Category Archives: Mitos

Catherine Wilson

Catherine Wilson

Foto : Ary

Sehat dengan Detoks dan Kunyit Asem

Siapa mengira, kalau tubuh indah dan segar Keket – panggilan akrab Catherine Wilson – didapat dari minum jamu beras kencur dan kunyit asem buatan sang ibu tercinta. “Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu, aku selalu menjaga kebugaran dengan ramuan-ramuan tradisional,” kata Keket.

Keket juga mengaku, kalau ia takut terserang liver, karena kelelahan. Maklum, aktifitasnya sebagai artis dan model papan atas, membuat jadwal istirahatnya lumayan terbengkelai, sehingga ia harus menyempatkan istirahat di tengah-tengah kegiatan syuting dan show.

Selain istirahat, model cantik yang tergabung dalam sekolah akting di Look Performing Art School ini juga teliti dalam mengatur pola makannya. Keket sangat mengandalkan makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan, selain ramuan tradisional yang sering diminumnya. Keket pun kini makin mengerti akan pentingnya detoks dan bahaya toxin. Untuk itulah, ia rajin mengkonsumsi toxilite, salah satu suplemen detoks yang praktis, nyaman, tanpa rasa sakit, dan terbuat dari bahan alami. Continue reading Catherine Wilson

Advertisements

Membuang Mitos Jambu Merah Delima

Selama ini, jambu air merah delima (Syzygium Aqueum) diyakini hanya dapat ditanam di Demak, terutama di Desa Betokan, Cabean, dan Tempuran, Kecamatan Kota. Mitos itu berkembang selama puluhan tahun, bahkan sering dikaitkan dengan Sunan Kalijaga yang turut memopulerkan plasma nutfah kabupaten ini.

Benarkah mitos tersebut? Benar bahwa Demak merupakan sentra utama jambu merah delima di Indonesia. Tidak keliru pula jika sebagian besar warga di ke-tiga desa itu memiliki tanaman tersebut.

Menurut data Subdinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, populasi tanaman jambu air merah delima di kabupaten ini tercatat 95.627 batang, 38.570 diantaranya telah berbuah. Jumlah produksi mencapai 20.500 kuintal per-tahun.

Buah ini berukuran super, berwarna merah tua seperti buah delima, rasanya manis, dan mengandung banyak air. Harga di pasar-pasar tradisional sekitar Rp 10.000/kg, sedangkan di swalayan mencapai Rp 15 ribu/kg.

Sudarno, salah seorang warga Kelurahan Penggaron Lor, Kecamatan Genuk, Semarang, mengatakan keliru jika menganggap buah ini tak bisa ditanam di luar Demak. Terbukti ia pun sukses menanamnya di Semarang. “Yang penting cukup air,” tandas Sudarno yang dikutip dalam sebuah situs tentang jambu merah delima.

Bahkan varietas jambu air ini telah lama dibudidayakan di Eropa, dikenal sebagai water apple, termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Asalnya pun dari wilayah selatan India dan Malaysia Timur, lalu menyebar ke Philipina, Indonesia, Hawai (AS), hingga Trinidad, dan Tobago.

Varietas Unggulan

Dalam berbagai literatur disebutkan, jambu air merah delima tumbuh di dataran rendah hingga sedang (100-600 meter dpl). Jadi bisa ditanam di daerah-daerah sepanjang pesisir utara Jawa.

Jambu air yang bentuknya mirip lonceng ini ditetapkan sebagai tanaman varietas unggulan, sebagaimana Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 512/Kpts/SR, tertanggal 12 Desember 2005.

Rasanya manis dan segar, karena dalam setiap kilogram terdapat kadar gula sebanyak 7,2 brik, 117 mg vitamin C, dan 84% air. Menurut Sudarno, budidaya jambu merah delima relatif sederhana. “Asalkan rajin disiram pada musim kemarau, hasilnya pasti bagus,” imbuh petani yang memiliki 80 pohon indukan ini.

Dia mengairi kebunnya dari Kali Babon yang berjarak sekitar 1 km. Pada musim kemarau, minimal sehari sekali. “Lebih bagus sampai berlumpur, karena buahnya makin banyak,” katanya. [ary]

Bambu Rezeki

 Bambu Hoki

Foto: Adi Cahyo

Baik Diletakkan di Sudut Ruangan

Di luar negeri bambu rezeki dijuluki lucky bamboo atau fortune bamboo. Ia sebenarnya bukan keluarga bambu. Hanya karena bentuknya beruas-ruas seperti bambu, orang pun lantas menyebutnya sebagai bambu. Konon, bambu ini memiliki hoki. Benarkah?

Sesungguhnya bambu rezeki adalah Dracaena Sanderiana atau sering disebut ribbon plant. Tumbuhan ini banyak macamnya. Misalnya Dracaena Reflexa alias Song of India yang umum dijadikan daun potong. Dracaena Tricolor untuk tanaman lanskap. Bahkan ada juga Dracaena yang digunakan untuk pewarna kue.

Dracaena Sanderiana banyak ditanam sebagai komponen taman maupun berdiri sendiri. Ada juga yang ditanam di pot. Bentuk daunnya membulat dan jatuh. Warnanya hijau polos, ada juga yang bergaris putih. Semuanya bisa dirangkai menjadi bambu rezeki.

