Category Archives: Budidaya

Lengkeng Ping Pong

Tak Sekedar Budidaya Skala Besar
Di Lamongan Jawa Timur (Jatim), kebun seluas kurang lebih 3000 m2 dijadikan lahan eksperimen lengkeng pingpong oleh sebuah perusahaan pembudidaya hortikultura. Konon, jenis lengkeng satu ini baru dua tahun belakangan beredar di Tanah Air. Apa yang menarik dari lengkeng ini, sehingga dijadikan sebagai alternatif eksperimen budidaya di Indonesia?

“Wah, buahnya belum terlampau masak. Mungkin bulan April ini, buahnya bisa dipanen,” kata Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Surabaya, Yusir Sukri.

Sayang sekali, Gallery harus menunggu untuk bisa icip manisnya lengkeng dengan ukuran sebesar bola ping pong ini. Karena penasaran, Gallery diberi kesempatan untuk menikmati buah yang belum terlampau matang itu. Sekalinya mendarat di mulut, alamak! Rasa legitnya sama dengan kualitas lokal, meski kondisi buahnya belum optimal. Rasa buahnya akan lebih maksimal, jika dipanen dengan kondisi optimal.
Jenis Baru
Pendahulunya, seperti jenis diamond river, sudah dikenal di Indonesia. Di Demak Jawa Tengah (Jateng), bibit untuk jenis ini banyak dibudidayakan. Bahkan lengkeng diamond river jadi ikon di Sekawang Kalimantan Barat (Kalbar), dengan mengangkat cita rasa khas.
Kini lain lagi, ketika lengkeng ping pong muncul dengan ukuran fantastis, yaitu seukuran bola ping pong dengan diameter buah kurang lebih 3-4 cm. Wow, ukuran besar inilah yang jadi kelebihan lengkeng asli negara Vietnam ini. Rasa manisnya juga khas. Pantas jika jenis ini kemudian dikembangkan sebagai alternatif budidaya yang memiliki prospek bisnis bagus.
Di Indonesia, budidaya lengkeng ping pong dilakukan dengan proses sambung atau stek. Sebab, jika ditanam dalam keadaaan masih biji, prosesnya akan lama dan hasilnya pun belum tentu sama dengan indukan. Terlebih lengkeng ping pong masih tergolong varian baru di Indonesia, sehingga masih sedikit orang yang berinisiatif membudidayakannya sebagai alternatif bisnis.
Padahal jika dilihat dari segi bisnis, budidaya lengkeng ping pong ini memiliki peluang yang bagus. Selain berkaitan dengan kualitas buah, juga karena faktor terbatasnya produk di pasaran saat ini. Tertarik untuk menjadikannya sebagai salah satu prospek usaha, baik untuk skala rumah tangga ataupun petani. Yuk, intip kiat budidaya lengkeng ping pong.
Bisnis Skala Rumah Tangga

“Tak perlu mengawalinya dengan modal banyak untuk merintis usaha budidaya ini. Modalnya hanya satu, yaitu semangat,” tandas Yusir.

