguhkan oleh beberapa kategori kelas adenium. Yang menarik, tentu di kelas karakter untuk spesies sendiri, seperti arabicum yang punya bentuk khas. Namun kekuatan bunga juga tak mungkin ditinggalkan, baik untuk warna maupun bentuk bonggol dari jenis obesum.
Bila disejajarkan antara obesum dan arabicum, sangat jauh berbeda. Perbedaan ini tak hanya dalam bentuk, tapi juga sampai pada penghobi yang memilikinya. Pasalnya, untuk arabicum akan kuat pada karakter. Sedangkan untuk obesum, diproyeksikan sebagai adenium yang mempunyai keunggulan di warna bunga.
Memang kedua jenis ini tak bisa dijadikan dalam satu kelas – termasuk penghobinya – tapi dari sini bisa dijadikan satu perbandingan antara penggemar bunga dan penggemar bentuk. Sebab, adenium sendiri meski banyak memiliki kreasi, tapi tetap saja dibedakan atas dua bagian itu.
Untuk arabicum, memang jadi salah satu karakter paling penting di dunia adenium. Memang akhirnya memunculkan beberapa varian karakter, seperti thaisoco maupun RCN. Meski berbeda, kedua jenis karakter ini ikut mendongkrak popularitas arabicum di kelas bentuk.
Karakter Bentuk untuk Arabicum
Memang beberapa orang mengeluhkan lamanya partumbuhan dari arabicum, dimana dalam satu tahun tingginya tak lebih dari 30 cm. Selain itu, bunga yang sering jadi kelebihan adenium tak kunjung mekar.
“Arabicum memang tak diarahkan untuk berbunga, tapi untuk kesempurnaan bentuk,” kata Penghobi Adenium di Gresik Jawa Timur (Jatim), Wahab Abdi.
Di situ, bentuk yang mencirikan arabicum cukup khas, yaitu munculnya batang lurus dari bonggol atau yang disebut juga sebagai bodi. Karakter yang bagus bentuknya mirip seperti setengah bola yang permukaannya ditumbuhi batang meruncing ke atas. Sementara untuk daun sendiri, jumlahnya tak banyak dan hanya mengisi beberapa bagian cabang.
Bentuk karakter pada adenium akan mengingatkan kita pada jenis bonsai yang dinikmati, karena adanya gerak batang dan cabang yang harmonis. Hanya untuk arabicum, perlakuan yang diberikan tak terlalu banyak, sehingga harus pintar untuk memilih bibitan. Sebab, salah sedikit saja bentuk akhir akan jauh dari katagori kontes.
“Kekuatannya ada pada bodi dan percabangan, sehingga untuk mencari bibitan harus benar-benar tahu mana yang bagus dan tidak. Di situ, bagi penghobi pengalaman tentu bukan masalah. Namun jadi kendala untuk pemula, apalagi saat dihadapkan dengan pedagang yang tak jujur,” ujar Wahab.
Memang prosentase arabicum bagus saat penyemaian tak lebih dari 20%. Namun untuk mendapatkannya bukan hal yang mustahil, asalkan teliti sebelum membeli. Pertama, perhatikan batang – dimana khusus untuk arabicum akan tumbuh lurus – tak besar di bagian bawah. Kondisi ini untuk usia antara 3-4 bulan.
Setelah itu, masuk di bagian percabangan – dimana arah cabang yang baik harus simetris antara bagian kiri dan kanan – begitu juga untuk bagian depan dan belakang. Jadi, harus diputar seluruh bagian cabang untuk melihat gerakan cabang. Melihat bakalan yang bagus, maka wajar bila pendagang membandrol harga yang mahal, bahkan bisa mencapai Rp 300 ribu untuk satu potnya.
1000 Kreasi pada Obesum
Lain halnya dengan obesum yang sejak kecil memang diproyeksikan untuk masuk ke dalam kelas tertinggi dari kontes, yaitu total performance. Dari kriteria yang diambil menilai mulai dari perakaran, batang, cabang, ranting, anak ranting, daun, dan bunga. Dari situ terlihat bahwa untuk obesum memang harus manjalani berbagai program khusus untuk jadi yang terbaik saat kontes.
Bila arabicum harus berjuang untuk mendapatkan bibit yang baik, maka obesum lebih pada keahlian pemilik untuk meramu tanaman jadi satu bentuk yang sempurna. Sebagian besar obesum diarahkan pada bunga, karena mudah untuk dilakukan pemotongan dan penyambungan.
“Kesimpulan ini memang masuk akal, karena hampir semua bunga adenium yang dijual pasti menggunakan obesum sebagai bonggol bawah,” imbuh Wahab.
