Category Archives: Florikultura

Euphorbia Kristata

 Indahnya yang Abnormal

 Siapa sangka, euphorbia Cacat atau abnormal justru memiliki pesona. Kekurangannya itu justru membuat popularitasnya naik. Ia senantiasa terlihat unik dan itu bisa mendongkrak harga hingga berkali-kali lipat.

dominasi-daun-dan-batang-kritata.jpgNamanya euphorbia kristata. Ia terlihat berbeda dari euphorbia kebanyakan. Biasanya, euphorbia tampil dengan keserempakan bunga yang dipadu dengan warna harmonis. Tapi kristata cenderung didominasi dengan keserempakan daun. Di situlah letak keunikan tanaman asli pulau Madagaskar ini.

Dikatakan kristata, karena bentuk batangnya tersusun secara berhimpitan, sehingga terlihat rapat. Begitu pula dengan alur titik tumbuh dan duri. Sedangkan daunnya tumbuh di pinggiran batang bagian atas. Sekilas bentuknya mirip kipas. Batang bagian bawahnya hanya tersusun duri yang mengikuti kontur batang.

Kombinasi keserempakan daun itu makin mempercantik performance-nya. Tak heran jika kristata masuk dalam kategori tanaman langka. Kolektor tanaman hias Semarang, Tiok, mengatakan kelangkaan kristata ini berpengaruh pada harga jual. Untuk kristata lokal, harganya bisa mencapai Rp 3 juta. Bentuknya yang makin berhimpitan, membuat harganya makin mahal. Continue reading Euphorbia Kristata

Advertisements

Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia

Pertahankan Nephentes dari Kepunahan

Terkenal dengan sosoknya seperti monster, tanaman ini dikenal sebagai karnivora pemakan serangga. Untuk itulah selain mengagumi bentuknya, tak jarang orang penasaran dengan sifatnya. Namanya kantong semar. Ia pernah masuk dalam kurikulum studi kita saat duduk di bangku sekolah.

  • Diluar negeri Nephentes menjadi salah satu tanaman hias favorit.Video by wolle1900

Saat itu, mungkin tak sedikit guru yang mengatakan tanaman ini hanya bisa tumbuh dan berkembang di daerah asalnya. Suhu, kelembaban, dan media tanam tertentu, membuat tanaman ini susah berkembang di daerah lain. Inilah  yang pada akhirnya membuat nephentes tergolong satu diantara beberapa tanaman endhemik (tumbuh sesuai dengan habitat aslinya). Continue reading Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia

Agar Aglaonema Tetap Cantik

Dalam menjaga kecantikan aglaonema, media tanam dan pemilihan pupuk adalah kunci utama. Jika penggunaan media tanam salah, jarang diganti atau kurang tertata, aglaonema akan terlihat tidak maksimal, bahkan tidak bisa berumur panjang. Selain itu, penggunaan bahan pupuk yang tidak tepat, seringkali menghilangkan warna pada daun.

 

 

 

Idealnya, untuk melakukan repotting dan mengganti media tanam, dilakukan paling tidak 6-12 bulan sekali. Itu untuk menghindari pertumbuhan kuman dan bakteri yang tumbuh di media tanam. Penggunaan insektisida dan fungisida memang tidak dilarang, namun untuk menghindari penggunaan bahan kimia berlebih, repotting adalah cara yang bisa diandalkan.

Selain nutrisi dan menghindari jamur, pergantian media tanam yang terlalu sering juga tidak dianjurkan. Sebab, hal itu bisa membuat tanaman jadi stres. Bagaimanapun, tanaman memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan media tanam yang baru, sehingga lakukan perbaikan letak tanaman dan sesuaikan pada saat proses repotting. Dalam beberapa kasus, aglaonema juga bisa diletakkan di media tanam non tanah, seperti pakis dan sekam. Bahkan untuk mempercantik tanaman, media tanam bisa diganti dengan hidro gell. Continue reading Agar Aglaonema Tetap Cantik

Teknik Silangkan Anthurium

Agar Lahir Jenis Jenmanii Hibrid

Proses penyilangan terkadang dapat menghasilkan produk baru. Bersiaplah menerima kejutan jika bibit yang Anda budidaya ternyata menghasilkan jenis atau varian baru anthurium. Jangan takut ber-eksperimen dan bersiaplah memberi nama yang sesuai atau nama Anda barangkali?

 

Bagi Anda yang gemar berburu anthurium, seberapa banyak uang yang disiapkan untuk berburu tanaman langka, itu tak jadi masalah. Tak hanya harga yang terkadang tak masuk akal, tapi yang penting adalah apakah Anda siap menghamburkan waktu luang untuk keluar-masuk kota atau desa. Pasalnya, anthurium jenis baru sering keluar dalam hitungan minggu dari beberapa kota dan desa. Jika kita menyimak, beberapa pemberitaan di media cetak tanaman hias, jenis anthurium hibrid saat ini sering keluar dan harga yang ditawarkan pun membuat bulu kuduk merinding. Continue reading Teknik Silangkan Anthurium

Tips & Perawatan Anthurium Spesial

Foto-foto: Adi Cahyo

Cara Tangani Daun Bermasalah

Daun jadi elemen penting dalam anthurium. Uuntuk itulah keberadaan bagian ini tak pernah luput dari perawatan dan perhatian khusus. Segala cara dilakukan demi menjaga kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

fokus4.jpg

Beberapa bulan yang lalu, Rudi membeli jenmanii cobra remaja dengan harga Rp 3 juta. Sebagai penghobi pemula, Rudi mengaku masih bingung apa yang harus dilakukan dan apa yang tak harus ia lakukan. Dalam hal itu, metode perawatan yang diketahuinya sangat minim. Baginya, mungkin penyiraman dan pemupukan sudah cukup memanjakan anthuriumnya.