Memang untuk memulai bisnis lengkeng ping pong ini tak harus dengan modal banyak. Bahkan, kata Yusir, hanya dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah bisa jadi alternatif. Tak heran jika bisnis ini cocok diterapkan untuk skala rumah tangga, yaitu dengan menerapkan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Beberapa hal yang diperhatikan dalam penerapan penanamannya, seperti:
1. Pembibitan. Tanam bibit lengkeng ping pong dalam pot dengan ukuran 1×2 m2 (atau besar pot disesuaikan dengan ukuran bibit). Untuk bibit, dapat diperoleh di penangkar tanaman buah lengkeng ping pong dengan harga kurang lebih Rp 75 ribu per bibit.
2. Penerapan media tanam. Baik-tidaknya kualitas dan pertumbuhan lengkeng ping pong bergantung pada penerapan media. Idealnya, media yang sifatnya porous atau berongga dianjurkan untuk diterapkan dalam pot, seperti pasir malang, pupuk kandang, dan sekam – dengan perbandingan 1:1:1. Dalam tahap ini, hal penting harus dilakukan adalah pendangiran atau penggemburan media tanam. Penggunaan pupuk atau nutrisi juga cukup dianjurkan. Namun harus disesuaikan dengan setiap fase pertumbuhan tanaman.
3. Penyinaran. Jenis lengkeng ping pong, termasuk tanaman yang gemar dengan sinar matahari langsung. Dalam hal ini, penyinaran jadi peran penting dalam proses pertumbuhan dan pembentukan kualitas buah. Usahakan agar tanaman tak ternaungi oleh apapun, seperti dinding atau tanaman lain yang ukurannya lebih besar.
4. Dipastikan dalam jangka waktu 8 bulan-1,5 tahun, hasilnya sudah bisa dinikmati. Hanya untuk panen, pertama kondisi buah kurang maksimal, seperti jumlahnya yang masih relatif sedikit. Ini berkaitan dengan masa adapatasi tanaman. Namun setelah panen pertama, hasilnya bisa optimal. Bahkan dalam satu pohon, jumlah dompolan bisa mencapai sekitar 50 kg. Bayangkan jika Anda memiliki 5 atau 10 pohon lengkeng ping pong. Selain bisa dinikmati sendiri, hasilnya juga berpotensi bisnis.
Skala Besar
Pada dasarnya, teknik budidaya dalam skala besar sama dengan kelas rumah tangga. Hanya penerapannya, mengalami sedikit pengembangan. Tak ada patokan khusus untuk luas lahan yang digunakan, cukup disesuaikan dengan kapasitas. Hal yang bisa diterapkan untuk budidaya lengkeng skala besar, yaitu:
1. Pembibitan. Mengingat, dalam skala besar membutuhkan pasokan bibit yang banyak, maka teknik sambung atau stek dijadikan alternatif perbanyakan. Caranya, dengan memanfaatkan bagian batang bawah sampai akar diambil dari lengkeng jenis lokal. Kemudian bagian atasnya disambung dengan jenis lengkeng ping pong impor.
2. Pegolahan media tanam. Pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Hanya di sini, penggunaan pupuk kandang dapat perhatian lebih, dimana di tahap awal penanaman pemberian pupuk kandang penting untuk diterapkan di media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam bisa dikombinasikan.
3. Pengaturan lahan. Tersusun dengan sistem bedengan, dimana jarak antar bedengan diberi sela 4 meter. Sedangkan jarak tanam dalam setiap bedengan di beri jarak 3 meter.
4. Untuk penyinaran dan tahap panen, sama halnya dengan yang diterapkan di skala rumah tangga. Jika ingin lengkeng ping pong tumbuh optimal, sebaiknya dalam satu pohon tak banyak percabangan. Dengan memotong bagian ranting yang kering, memperbanyak jumlah nutrisi yang masuk.
Tumpang Sari
Dalam skala besar, penggunaan lahan harus ‘benar’ dimanfaatkan. Itu dilakukan, agar lahan bisa berfungsi secara optimal. Seperti halnya penerapan tumpang sari, yaitu satu lahan digunakan untuk menanam beragam tanaman. Namun kolaborasi tanaman yang ditanam sebagai teknik tumpang sari tak boleh semabarangan.
Artinya, kapasitas disesuaikan dengan tanaman inti atau utama. Seperti di lahan lengkeng ping pong, tanaman tumpang sari yang cocok untuk jenis ini adalah jagung dan kedelai, dimana kedua jenis tanaman ini memiliki struktur kecil sebagai penyeimbang tanaman inti. Selain itu, pemilihan jagung sebagai tanaman tumpang sari di lahan lengkeng ping pong juga bertujuan sebagai pengusir gulma.
Seperti diketahui, gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang akan menghambat proses pertumbuhan tanaman inti. Dan siapa menyangka, kalau tanaman tumpang sari ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Tentunya di lahan yang luas, sehingga jumlah tanaman jagung dan kedelai tak sedikit. Besar kemungkinan, tanaman primer ini bisa dijadikan sebagai penghasil tambahan produksi. Seperti kata pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Panen jagung dan kedelai oke, semakin klop ditambah dengan panen raya lengkeng ping pong. [santi]
Prediksi Usaha Lengkeng Ping Pong
“Meski masih tergolong varian lengkeng baru yang beredar di Tanah Air, lengkeng ping pong ini diprediksi akan menunjukkan popularitasnya 2-3 tahun ke depan,” ungkap Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Lamongan Jatim, Arif Kresnoadi.
Sesuai dengan hukum pasar yang berlaku selama ini, dimana permintaan tinggi, harga juga tinggi. Artinya, jika stok barang terbatas – tentu berpengaruh pada tingginya harga. Itu sama halnya dengan lengkeng ping pong yang siap unjuk gigi ini. Meski belum memasuki masa panen, harga lengkeng jenis ini bisa dipastikan akan mahal. Terbukti, dari harga buah lengkeng yang diimpor langsung dari negaranya – Vietnam – mencapai Rp 16 ribu per kg-nya.
Bukan tak mungkin, budidaya lengkeng ping pong dapat dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Terpenting yang diperhatikan dalam hal ini adalah menjaga kualitas buah agar tetap ada dalam keadaan optimal.
Tips Pengolahan Pupuk Kandang
Pupuk kandang yang bagus berasal dari kotoran hewan. Namun jangan langsung diterapkan sebagai media tanam bagi lengkeng ping pong. Menurut Arif, ada baiknya kotoran hewan tersebut di kubur dalam tanah selama kurang lebih 1-3 bulan. Hal ini dilakukan sebagai proses fermentasi dari bakteri. [santi]