Batang lunak, mudah dibentuk, dan pertumbuhan cepat – jadi kelebihan utama dari obesum. Program akar jadi ciri khas jenis ini untuk membentuk bagian bonggol jadi beragam bentuk yang menarik. Grafting dilakukan untuk menambahkan atau mengurangi bagian adenium agar terlihat lebih baik, terutama untuk penempatan bunga.
Dari percabangan sendiri, obesum bisa dilakukan kreasi dengan menambahkan cabang sendiri di tempat yang diinginkan. Kreasinya memang sangat dekat dengan bonsai, tapi tentunya perlakuan yang dilakukan berbeda, karena karakter tanaman tak sama.
Bibit Mudah Didapat
Untuk mendapatkan bibit obesum bukan hal yang sulit, bahkan sangat mudah. Sebab, proses perbanyakan dengan menggunakan biji bisa dilakukan dengan cepat dan standar yang diambil bukan dari warna bunga, tapi dari bonggol yang dihasilkan. Di situ, ukuran baik-buruknya lebih pada bentuk akar dan batang.
Di pasaran, obesum dikenal juga dengan adenium engkel yang difungsikan sebagai sambungan bawah untuk bunga. Harganya relatif murah, berkisar antara Rp 5 – Rp 10 ribu. Harga ini memang terbilang murah dibandingkan arabicum, sehingga mahalnya obesum dewasa lebih pada sentuhan seni dari pemiliknya. Penilaian yang diberikan tak bisa dilihat dari bibit, karena harus melewati perlakuan, sehingga kemungkinan terjadinya penipuan sangat kecil. Tapi untuk menghasilkan produk jadi siap kontes, tak sembarang orang bisa dan bila ada harga bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Lihat saja di sentra adenium Gresik, hanya beberapa kebun yang memiliki obesum jadi yang siap kontes untuk total performance. Apalagi untuk jenis purba yang mempunyai usia di atas 50 tahun, jumlahnya makin sedikit. [wo2k]
Kreasi Busuk Akar
Busuk akar untuk jenis arabicum bisa jadi bencana, tapi untuk obesum kondisi ini bisa dimanfaatkan jadi tanaman unik. Apalagi untuk kontes, ada kelas unik kreasi yang juga jadi ladang potensial untuk jenis obesum. Karakter mudah dibentuk dan punya pertumbuhan yang cepat tetap jadi kelebihan utama di kelas unik.
Di sini, konsepnya adenium dibuat menyerupai bentuk tertentu, baik disengaja atau yang sudah dimiliki tanaman ini sejak awal. Bentuk kreasi bisa menyerupai seperti binatang, mulai dari gajah, ular sampai burung merak. Selain dari kreasi bentuk, untuk kelas unik juga bisa diambil dari kecelakaan, seperti busuk akar. Di situ, bagian batang busuk bisa dikreasikan jadi bentuk gua atau jadi tebing.
“Kreasi tergantung dari masing-masing pemilik, jadi tidak akan sama satu dengan lainnya dan itu yang jadi keunggulan obesum,” tandas Wahab. [wo2k]

Meluruskan Mitos Adenium

Agar Tak Salah Membeli dari Pedagang ‘Nakal’
Banyak kreasi adenium, mulai akar, batang sampai bunga. Dari kekayaan produk yang dimiliki, menempatkan adenium sebagai tanaman 1000 kreasi. Namun makin berkembangnya kreasi dari penghobi, banyak mitos beredar, terutama dari beberapa kelainan yang ditimbulkan, seperti variegata, bonggol kuning, kristata sampai kualitas warna bunga.
Ragam kelainan genetik yang dimiliki adenium, membuatnya jadi barang langka, membuat harga jual meroket hingga puluhan kali lipat. Dampaknya di pasaran, beberapa petani dan pedagang berupaya melakukan manipulasi, baik dari media tanam maupun perlakuan lainnya untuk mendapatkan kelainan genetik yang diinginkan.
Tujuannya jelas, yaitu ingin mendapatkan untung besar dengan menjual produk kelainan genetik. Kerugian terbesar tentu di tangan konsumen, dimana selain dari kelainan genetik maupun mutasi, hasil produk yang didapat tak akan stabil, sehingga banyak komplain tentang produk kelainan adenium yang berubah setelah dirawat di rumah.