Namun beberapa minggu berselang, bukan keindahan yang ia dapatkan, justru kesuraman daun mulai terlihat. Daun yang semula hijau, lambat laun kian menguning dan keriting. Melihat kejadian itu, Rudi pun panik. Seakan tak tahu apa yang ia lakukan, intensitas penyiraman dan pemupukan pun malah ditambah, demi memenuhi kebutuhan nutrisi tanamannya itu.

Sialnya, bukan kesembuhan dan kesegaran yang ia dapat, beberapa bulan berselang, daun anthuriumnya mulai berubah kuning solid dan akhirnya berguguran. Rasa kecewa jelas terpancar di wajahnya. Pasalnya, bukan harga yang ia sesalkan, harapan agar tanamanya tumbuh besar dan sempurna tak bisa diraih. Jangankan tumbuh bagus, mencapai daun tujuh pun tanamannya tak mampu bertahan. Continue reading Tips & Perawatan Anthurium Spesial

Andariani- Pemilik Florist & Stones Surabaya

Foto-foto : Bayu Setio

 Andariani- Pemilik Florist & Stones Surabaya

Percaya Diri dengan Tanaman Hias Lokal

Sosoknya terlihat sederhana. Namun siapa sangka, wanita murah senyum ini adalah pengusaha tanaman hias sukses di kota Surabaya.

Biasanya, setiap pengusaha tanaman hias menyukai tanaman impor, karena dinilai cukup menguntungkan. Selain itu, tanaman impor lebih mudah dan praktis daripada memperbanyak sendiri. Namun ternyata, tidak semua pengusaha bisa menerima produk impor, karena bisa mempengaruhi harga jual produk lokal.

Andariani, pemilik Florist&Stones Surabaya, salah satunya. Ia memilih untuk konsentrasi mengembangkan tanaman hias lokal daripada tanaman hias impor. Alasannya, produk lokal mempunyai karaktersitik lebih bagus dari barang impor yang dikembangkan melalui kultur jaringan.

Wanita ini masuk ke bisnis tanaman hias dari hobi yang ditularkan oleh kedua orangtuannya sejak kecil. Dari kesukaannya pada tanaman hias itu, maka mulailah ia membuka usaha untuk mengkomersilkan tanaman hias koleksinya sejak dua tahun yang lalu. Hasilnya, tentu sudah pasti sangat menguntungkan. Apalagi sang suami yang dinikahinya sejak tahun 1997 cukup mendukung usahanya itu. Continue reading Andariani- Pemilik Florist & Stones Surabaya

Lusy Rahmawati

Lucy Rachmawati

Foto : Ary

Tak Takut Konsumsi Alpukat
Rendahkan Kolesterol dan Perindah Kulit

Menjaga kesehatan menjadi hal yang mutlak dilakukan siapa saja. Lagian, siapa yang tak mau hidup sehat? Tak terkecuali mantan vokalis AB Three, Lusy Rahmawati. Sebagai penyanyi sekaligus ibu rumah tangga, menjaga kesehatan jadi hal penting bagi Lusy. Terlebih ia memiliki aktifitas tinggi antara eksis di dunia hiburan dan kehidupan rumah tangganya bersama sutradara film, Jose Purnomo.

Untuk menjaga kesehatan itu, Lusy tak perlu repot melakukannya, karena dengan rajin mengkonsumsi alpukat, banyak manfaat yang didapatkannya. Meski banyak mengandung lemak, kata Lusy, alpukat justru menurunkan kadar kolesterol serta mencegah kanker, penyakit jantung, dan gangguan hati. Buah ini juga membuat kulit dan rambut lebih indah serta meningkatkan libido.

Alpukat (Persea Americana Mill) termasuk ke dalam famili tumbuhan lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado pear. Tanaman alpukat berasal dari Amerika Tengah (Meksiko, Peru, Venezuela) dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Tanaman ini berupa pohon yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20 meter. Pohon alpukat sangat cocok tumbuh pada ketinggian antara 200-1000 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan tumbuhan ini antara 1500-3000 mm per tahun.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usaha tani. Walaupun bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia, daerah sentral produksi alpukat masih terbatas di Pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Tinggi Lemak

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g per 100g. Kandungan lemak alpukat melebihi durian, yaitu mencapai dua kali lipatnya. “Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi khawatir untuk mengonsumsinya, terutama kaum wanita, karena alasan takut menjadi gemuk,” ujar Lusy.

Dari pengalamannya itu, Lusy mengatakan konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan berat badan. Pendapat bahwa alpukat adalah buah yang banyak mengandung lemak dan karena itu tidak sehat, memang sudah lama sekali beredar di masyarakat. Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tapi umumnya terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids = MUFA). Continue reading Lusy Rahmawati