Klasifikasi Kelengkeng
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Berpembuluh)
Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas : Magnolopsida
Sub Kelas : Risidae
Ordo : Sapindales
Familia : Sapindaceae
Genus : Euphoria
Spesies : Euphoria Longana (Lour). Steud (plantamor.com)

Meneropong Bisnis Buah Naga di Banjarbaru, Kalsel

Terapkan Budidaya Buah Naga dalam Pot
Bisnis buah naga di Indonesia memiliki prospek cerah. Selain cara menanamnya mudah, permintaan pasar bagus. Wajar bila petani buah naga di Kalimantan Selatan (Kalsel) – Cempaka Banjarbaru, punya cara lain untuk melakukan budidaya buah ini. Itu karena daerah ini identik sebagai pulau dengan struktur tanah kurang bersahabat. Cara unik ini mungkin bisa dilirik, terlebih bila Anda ingin menjadikan buah ini sebagai tanaman buah dalam pot (Tabulampot).
Buah naga dalam pot. Mungkin istilah itu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Meski di Indonesia belum banyak dijual dengan cara ini – di luar negeri, seperti China dan Vietnam, tanaman ini sering dijual secara insidental untuk menyambut perayaan-perayaan tertentu, seperti Imlek (Tahun Baru China).
Uniknya, beberapa buah ini sering diikutsertakan dalam batang buah naga dalam pot yang tingginya kurang lebih setengah meter. Warna merah adalah warna keberuntungan. Konon, warna itu membuat buah yang rasanya manis dengan biji-biji kecil berwarna hitam ini tersebar di seluruh daging buah dan dicari orang ketika merayakan pergantian tahun China.
Terlepas dari fenomena itu, buah naga dalam pot juga disuka orang untuk keperluan tertentu, seperti tanaman hias atau untuk dinikmati dengan cara lain. Misalnya, dengan menyuguhkan pohon yang berbuah di meja makan. Tak hanya di Jawa, produksi buah naga juga sudah mulai berkembang di Kalsel. Tepatnya, di daerah Cempaka Banjarbaru, Kalsel.
Uniknya, tren buah naga yang terjadi di Tanah Air hampir sama, yaitu permintaan pasar terlalu tinggi, sehingga produksi tidak sampai dikirim ke luar negeri (ekspor). Bahkan jika dibandingkan dengan pengemasan, di pulau ‘transmigran’ – Banjarbaru Kalsel ini memiliki cara unik untuk mempopulerkan buah naga dibandingkan di daerah lain, yaitu dengan menjualnya dalam pot, seperti di beberapa negara lain.
Sama dengan Buah Naga di Kebun
Petani Buah Naga di Banjarbaru Kalsel – Sukirno, mengatakan media tanam untuk buah naga dalam pot pada dasarnya sama dengan buah naga di kebun, yaitu tanah biasa dan pupuk secukupnya, dengan perbandingan 1:3.
“Namun jika menghadapi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi, seperti di Kalimantan, penambahan golomit (batu gunung) harus dilakukan untuk menurunkan tingkat keasaman,” ujar Sukirno.
Untuk masalah perawatan, hampir tak ada bedanya dengan buah naga yang ditanam di kebun. Paparan sinar matahari penuh setiap hari dan penyiraman untuk menghindari dehidrasi adalah proses yang dilakukan untuk menjaga perkembangan tanaman secara optimal. Satu hal yang perlu dicatat dalam hal ini, lanjut Sukirno, ranting buah naga yang menghasilkan banyak buah, belum tentu sesuatu yang positif. Sebab umumnya, buah yang muncul harus dibatasi, karena untuk menjaga kualitas.