Ketidaktahuan pembeli yang didominasi penghobi baru, membuat satu ladang sendiri bagi penjual nakal untuk mencari keuntungan. Celah yang bisa digunakan selain mengelabui kelainan genetik, pedagang banyak melakukan penipuan untuk pembeli yang menginginkan bunga adenium. Caranya mudah, karena untuk penjualan adenium bunga ditawarkan dalam bentuk potongan atau grafting yang tentunya belum berbunga.
Variegata
Produk variegata merupakan salah satu kelainan genetik dibawa oleh tanaman yang akhirnya membuat warna daun berbeda dari warna biasanya. Di kelas adenium, variegata ditandai dengan warna daun yang mempunyai paduan warna putih dan hijau. Bahkan di beberapa jenis variegate, ada yang mempunyai paduan warna pink, putih, dan hijau.
Penjual bisa membandrol jenis variegata hingga puluhan juta rupiah. Namun harus hati-hati, karena tak semua barang yang ditawarkan bisa permanen jadi variegata. Ada beberapa perlakuan dan cara sendiri saat memilih dan memelihara produk variegata.
Sekretaris Perhimpunan Pecinta Adenium Indonesia (PPADI) Jatim, Atex Wiyono, mengatakan produk variegata adenium bisa dikatakan normal bila pada daun tumbuh berikutnya berwarna serupa. Pembeli memang harus hati-hati, diusahakan saat membeli sudah terlihat tumbuh daun baru untuk melihat bercak putih di daun. Adenium variegata sangat tak disarankan untuk dijemur di bawah sinar matahari.
“Variegata tak ada yang bisa tahan dengan matahari, karena warna daun bisa berubah hijau kembali,” imbuh Atex. “Pembeli harus minta informasi pada penjual tentang bagaimana perawatannya. Polemik variegata memang masih menimbulkan pro dan kontra, tapi di tingkat bursa barang belang putih ini tetap jadi buruan, meski keabsahannya belum dipastikan,” lanjutnya.
Stabilitas variegata sendiri belum bisa dipastikan secara permanen, melihat hasil semain biji kemungkinan menghasilkan keturunan yang sama – sangat kecil, sehingga ada beberapa orang yang mengatakan variegata itu palsu. Namun ada beberapa yang melihat daun belang bisa dibuat permanan, asalkan mengerti cara perawatannya.
Di tingkat konsumen, produk variegata tetap mempunyai pasar sendiri, meski di beberapa bursa bisa tembus hingga angka jutaan rupiah/pohon. Saran bagi penghobi yang ingin membeli adalah kepercayaan yang harus dibangun antara dua belah pihak. Diharapkan ada satu perjanjian tentang produk yang kita beli, sehingga baik pembeli dan penjual bisa sama-sama untung.
Bonggol Emas
Kelainan adenium yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah bonggol emas yang di-klaim bisa dibuat. Sementara beberapa petani adenium melihat itu merupakan teknik rekayasa yang akhirnya membuat tanaman mati. Pro-kontra adenium bonggol emas/kuning memang lebih kuat berhembus, karena harga jual produk ini bila sudah dewasa bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nilai uang yang didapat wajar, bila tanaman ini untuk dibudidayakan, karena janji keuntungannya besar.
Sementara Penghobi Adenium di Surabaya, Arief Tape, mengatakan bonggol emas merupakan satu kelainan genetik yang dipastikan tak bisa dibuat. Kaitannya sama seperti variegate, dimana stabilitas yang jadi tolak ukur.
“Memang ada yang klaim bisa membuat, tapi apakah bisa bertahan lama,” tandas Arief.
Menjadi permasalahan tetap di tingkat pembeli yang dipastikan sebagian besar mempunyai pengetahuan terbatas tentang bonggol emas. Apalagi bonggol emas merupakan produk yang spesifik dan jarang dimiliki oleh penghobi. Mitos bonggol emas sendiri oleh beberapa petani adenium malah membuat tanaman itu mendekati kematian.
Pramuhajadi – Penggemar Adenium di Jogjakarta – mengaku kalau bonggol adenium emas bisa dibuat. Caranya, dengan menggunakan media batu bata dan pupuk urea. Namun dari warna kuning yang dimiliki akan merambat naik dari akar ke batang dan akhirnya menuju ke pucuk daun.
“Dari pengamatan saya, warna kuning akan naik, akhirnya menyeluruh di permukaan tanaman, dan tanaman mati,” imbuh Pramuhajadi.
Di tingkat bursa, adenium emas tetap mencuri perhatian penggemar, terutama yang menyukai dari karakter bentuk adenium. Sebab, dengan adanya paduan warna kuning bentuk secara keseluruhan adenium semakin indah. Begitu juga bagi penggemar keindahan warna-warni bunga, bisa menjadikan satu kombinasi menarik.
