Category Archives: Euphorbia

Euphorbia Kristata

 Indahnya yang Abnormal

 Siapa sangka, euphorbia Cacat atau abnormal justru memiliki pesona. Kekurangannya itu justru membuat popularitasnya naik. Ia senantiasa terlihat unik dan itu bisa mendongkrak harga hingga berkali-kali lipat.

dominasi-daun-dan-batang-kritata.jpgNamanya euphorbia kristata. Ia terlihat berbeda dari euphorbia kebanyakan. Biasanya, euphorbia tampil dengan keserempakan bunga yang dipadu dengan warna harmonis. Tapi kristata cenderung didominasi dengan keserempakan daun. Di situlah letak keunikan tanaman asli pulau Madagaskar ini.

Dikatakan kristata, karena bentuk batangnya tersusun secara berhimpitan, sehingga terlihat rapat. Begitu pula dengan alur titik tumbuh dan duri. Sedangkan daunnya tumbuh di pinggiran batang bagian atas. Sekilas bentuknya mirip kipas. Batang bagian bawahnya hanya tersusun duri yang mengikuti kontur batang.

Kombinasi keserempakan daun itu makin mempercantik performance-nya. Tak heran jika kristata masuk dalam kategori tanaman langka. Kolektor tanaman hias Semarang, Tiok, mengatakan kelangkaan kristata ini berpengaruh pada harga jual. Untuk kristata lokal, harganya bisa mencapai Rp 3 juta. Bentuknya yang makin berhimpitan, membuat harganya makin mahal. Continue reading Euphorbia Kristata

Advertisements

Agar Euphorbia Semarak Berbunga

Video by WIENA19

Bunga-bunga menyelimuti setiap tajuknya. Bentuk bunga unik dan warna ngejreng menambah daya tarik pesonanya. Untuk mendapatkan dompolan bunga euphorbia nan cantik itu ada tekniknya.

euphorbia

Kecantikannya semakin menonjol bila didukung dengan sosok tanaman yang seluruhnya optimal, mulai dari batang kokoh, cabang kompak, dan susunan bunga yang bagus. Wajar bila penampilannya mengundang perhatian, sehingga banyak yang meminatinya.

Apalagi ada kepercayaan, keluarnya bunga dapat menggambarkan nasib dan keberuntungan si pemiliknya. Ingin euphorbia Anda berbunga semarak? Mudah, lakukan 6 P, yaitu pemangkasan, penyiraman, pemupukan, penempatan, penyiangan, dan pengendalian penyakit.

A. Pemangkasan

Pemangkasan dapat dimulai sejak euphorbia dalam masa penyuburan. Tujuannya, untuk membentuk tajuk yang seimbang, sehingga terlihat cantik dan mengurangi penguapan. Patokannya mudah, cabang-cabang yang tepat berada di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang sebaiknya dibiarkan, selain itu dibuang saja. Nantinya, tunas baru bermunculan di setiap cabang, sehingga tampak lebih rimbun. Waktu yang pas untuk pemangkasan adalah usai penyuburan dan pembungaan pertama kali. Tepatnya di akhir masa pembungaan pertama. Bunga tua juga harus dipotong untuk memunculkan bunga baru. Bunga mekar selama dua bulan. Setelah itu, warnanya pudar, kusam, dan akhirnya layu. Continue reading Agar Euphorbia Semarak Berbunga

Di Balik Kemolekan si Ratu Bunga Berduri

Tak hanya dipajang di pot untuk penghias teras, pak sien hwa-sebutan euphorbia di China-ternyata juga cantik dipelihara sebagai border di taman. Apalagi tanaman ini tahan ’berjemur’ di bawah sengatan matahari. Tanaman ini pun termasuk adaptif dan mampu bertahan hidup di sembarang lokasi serta tahan serangan hama dan penyakit.

Awalnya, euphorbia tumbuh subur di Madagaskar. Tempat hidupnya di daerah panas dan kering. Dari sanalah, sekitar 2000 spesies yang berbeda diintroduksi sejak tahun 1821, kemudian menyebar ke China hingga ke Thailand.

Berkat tangan para penyilang, muncullah jenis-jenis baru. Sejak saat itu, si ratu bunga berduri ini melanglang buana hingga ke Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia. Sebutan euphorbia diambil dari nama seorang dokter raja Juba dari kerajaan Mauritania di Afrika Utara, Euphorbus. Atas jasanya, euphorbia yang tumbuh di gurun berpindah menjadi hiasan yang cantik di rumah. Sosok tanaman sedang, tinggi sekitar 150 cm, dan lebar 100 cm dengan dompolan bunga hingga menyelimuti batang.

Continue reading Di Balik Kemolekan si Ratu Bunga Berduri