“Umumnya, buah naga bisa berbuah sampai 20-an buah dalam sekali panen. Hanya sebaiknya dipangkas jadi 5 buah. Sebab bila kebanyakan buah, maka tidak akan tumbuh besar dan juga peluang buah tanpa isi (kopong) akan sangat besar, jika ranting syarat akan buah,” ungkap Pria kelahiran 19 September – 40 tahun silam ini.
Umumnya jika menjual buah naga, kulitas barang harus terjaga dengan baik dibandingkan dengan kuantitas. Semakin besar dan berat buah naga, maka semakin baik pula hasil panen. Jika dalam pengalaman, buah naga bisa mencapai berat 1 kg dan ini adalah buah yang sempurna dengan pertumbuhan optimal. Setidaknya, itu menurut Sukirno saat ditemui redaksi Tabloid Gallery di Banjarbaru Kalsel belum lama ini.
“Dalam hal keluar barang, berapapun jumlah hasil panen selalu habis ketika dilempar di pasaran yang saat ini mencakup beberapa daerah di pulau Kalimantan, seperti Banjarmasin dan Sampit,” kata Sukirno. [adi]
Cara Budidaya Buah Naga dalam Pot
Tak hanya petani buah naga di pulau Kalimantan yang bisa membuat buah naga dalam pot. Penghobi pemula pun bisa melakukan hal ini. Untuk membuat buah naga dalam pot, menurut Sukirno, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dan yang jangan dilakukan. Sebab, kesalahan proses atau pemilihan ranting, membuat panen tak kunjung tiba, bahkan tidak terjadi sama sekali.
Berikut cara budidaya buah naga dalam pot yang biasa dilakukan oleh Sukirno, yaitu:
1. Pemilihan ranting yang ideal. Biasanya ranting dipilih pada bagian atas yang menjulur. Entah mengapa, sesuai dengan pengalaman, ranting yang menghadap ke atas akan sulit, bahkan tidak pernah berbuah. Untuk itulah, sebaiknya cari ranting yang menjulur ke bawah.
2. Proses pemotongan. Setelah dipotong, jangan langsung menanam split buah naga Anda. Sebab, dahan yang sudah terpisah ini harus melalui beberapa proses. Salah satunya proses pendiaman. Hal ini biasa dilakukan dalam beberapa hari sampai satu minggu.
3. Setelah kering, biasanya tak hanya terlihat pada bagian batang bawah yang tidak bergetah, tapi batang akan terlihat mulai berakar. Hal ini pertanda jika tanaman sudah mulai bisa ditanam.
4. Proses berikutnya adalah pemotongan. Umumnya, bentuk V lancip digunakan untuk mempermudah tanaman dalam pertumbuhan. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan kambium yang terbungkus dalam kulit tanaman. Potong ketiga batang dengan ukuran yang sama.
5. Barulah persiapkan media tanam dalam polly back atau pot sesuai dengan selera. Ingat jika tanah terlalu asam, sebaiknya gunakan golomit untuk menguranginya.
6. Setelah dirasa cukup, barulah tanaman bisa ditanam dengan cara menancapkan. Jika proses yang Anda lakukan sudah benar, hanya dalam waktu 5 bulan, tabulampot buah naga Anda akan berbuah.
Tabulampot buah naga adalah bisnis yang menggiurkan. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan bibitan yang belum berbuah, perbandingan harganya terlalu tinggi. Di Banjarbaru Kalsel sendiri – per bulan Maret ini untuk tanaman bibitan belum berbuah biasa dijual dengan harga berkisar Rp 50 ribu. Dan, untuk tabulampot buah naga yang berbuah, harganya mencapai Rp 200 ribu per pot. [adi]