Sebagai pembeli, tentu ada di tempat yang sulit. Sebab, banyak rumor beredar tentang produk bonggol emas. Saran yang bisa diberikan saat membeli bonggol dengan warna kuning diharapkan mengambil yang sudah berusia dewasa, yaitu sekitar satu tahun. Sebab, bila sudah dewasa apalagi mampu mengeluarkan bunga setidaknya rekayasa di media tanam bisa dikurangi.
Di situ, keabsahan bonggol emas bisa sedikit dipercaya, karena proses metabolisme tanaman berjalan normal dari keluarnya bunga serta warna bonggol yang muncul. Namun kembali lagi untuk melakukan negosiasi antar penjual dan pembeli tentang garansi tanaman. Sebab, untuk usia satu tahun dan berwarna emas ditambah sudah berbunga bukan barang yang murah untuk dibawa pulang.
Grafting Bunga
Banyak pembaca yang menanyakan bagaimana melihat adenium bunga berdasarkan ciri fisik tanaman. Contohnya, bagaimana mengetahui kalau adenium ini bisa menghasikan bunga jenis shangrilla?. Jawabanya, warna bunga tak bisa ditentukan dari ciri fisik, baik dari batang maupun bentuk daun. Lalu, bagimana kita tahu tidak ditipu oleh penjual saat membeli adenium bunga yang hampir 100% dijual dalam bentuk potongan (grafting) yang tentunya belum berbunga.
Menurut Pengusaha Adenium di Sidoarjo Jatim, Santoso, kemungkinan melihat bunga dari karakter tanaman sangat sulit. Memang bisa dilihat, tapi itu untuk tingkatan ahli yang sudah berpengalaman. Di tingkat penghobi baru, harus percaya dengan penjual yang menawarkan produk adenium bunga. Caranya, tentu membeli di kios langganan atau langsung datang ke tempat pembibitan adenium.
Pembeli yang datang di area bursa memang kesulitan untuk mendapatkan kios langganan, apalagi bila Anda sebagai penghobi pemula. Caranya, sama dengan trik produk sebelumnya, dimana harus ada perjanjian antar penjual dan pembeli tentang garansi produk dan jangan lupa minta kartu nama. Jadi, bila terjadi masalah bisa langsung dikontak. [wo2k]

Daun Rontok Saat Musim Hujan

Wajar Asal Diperhatikan
“Saya punya adenium, tapi saat kena hujan daunnya rontok. Bagaimana solusinya.” Keluhan ini disampaikan oleh Didi – Penghobi adenium di Jakarta, saat musim hujan mulai lebat di awal tahun ini. Bagi sebagian orang, rontoknya daun di koleksi adenium tentu bisa membuat panik. Padahal itu termasuk wajar, asalkan terus dipantau perkembangannya.
Memang saat masuk musim hujan, akan terjadi perubahan iklim dan suhu yang mau tidak mau akan mempengaruhi kondisi tanaman hias. Apalagi untuk jenis tanaman yang harus mendapatkan sinar matahari penuh, berarti harus siap juga terkena air hujan. Sebab, lokasinya pasti ada di luar ruangan dan tanpa naungan.
Resiko terkena hujan, memang harus dihadapi oleh tanaman yang memebutuhkan sinar matahari langsung, seperti adenium. Sebab, sebagai tanaman sukulen karakteristik yang muncul memang harus ada di suhu yang tinggi. Jadi, mau tidak mau air hujan juga harus dikonsumsi saat ini.
Terlebih, di iklim tropis akan muncul perbedaan suhu yang mencolok antara musim hujan dan musim panas. Akhirnya, tanaman secara alami akan melakukan adaptasi, terutama saat memasuki musim hujan. Cara adaptasi yang dilakukan adalah dengan merontokkan daun.
Cara rontok daun memang jadi satu hal alami bagi tanaman untuk menjaga mobilitas nutrisi di dalam tubuhnya. Sebab, dengan kelembaban yang berlebih saat musim hujan, maka daun secara alami akan rontok untuk menyesuaikan dengan kondisi baru. Namun tentunya, bisa jadi bencana itu terjadi di koleksi tanaman hias kita yang mempunyai harga mahal, termasuk adenium.
Saat mendapati adenium rontok, terutama bagi penghobi lama maupun pedagang, sudah tak khawatir. Sebab, memang akan terjadi saat memasuki musim hujan. Apalagi untuk beberapa koleksi tanaman yang masih muda, dimana pengalaman perubahan iklim belum terlalu kuat. Lalu, bagaimana cara penanganannya?