Banyak yang percaya, rangkaian bambu rezeki tak hanya elok dipandang, tapi juga bisa mengubah keberuntungan. Ia bahkan direkomendasikan oleh master feng shui dan praktisi yang ingin memodifikasi ruangan agar terasa nyaman dan berenergi.

Bambu rezeki merupakan bahan yang ditumbuhkan oleh alam, sehingga energi (chi) jadi kuat dan sempurna. Hingga bisa mengaktifkan energi yang berhenti (stagnan) di sudut ruangan atau di lokasi tertentu. Makanya, rangkaian bambu ini pas diletakkan di sudut ruangan. Sementara pada perayaan Imlek, rangkaian bambu rezeki biasanya laris manis di pasaran. Masyarakat Tionghoa percaya, adanya rangkaian bambu di dalam rumah akan mendatangkan rezeki.

Dracaena mudah dibiakkan dengan stek batang. Bagian batang dipotong sepanjang 20 cm, lantas disemai di media pasir basah. Seminggu kemudian tumbuh akar dan tunas. Ia termasuk tanaman bandel. Bisa ditanam di dalam maupun di luar ruangan. Tahan cahaya sinar matahari langsung maupun tempat teduh. Medianya tak boleh kekeringan. Dracaena butuh cukup air.

Jika ditanam di pot, medianya campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1). Dracaena cepat tumbuh, sehingga perlu sering ganti pot. Jika akarnya sudah berdesakan, tanaman tidak subur dan menguning.

Tumbuhan ini mudah dipotong-potong lantas dibikin rangkaian bamboo emerald alias bambu rezeki. Perawatan bambu rezeki sedikit beda dengan Dracaena dalam pot. Lebih sederhana, yaitu cukup ditambah air jika medianya mulai kering. Jangan sampai kekeringan terlalu lama, karena rangkaian bisa mati. Rangkaian ini tahan diletakkan dalam ruang selama berbulan-bulan. Jika tunas sudah besar dan tak bagus lagi, bisa dibongkar. Batangnya jangan dibuang, bisa ditanam laiknya bibit dari stek. Rangkaian bambu rezeki sering terkena busuk batang. Ini karena bakteri dan air tak bersih. Makanya untuk menyiram, sebaiknya gunakan air bersih dan bebas bahan kimia yang merusak. [ary]

 

Lusy Rahmawati

Lucy Rachmawati

Foto : Ary

Tak Takut Konsumsi Alpukat
Rendahkan Kolesterol dan Perindah Kulit

Menjaga kesehatan menjadi hal yang mutlak dilakukan siapa saja. Lagian, siapa yang tak mau hidup sehat? Tak terkecuali mantan vokalis AB Three, Lusy Rahmawati. Sebagai penyanyi sekaligus ibu rumah tangga, menjaga kesehatan jadi hal penting bagi Lusy. Terlebih ia memiliki aktifitas tinggi antara eksis di dunia hiburan dan kehidupan rumah tangganya bersama sutradara film, Jose Purnomo.

Untuk menjaga kesehatan itu, Lusy tak perlu repot melakukannya, karena dengan rajin mengkonsumsi alpukat, banyak manfaat yang didapatkannya. Meski banyak mengandung lemak, kata Lusy, alpukat justru menurunkan kadar kolesterol serta mencegah kanker, penyakit jantung, dan gangguan hati. Buah ini juga membuat kulit dan rambut lebih indah serta meningkatkan libido.

Alpukat (Persea Americana Mill) termasuk ke dalam famili tumbuhan lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado pear. Tanaman alpukat berasal dari Amerika Tengah (Meksiko, Peru, Venezuela) dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Tanaman ini berupa pohon yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20 meter. Pohon alpukat sangat cocok tumbuh pada ketinggian antara 200-1000 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan tumbuhan ini antara 1500-3000 mm per tahun.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usaha tani. Walaupun bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia, daerah sentral produksi alpukat masih terbatas di Pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Tinggi Lemak

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g per 100g. Kandungan lemak alpukat melebihi durian, yaitu mencapai dua kali lipatnya. “Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi khawatir untuk mengonsumsinya, terutama kaum wanita, karena alasan takut menjadi gemuk,” ujar Lusy.

Dari pengalamannya itu, Lusy mengatakan konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan berat badan. Pendapat bahwa alpukat adalah buah yang banyak mengandung lemak dan karena itu tidak sehat, memang sudah lama sekali beredar di masyarakat. Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tapi umumnya terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids = MUFA). Continue reading Lusy Rahmawati

Acha Septriasa

foto by: Ary

Cantik dengan Buah-buahan

Siapa tak kenal Acha Septriasa. Kekasih Irwansyah ini makin melambung berkat kemampuan vokalnya yang menawan lewat beberapa lagu yang ia bawakan, seperti lagu bertajuk Heart dan Love is Cinta.

Tak hanya jago menyanyi, ia juga handal berakting di depan kamera. Terbukti beberapa film yang sempat ia mainkan, seperti film Love Is Cinta dan sinetron Andai Ku Tahu di RCTI, selalu dibanjiri penonton. Di balik kesuksesannya itu, tampil cantik jadi satu modal utama untuk eksis menapaki dunia hiburan Tanah Air. Untuk menjaga kecantikannya itu, Acha mengaku rajin mengkonsumsi buah-buahan, seperti tomat dan pepaya. Berikut Acha berbagi tips pada pembaca Tabloid Gallery :

Continue reading Acha Septriasa