Putsa (Apel India)

Budidaya Langka, Mudah Ditanam

 

Mendengar nama negara India, pastilah tarian ekspresif yang ada dalam benak kita. Bagaimana jika rancaknya tarian sebagai ikon India ini digantikan oleh sosok buah apelnya yang khas? Mereka menyebutnya dengan putsa yang memiliki nama lain Jujube atau Ziziphus Mauritiana Lam.

Dilihat sekilas, bentuknya menyerupai buah tomat yang masih muda (belum matang). Warnanya kehijauan, dengan tekstur yang halus. Baru ketahuan kalau masih satu jenis dengan apel, ketika sudah dibuka. Sebenarnya, jenis ini sama dengan apel kebanyakan. Hanya perbedaan ini ada pada bentuknya yang relatif kecil.

Besar maksimalnya hanya segenggam tangan anak kecil (diameter 5 cm). Tak adanya lekuan di bagian pangkal tangkai buah, membuatnya berbeda dari apel kebanyakan. Untuk urusan rasa, putsa cenderung didominasi rasa manis dengan daging buahnya yang putih.

“Rasa manis itu, membuat putsa banyak digemari. Itu berbeda dengan beberapa jenis apel, dengan rasa sedikit masam,” kata Dani penangkar tanaman hortikultura di Surabaya,

Di Indonesia, jenis buah ini tergolong langka. Tak banyak yang memelihara jenis ini. Tak heran, jika untuk satu pot tanaman ini harganya bisa mencapai Rp 100 ribu. Bukan tak mungkin, apel jenis ini berpotensi untuk dilakukan budidaya. Siapa mengira, di balik kelangkaan apel ini ternyata ia tergolong mudah ditanam. Terlebih untuk kondisi tanah dan cuaca di Indonesia. Continue reading Putsa (Apel India)

Tips Belanja Tanaman Hias Online

 Jangan Lupakan Lokasi Nurserinya

Foto : E-Commerce 

Dunia maya memang mempesona. Tinggal “klik”, Anda sudah dapat berjuta informasi. Parahnya, kecanggihan teknologi internet ini juga banyak dimanfaatkan sebagai ladang bisnis, tak terkecuali bisnis tanaman hias on line. Namun Anda jangan terkecoh, karena banyak penipuan di bisnis ini.

Bisnis tanaman hias di Tanah Air memang sedang booming. Banyak nurseri bermunculan, mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Ditambah, berbagai even tanaman hias marak digelar di berbagai daerah, membuat masyarakat akhirnya ‘terkontaminasi’ dengan hobi tanaman hias.