“Bila rontok sampai daun habis, harus segera dilakukan pertolongan. Sebab, bisa memicu terjadinya busuk akar,” ujar Sunarto, Petani dan Pebisnis Adenium di Gresik, Jatim. “Meski bisa dinilai sebagai hal normal, tapi harus dibantu juga dengan perlakuan khusus. Sebab, dengan kelembaban tinggi dan polusi yang terus meningkat, ketahanan tanaman bisa menurun,” lanjutnya.
Kondisi ini akan semakin parah, terutama di kota besar yang tentunya punya tingkat polusi lebih tinggi. Di situ, air hujan yang turun juga akan mengandung polusi yang tak sedikit. Jadi selain iklim, polusi juga ikut menyumbang rontoknya daun adenium.
Hindari Hujan Saat Malam Hari
Memang tak bisa dipungkiri, kalau air hujan menyumbang paling besar pada rontoknya daun. Apalagi saat hujan turun di malam hari, dipastikan akan membawa polusi lebih banyak dari asap yang terkumpul seharian. Jadi, waspadai saat hujan di malam hari.
“Kalau bisa, memang saat hujan adenium dimasukkan atau diberi naungan. Namun tentu itu bila memungkinkan. Sebab, akan sangat merepotkan bila kita memiliki puluhan atau ratusan pot yang harus diberi naungan. Jadi, alternatif pemberian naungan hanya untuk pemilik koleksi yang tak terlalu banyak,” ungkap Sunarto.
Dahulu kala, air hujan dianggap anugerah, tapi saat ini malah jadi bencana akibat dari tingkat polusi yang tinggi. Jadi, saat ini tanaman apapun pasti akan berekasi negatif bila terkena air hujan. Apalagi, saat intensitas hujan hanya beberapa menit. Dengan hujan yang turun tak lebih dari 15 menit, pasti kadar polusi di setiap titik air, akan lebih besar dan bila menumpuk dalam media tanam, maka akan berakibat buruk, sehingga alternatif pertama yang dilakukan adalah dengan menyiram atau membilas seluruh tanaman setelah terkena air hujan. “Bilas sampai tetesan air berwarna bening,” tandas Sunarto.
Waspadai Bintik Hitam Daun
Gejala awal yang timbul saat adenium tak tahan pada air hujan adalah timbulnya bercak hitam pada permukaan adenium. Bercak ini akan jadi tanda kalau koleksi Anda harus segera diamankan atau rontok. Sebab, bila dibiarkan bisa menyebabkan busuk pucuk.
“Bila pucuk sudah busuk, maka harus dipotong sampai bagian itu hilang,” imbuh Sunarto.
Bintik hitam yang timbul segera akan menyebar, membuat daun berwarna kuning dan seterusnya rontok. Parahnya lagi, kerontokan juga bisa merambat pada bunga yang sedang mekar. Selanjutnya, kuncup bunga juga akan diserang, membuat adenium jadi gundul. Memang sebagai tanaman sukulen, masih ada cadangan makanan yang disimpan dalam batang selama daun gundul. Namun lebih baik bila rontok daun bisa dicegah, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih segar. Sebab, saat rontok menandakan kondisi tanaman dalam keadaan stres.
Biasakan Siram Seluruhnya
Ada cara mudah yang bisa digunakan untuk menghindari kerontokkan daun saat musim hujan, yaitu dengan membiasakan menyiram adenium ke semua bagian tanaman. Kenapa begitu? Sunarto menjelaskan, kalau penyiraman di seluruh badan akan direkam oleh tanaman. Otomatis, saat terkena air hujan tanaman tak kaget, karena sudah terbiasa terkena air di semua bagian.
Langkah ini terbilang sederhana dan masuk akal, karena dengan kebiasaan yang sama, maka adenium tak merasakan adanya perubahan iklim. Di situ, rontoknya daun juga bisa diprogram dengan cara seperti di atas.
“Kalau biasa disiram sampai daun, siram saja pada media tanam, maka daun akan rontok dan sebaliknya,” tandas Sunarto.
Program merontokkan daun sendiri memang sering digunakan oleh penghobi adenium, terutama untuk membentuk karakter dengan memotong cabang atau batang. Sebab, saat melihat bagian yang akan dipotong tumbuh subur dan berbunga, tentu sayang dibuang.
Drainease Air Harus Sempurna
Terpenting adalah porousitas media tanam untuk mengalirkan media tanam. Sebab, media tanam yang menyimpan air, akan memicu terjadinya busuk akar dan tentunya berakhir dengan kematian. Jadi, bila tak bisa memberikan naungan, maka pencegahan terakhir ada pada media tanam. Campuran yang bisa digunakan adalah pasir malang, sekam bakar, pupuk kandang, dan biji kapuk.
“Sekam 1 bagian, biji kapuk 1 bagian, dan pupuk ¼ bagian. Sementara untuk pasir, ditambahkan hanya pada permukan media tanam, agar media tak tumpah saat terkena air,” kata Sunarto.
Komposisi ini sangat cocok untuk daerah yang punya suhu panas, seperti di Gresik. Sementara di suhu yang lebih sejuk, media sekam bisa dihilangkan. Sebab, sekam punya karakter menyerap air. Sedangkan pupuk cukup dengan memberikan NPK dengan kadar Phospor (P) dan Kalium (K) lebih besar. [wo2k]

Percantikan Adenium dengan Sambung Congkel

Grafting Tanpa Banyak Memangkas Ranting
Menggrafting atau menyambung ranting atas adenium dengan jenis lain hingga memiliki bunga yang diinginkan, ternyata tak selalu memangkas habis bagian batang bawah. Pasalnya dengan grafting ini, sambungan tetap bisa ditempel dengan menyelipkan di bagian tertentu. Bisakah?
Masih dalam hal grafting adenium. Kali ini, redaksi Tabloid Gallery memperkenalkan teknik sambung congkel yang memiliki beberapa keunikan sekaligus keistimewaan dan teknik berbeda. Konon, teknik ini bisa di-mix dengan grafting yang lain, baik itu dengan sambung V sampai sambung tempel.
Pakar dan Pebisnis Adenium di Depok Jawa Barat (Jabar), Ir Slamet Budiharto, mengatakan teknik sambung ini memiliki berbagai keistimewaan. Salah satunya adalah, grafting bisa dilakukan berulang-ulang, meski ranting adenium hanya satu.
“Misalnya, bagian bawah diberi sambung congkel dan bagian atas diberi sambung V atau tempel,” tandas Slamet.
Hanya, lanjut Slamet, perlu diwaspadai proses grafting sebaiknya dilakukan secara bergantian, bukan bersamaan. Pasalnya jika dilakukan bergantian, nutrisi pada grafting paling atas akan terkurangi. Selain itu, sayang jika sambungan atas sudah menempel, tapi sambungan congkel tidak jadi.
Menurut Slamet, cara ini juga disebut-sebut tidak bisa merusak struktur bagian atas yang sudah tumbuh dengan baik. Sebab, penempatan yang ada di tengah-tengah bukannya di pangkal ranting, meski nantinya pertumbuhan daun atau bunga (jika sudah muncul, red) akan sedikit terganggu.
Hal yang Dilakukan dan yang Dilarang
Menyambung pucuk, masih kata Slamet, umumnya sering dilakukan pada adenium yang malas berbunga. Sebenarnya, teknik grafting ini sangat mudah dilakukan, tapi jika tidak berhati-hati, sambungan akan gagal dan batang bisa membusuk. Beberapa hal yang harus diperhatikan, menurut Slamet, antara lain:
•    Gunakan pisau yang steril untuk memotong batang yang akan disambung, supaya nantinya batang tidak membusuk.
•    Tanaman yang akan disambung minimal sudah berbatang keras atau berumur di atas 8 bulan dan sehat.
•    Jika musim hujan, penyambungan dikurangi, karena kelembaban yang tinggi menyebabkan tingkat keberhasilan yang sangat rendah. Kecuali jika tersedia ruangan missroom atau kedap udara.
•    Pilih batang atas dari varietas lain yang sehat dan rajin berbunga (untuk sambungan atas, red). Hal yang perlu diperhatikan dalam grafting adalah kedua varietas tersebut harus memiliki kecepatan pertumbuhan yang sama, agar tidak terjadi pembengkakan pada sambungan.
•    Harus ada kecocokan batang atas dengan batang bawah. Sesuaikan diameter batang atas dan bawah, agar sambungan yang dihasilkan rapi dan baik. Selain itu, cara pemotongan sambungan congkel dan gaya lain, sebaiknya tidak dilakukan berkali-kali, sehingga menghasilkan potongan yang tidak halus. [hyo]

Cara Melakukan
Untuk melakukan cara ini, menurut Slamet, dibutuhkan ketelitian dan kematangan dalam hal pemotongan. Sebab jika tidak, sambungan tidak akan pas ketika dipasang. Selain itu, pemilihan peralatan yang steril, menurut pengalaman Slamet, bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, sambungan busuk atau terserang bakteri. Berikut cara malakukanya:
1.    Siapkan adenium dengan sambungan yang akan di-grafting. Umumnya, tanaman yang digunakan berusia lebih dari satu tahun dan memiliki batang yang sudah keras, juga memiliki tampilan yang menarik, mulai dari bonggol sampai percabangan.