Bahkan kecanggihan teknologi pun dimanfaatkan oleh beberapa pelaku bisnis tanaman hias untuk menawarkan barang dagangannya secara on line. Dengan janji bla, bla, dan bla, akhirnya bisnis ini pun mencuat ke permukaan menyaingi bisnis nurseri. Bila diamati di beberapa website bisnis tanaman hias on line, koleksi tanaman hias yang ditawarkan pun bervariasi. Ada anthurium seharga ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah, mulai bibitan, anakan hingga indukan. Ada adenium, sansevieria, euphorbia, anggrek, bonsai, pachypodium, stroberi, durian, dan masih banyak lagi. Continue reading Tips Belanja Tanaman Hias Online

Seni Tempel Batang Bonsai

sambungan baru membentuk kontur lebih baikPerbaiki Batang, Cabang Hingga Akar

Soelistio Sidhi berulangkali mengernyitkan dahi saat menggarap bonsai beringin miliknya. Sebab bentuk batang masih belum bisa sesuai dengan keinginan yaitu besar dan berkarakter. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya pebonsai asal Sidoarjo ini mendapatkan ide untuk melakukan tempel batang untuk mendapatkan batang yang lebih berkarakter.

Keluhan tentang kondisi batang yang kurang berkarakter sering menjadi dilema bagi pebonsai. Sebab secara visual sudah terlihat janggal bila melihat bonsai namun batang yang dimiliki kurang kekar. Sebab bagaimana pun bonsai selalu mencerminkan pohon tua kokoh dan mampu membuat teduh siapapun menikmatinya.

Teknik tempel ini memang bisa menjadi satu alternatif pengembangan karya seni bonsai untuk memberikan sentuhan baru saat mendapatkan bakalan yang kurang sempurna. Atau bisa juga untuk mengembalikan struktur tanaman yang rusak atau mati. Jadi sebagai satu karya seni teknik ini tidak haram dilakukan dan berlaku untuk gaya apapun. Continue reading Seni Tempel Batang Bonsai

Budidaya Stroberi di Purbalingga, Jateng

cimg7545.jpg

Paduan rasa manis dan asam, rupanya sudah jadi ciri buah mungil ini. Tentunya Anda juga sepakat untuk mengkategorikan salah satu holtikultura ini sebagai tanaman yang memiliki potensi budidaya tinggi.
Namanya stroberi. Siapa tak pernah mencicipi buah yang tumbuhnya di dataran tinggi ini, terlebih bagi Anda yang gemar berlibur ke daerah puncak. Selama ini, stroberi masih termasuk jenis buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ada yang mematok dengan harga Rp 25-Rp 50 ribu per kilogramnya. Variasi harga itu disesuaikan dengan masing-masing jenis stroberi.
Sepertinya, harga elitnya tak berpengaruh pada prospek agribisnis stroberi. Di Indonesia sendiri, prospeknya cukup cerah. Itu dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun yang meningkat. Pasalnya, potensi budidaya stroberi ini juga didukung kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman.
Seperti di Jawa Barat (Jabar) yang sudah cukup lama jadi produsen stroberi jenis lokal. Artinya, kawasan ini jadi sentra stroberi seperti halnya di Lembang. Tak sedikit yang memanfaatkan lokasi ini sebagai lahan budidaya stroberi. Bahkan terlihat orang berbondong-bondong ke daerah puncak ini hanya untuk meluangkan waktu liburan sambil menikmati stroberi.  
Namun saat ini, tak hanya di Jabar yang memiliki potensi budidaya stroberi. Di Purbalingga Jateng, tepatnya di desa Serang, sepertinya juga ingin menunjukkan potensi agribisnis stroberinya. Berbeda dari Jabar dengan jenis lokalnya, stroberi yang dibudidaya di tanah seluas 9 ha ini adalah jenis impor.  
Pengelola Kebun Stroberi di Desa Serang Purbalingga, Andi Arifin, mengatakan di desa ini sengaja mengambil stroberi jenis impor, karena kualitasnya memang berbeda dengan lokal, baik untuk rasa ataupun struktur bentuknya.  
Lokal vs Impor
Jika dilihat dari tampilan buahnya, stroberi lokal dan impor terdapat perbedaan. Artinya, untuk jenis lokal memiliki bentuk lebih kecil dibandingkan dengan jenis impor. Begitu juga dengan rasa yang dimiliki. Untuk jenis lokal, rasanya merupakan perpaduan asam dan manis. Sedangkan untuk jenis impor, lebih banyak didominasi rasa manis. Namun untuk urusan rasa, bergantung dari selera masing-masing.
Selain itu, perbedaan stroberi jenis lokal dan impor juga ada pada proses kematangan buah. Terlebih jika buah akan dikirim ke suatu daerah yang membutuhkan teknik kematangan khusus. Jenis lokal misalnya, buah yang akan dikirim harus ada dalam keadaan matang.
Itu berbeda dengan jenis impor yang dapat dilakukan proses pengiriman dalam keadaan setengah matang, sehingga ketika buah sampai di tempat tujuan, ia sudah matang. Untuk jenis impor, masih kata Andi, stroberi grade dan sweet charlie california banyak dibudidaya di desa Serang ini. Mengingat, kualitas buahnya berpengaruh pada potensi usaha.
“Masing-masing varietas stroberi memiliki karakter yang berbeda satu sama lain, baik lokal ataupun impor,” tandas Andi.
Prospek Budidaya Stroberi  