2.    Siapkan beberapa peralatan, seperti pisau, plastic, dan gunting. Dalam hal potong-memotong dan penggunaan alat yang berhubungan langsung dengan tanaman, usahakan menjaga sterilisasinya terlebih dulu. Sebab, luka yang dibuat akan jadi busuk, jika alat yang digunakan tidak steril.
3.    Sediakan bagian rumahan (batang bawah, red). Potong dengan bentuk menyamping, dengan sudut kemiringan sekitar 450 tanpa memotong seluruh batang.
4.    Lakukan pemotongan yang sama pada bagian batang atas. Namun hal ini, dilakukan dengan cara sebaliknya dengan sudut yang berbeda.
5.    Untuk mempermudah proses pada tahap selanjutnya, usahakan memotong bagian tepat pada mata daun. Kemudian, potong daun jadi separuh. Hal ini berguna pada saat proses penempelan.
6.    Barulah setelah itu, sambungan bisa ditempel. Usahakan jangan menggeser bagian yang sudah tertempel. Sebab, besar kemungkinan bagian ini akan gagal tersambung. Pada saat menempel, pegang daun yang sudah dipotong. Jangan sekali-kali memotong bagian dalam adenium, karena bakteri bisa muncul tanpa disengaja.
7.    Setelah tersambung, maka ikat dengan plastik yang sudah diperpanjang, sehingga seperti plastik. Ikat kuat, tapi jangan terlalu kencang di bagian atas dan bawah. Daun yang tak terpotong adalah patokan bagian atas dan bawah.
8.    Jika bagian ini ada di atas, penyungkupan adalah cara tepat. Namun jika ada di bagian bawah, sebaiknya adenium terjaga dengan benar. Pasalnya, air yang masuk sedikit saja bisa berpengaruh buruk pada sambungan. Bukan kesempurnaan yang didapat, malah batang yang disambung akan jadi busuk sebelum berkembang.
Tertarik, cara ini memang sedikit memerlukan ketelitian. Namun jika dilakukan dengan benar dan sering mencoba, maka sesulit apapun cara, pasti dapat Anda lakukan. Sekali lagi – meski sulit, penerapan yang sesuai dengan tanaman, akan menambah kecantikan koleksi adenium Anda. [hyo]

Membuat Silangan Adenium

Mudah dengan Hasil Tak Terduga
Bunga adenium memang indah untuk dinikmati apalagi bila dari hasil silangan yang tentunya tidak semua orang mempunyai. Tapi untuk mendapatkan bunga hasil silangan kita harus merogoh kocek lebih dalam karena harga jual jelas diatas bunga biasa. Solusi tepat adalah melakukan silangan sendiri dari koleksi bunga adenium yang Anda miliki.
Membuat silangan bunga adenium bukan hanya milik para penjual sebab proses ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan melakukan silangan sendiri hasil yang didapatkan tentu akan jauh lebih memuaskan. Selain itu dengan makin banyak melakukan percobaan maka secara otomatis ilmu yang dimiliki akan lebih banyak.
Yang harus di persiapkan saat melakukan silangan adalah adenium yang sudah berbunga setidaknya lebih dari empat buah. Tujuannya untuk memperbanyak kemungkinan supaya angka keberhasilan akan jauh lebih tinggi. Adenium bunga tentu harus lebih dari satu pohon dan punya karakter bunga yang berbeda. Perbedaan disini bisa dari warna bunga, jumlah kelopak dan bentuk kelopak.
Hasil Belum Tentu Sama
Dalam melakukan silangan hampir sebagian besar menginginkan adanya kombinasi warna dari bunga silangan. Memang untuk beberapa kasus warna bisa keluar sesuai dengan keinginan namun lebih banyak yang mendapatkan kejutan karena warna yang keluar sama sekali tidak sama dengan indukan.
Atex Wiyono dari Perhimpunan Pecinta Adeium Indonesia Jatim, mengakui bahwa kombinasi warna bunga silangan maksimal hanya 30 % yang bisa sesuai dengan keinginan. Selebihnya 70% akan menyimpang dari silangan bahkan ada yang punya karakter semuanya berbeda.
Dari teori Hukum Medel dimana, jika sepasang gen merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan akan terekspresikan. Sedangkan alel resesif yang tidak terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk. Disitu bunga yang dihasilkan tidak selalu seperti hukum matematika dimana 1+1=2, tapi berdasarkan pencampuran genetik.
Jadi saat melakukan silangan hasil bunga yang keluar bisa saja dari indukan sebelumnya karena masih ada genetik yang dibawa. Sehingga di beberapa kasus silangan adenium sama sekali tidak mencerminkan kedua induk. Bahkan ada yang mengikuti indukan dari induk yang disilangkan karena genetiknya lebih dominan.
Hasil bisa sesuai dengan keinginan asalkan kedua indukan merupakan spesies asli. Dengan artian bunga yang dihasilkan bukan dari silangan atau sambungan. Karena dengan mendapatkan tanaman yang asli, genetik yang dihasilkan akan lebih dominan dan hasilnya lebih banyak sesuai dengan harapan.
Dari cara genetik dalam penyilangan bunga bagi Anda pecinta adenium pasti akan tumbuh rasa penasaran dan merasa tertantang untuk menemukan satu jenis silangan. Apalagi saat ini bunga adenium sedang mendapatkan permintaan yang cukup besar. Jadi selain menyenangkan secara bisnis juga bisa menguntungkan.
Saat bunga pertama hasil silangan muncul dan menghasilkan warna baru jangan senang dulu sebab untuk adenium minimal harus menunggu sampai bunga keempat. Alasannya untuk bunga pertama sampai ketiga merupakan tahap penyesuaian dan sangat besar terjadi perubahan warna karena belum stabil. Disitu saat bunga empat dan kelima muncul itu menjadi paotokan warna asli dari hasil silangan.
Silangkan Adenium
Untuk proses penyilangan adenium peralatan yang di perlukan cukup sederhana yaitu cukup dengan tusuk gigi dan tentunya bunga yang akan disilangkan.
1.    Siapkan bunga yang sudah mekar, minimal ada empat sampai lima bunga dalam satu pohon. Tujuannya untuk memudahkan dalam mencari serbuk sari dan kepala putik.
2.    Untuk mengambil serbuk sari cari bunga yang sudah mekar antara 3-4 hari, sebab serbuk sari yang keluar masih belum kering untuk memudahkan pengambilan
3.    Tarik kelopak adenium mengarah ke bagian bawah daun hingga tersobek. Usahakan jangan terlalu kebawah karena bisa merusak struktur bunga. Karena hanya dimabil serbuk sari saja lebih mudah bisa bunga langsung dipetik.
4.    Setelah itu cari pada bagian dalam dan tengah bunga yang berbentuk meruncing keatas dengan bulu diatasnya.
5.    Ambil serbuk yang berbentuk cairan di permukaan bagian yang runcing didalam bunga tersebut dengan menggunakan tusuk gigi. Bila anda mempunyai kuku yang panjang bisa diambil dengan kuku dan selanjutnya diterukan pada ujung tusuk gigi. Pengunaan tusuk gigi karena lebih praktis dan punya ujung yang runcing sehingga memudahkan masuk pada bagian yang kecil.
6.    Selanjutnya siapkan bunga yang akan dikawinkan. Untuk putik yang matang cari yang sudha berbunga antara 4- 5 hari. Tarik kelopak bunga hingga sobek sampai ke bagian bawah. Tapi ingat bahwa bunga jangan dipetik atau ruska pad abagian bawah  karena selanjutnya akan menjadi biji.
7.    Tekan sedikit pada bagian bawah bunga agar ujung runcing yang berada di bagian dalam bunga bisa membuka dan memperlihatkan kepala putik.
8.    Setelah terbuka masukkan tusuk gigi yang berisi serbuk kedalam kepala putik secara hati-hati. Lebih baik bagian serbuk hanya menyentuh saja tidak dengan menekan karena kepala putik sangat rentan terhadap ganguan dari luar.
9.    Setelah berhasil simpan bunga silangan ditempat yang teduh namun tetap terkena sinar matahari. Siram saja pada media tanam dan hindari bunga terkena air karena bisa menghambat pertumbuhan biji. Lebih baik bila adenium diletakan dibawah plastik UV dimana tetap mendapat sinar namun terhindar dari hujan.
Proses penyilangan sendiri lebih baik bila mengambil waktu saat pagi hari. Tunggu beberapa hari setelah bunga rontok akan terlihat tumbuh tongkol tempat biji adenium. Selanjutnya biji akan matang antara 2-3 bulan. Setelah disemai antara 7-8 bulan adenium silangan ini bisa berbunga untuk melihat hasilnya. Jadi setidaknya butuh waktu 10-12 bulan untuk mendapatkan bunga hasil silangan mulai dari proses perkawinan. [wo2k]