Mengenal jenis stroberi yang berpotensi untuk proses budidaya merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Namun tak hanya itu, karena ada beberapa faktor yang tak kalah penting untuk diterapkan dalam budidaya stroberi ini. Menurut Andi, diantaranya adalah:

Syarat Pertumbuhan. Artinya, proses ini berhubungan dengan lama penyinaran matahari yang berkisar antara 8-10 jam per hari. Curah hujannya berkisar 600-700 mm per tahun. Untuk faktor suhu udara optimum antara 17°C-20°C dan suhu udara minimum antara 4°C – 5°C, dengan kelembaban udara 80%-90%. Didukung pula dengan ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl.

Pengolahan Tanah. Sebelum lahan dibajak, genangi air lebih dulu dalam kurun waktu semalam. Kemudian,  keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.

Pembentukan Bedengan. Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 – 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, dan panjang menyesuaikan keadaan lahan.

Proses Pemupukan. Taburkan pupuk dengan kandungan Urea 20 kg : TSP 25 kg : KCl 10 kg, dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. Demikian dengan proses pengaparuan pada tanah sekitar 100-200 kg per 1000 m2. Itu berguna untuk menetralisir keadaan tanah.

Pemasangan Mulsa. Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai, sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat. Juga didukung dengan pembuatan lubang tanam, dengan diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 – 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat. Kemudian dilanjutkan dengan metode pananaman. Artinya, bibit dipindahkan beserta medianya dan dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun.

“Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas, karena belum bisa berproduksi secara optimum,” kata Andi.
Setelah tanaman berumur 4 bulan, mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah. Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting di bagian tangkai buah beserta kelopaknya dan dilakukan secara periodik selama dua kali seminggu.
Demikian halnya dengan pemetikan buah yang menggunakan teknik khusus. Teknik ini dilakukan untuk menghindari kebusukan buah yang melalui masa penyimpanan atau berpengaruh pada daya tahan buah.
“Ketika memetik, usahakan sebisa mungkin tangan tidak menyentuh buahnya. Hanya pada tangkai,” tandas Andi. [santi]

 

 


Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia

Pertahankan Nephentes dari Kepunahan

Terkenal dengan sosoknya seperti monster, tanaman ini dikenal sebagai karnivora pemakan serangga. Untuk itulah selain mengagumi bentuknya, tak jarang orang penasaran dengan sifatnya. Namanya kantong semar. Ia pernah masuk dalam kurikulum studi kita saat duduk di bangku sekolah.

  • Diluar negeri Nephentes menjadi salah satu tanaman hias favorit.Video by wolle1900

Saat itu, mungkin tak sedikit guru yang mengatakan tanaman ini hanya bisa tumbuh dan berkembang di daerah asalnya. Suhu, kelembaban, dan media tanam tertentu, membuat tanaman ini susah berkembang di daerah lain. Inilah  yang pada akhirnya membuat nephentes tergolong satu diantara beberapa tanaman endhemik (tumbuh sesuai dengan habitat aslinya). Continue reading Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia